Javascript must be enabled to continue!
Pendekatan Agroekologi dalam Optimalisasi Penggunaan Hara dan Air melalui Integrasi Tanaman-Ternak Berbasis LEISA
View through CrossRef
Pertanian lahan kering menghadapi tantangan utama berupa rendahnya kesuburan tanah, keterbatasan air, dan tingginya kehilangan hara akibat erosi, evaporasi, serta minimnya bahan organik. Pendekatan agroekologi dan konsep Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) menawarkan strategi berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal, optimalisasi proses biologis tanah, dan pengurangan ketergantungan pada input eksternal. Salah satu implementasi yang relevan adalah sistem integrasi tanaman-ternak (Integrated Crop-Livestock System (ICLS), yang mampu meningkatkan efisiensi hara dan air melalui pemanfaatan residu tanaman sebagai pakan ternak, pengembalian kotoran ternak sebagai pupuk organik, dan peningkatan aktivitas mikroba tanah. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) sebagai pendekatan utama untuk menghimpun, menyeleksi, dan menganalisis secara terstruktur dan transparan terhadap publikasi nasional dan internasional dalam rentang tahun 2015-2025 pada topik efisiensi hara-air, agroekologi, dan sistem integratif pada lahan kering. Hasil analisis menunjukkan bahwa ICLS mampu meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki aliran nutrien dalam tanah, infiltrasi air, dan menjaga stabilitas agregat tanah yang sangat mendukung keberlanjutan lahan pertanian karena dapat meminimalkan pencemaran dan mendukung pemulihan fungsi ekologis lahan pertanian, sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan input sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan, serta memungkinkan adanya diversifikasi pendapatan. Namun, adopsi ICLS masih terhambat oleh kelembagaan petani, keterbatasan teknologi, dan minimnya dukungan kebijakan. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi agroekologi dan LEISA berpotensi besar untuk memperkuat keberlanjutan pertanian lahan kering.
Agroecological Approaches to Optimizing Nutrient and Water Use through Crop-Livestock Integration within a LEISA-Based System
Abstract
Dryland agriculture faces major challenges such as low soil fertility, limited water availability, and high nutrient losses due to erosion, evaporation, and low organic matter. Agroecology approaches and the concept of Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) offer sustainable strategies through the use of local resources, optimization of soil biological processes, and reduction of dependence on external inputs. One relevant implementation is the Integrated Crop-Livestock System (ICLS), which can improve nutrient and water use efficiency by utilizing crop residues as livestock feed, returning animal manure as organic fertilizer, and enhancing soil microbial activity. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method as the main approach to systematically and transparently collect, select, and analyze national and international publications published between 2015 and 2025 on the topic of nutrient-water efficiency, agroecology, and integrative systems in dryland. The analysis results showed that ICLS is able to increase organic matter content, improve nutrient flow in the soil, water infiltration, and maintain soil aggregate stability, which strongly supports the sustainability of agricultural land because it can minimize pollution and support the restoration of ecological functions of farmland, while also providing economic benefits through input savings, thereby increasing land productivity and allowing for income diversification. However, the adoption of ICLS is still hindered by farmer institutions, limited technology, and minimal policy support. This study emphasizes that the integration of agroecology and LEISA has great potential to strengthen the sustainability of dryland agriculture.
Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat - LITPAM
Title: Pendekatan Agroekologi dalam Optimalisasi Penggunaan Hara dan Air melalui Integrasi Tanaman-Ternak Berbasis LEISA
Description:
Pertanian lahan kering menghadapi tantangan utama berupa rendahnya kesuburan tanah, keterbatasan air, dan tingginya kehilangan hara akibat erosi, evaporasi, serta minimnya bahan organik.
Pendekatan agroekologi dan konsep Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) menawarkan strategi berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal, optimalisasi proses biologis tanah, dan pengurangan ketergantungan pada input eksternal.
Salah satu implementasi yang relevan adalah sistem integrasi tanaman-ternak (Integrated Crop-Livestock System (ICLS), yang mampu meningkatkan efisiensi hara dan air melalui pemanfaatan residu tanaman sebagai pakan ternak, pengembalian kotoran ternak sebagai pupuk organik, dan peningkatan aktivitas mikroba tanah.
Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) sebagai pendekatan utama untuk menghimpun, menyeleksi, dan menganalisis secara terstruktur dan transparan terhadap publikasi nasional dan internasional dalam rentang tahun 2015-2025 pada topik efisiensi hara-air, agroekologi, dan sistem integratif pada lahan kering.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ICLS mampu meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki aliran nutrien dalam tanah, infiltrasi air, dan menjaga stabilitas agregat tanah yang sangat mendukung keberlanjutan lahan pertanian karena dapat meminimalkan pencemaran dan mendukung pemulihan fungsi ekologis lahan pertanian, sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan input sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan, serta memungkinkan adanya diversifikasi pendapatan.
Namun, adopsi ICLS masih terhambat oleh kelembagaan petani, keterbatasan teknologi, dan minimnya dukungan kebijakan.
Kajian ini menegaskan bahwa integrasi agroekologi dan LEISA berpotensi besar untuk memperkuat keberlanjutan pertanian lahan kering.
Agroecological Approaches to Optimizing Nutrient and Water Use through Crop-Livestock Integration within a LEISA-Based System
Abstract
Dryland agriculture faces major challenges such as low soil fertility, limited water availability, and high nutrient losses due to erosion, evaporation, and low organic matter.
Agroecology approaches and the concept of Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) offer sustainable strategies through the use of local resources, optimization of soil biological processes, and reduction of dependence on external inputs.
One relevant implementation is the Integrated Crop-Livestock System (ICLS), which can improve nutrient and water use efficiency by utilizing crop residues as livestock feed, returning animal manure as organic fertilizer, and enhancing soil microbial activity.
This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method as the main approach to systematically and transparently collect, select, and analyze national and international publications published between 2015 and 2025 on the topic of nutrient-water efficiency, agroecology, and integrative systems in dryland.
The analysis results showed that ICLS is able to increase organic matter content, improve nutrient flow in the soil, water infiltration, and maintain soil aggregate stability, which strongly supports the sustainability of agricultural land because it can minimize pollution and support the restoration of ecological functions of farmland, while also providing economic benefits through input savings, thereby increasing land productivity and allowing for income diversification.
However, the adoption of ICLS is still hindered by farmer institutions, limited technology, and minimal policy support.
This study emphasizes that the integration of agroecology and LEISA has great potential to strengthen the sustainability of dryland agriculture.
Related Results
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman Tebu-Sapi Potong di Jawa Timur
Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman Tebu-Sapi Potong di Jawa Timur
English
Capacity of land-based forage beef cattle farming is lim ited. Integrated sugarcane and beef cattle farming is an alternative to increase cattle population and domestic bee...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
Optimalisasi pemanfaatan areal dapat meningkatkan produktivitas suatu lahan. Areal TBM kelapa sawit mulai dari tanaman tahun 0 hingga tahun ke-3, memiliki sela yang dapat dimanfaat...
TECHNICAL EFFICIENCY OF LEISA SYSTEM SHALLOT FARMING IN BANTUL REGENCY
TECHNICAL EFFICIENCY OF LEISA SYSTEM SHALLOT FARMING IN BANTUL REGENCY
Implementing the Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) concept is expected to optimize the use of local inputs, reduce negative environmental impacts, and produce safe...
Efektivitas Pupuk Mkm dan Ekstrak Tauge terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.)
Efektivitas Pupuk Mkm dan Ekstrak Tauge terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.)
Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk MKM dan ekstrak tauge terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (2) mengetahui dosis pupuk MKM dan ekstrak ta...
Aplikasi Teknologi LEISA Berbasis Sumberdaya Lokal dalam Produksi Benih Hortikultura
Aplikasi Teknologi LEISA Berbasis Sumberdaya Lokal dalam Produksi Benih Hortikultura
Penggunaan benih bermutu yang mencakup mutu fisik, fisiologis, genetik dan patologis merupakan syarat utama untuk keberhasilan budidaya tanaman khususnya tanaman hortikultura terma...
KAJIAN TEKNIK BIO-INVIGORASI BENIH DAN LEISA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN PADI GOGO LOKAL PADA SKALA RUMAH KASA
KAJIAN TEKNIK BIO-INVIGORASI BENIH DAN LEISA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN PADI GOGO LOKAL PADA SKALA RUMAH KASA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas bio-invigorasi benih dan LEISA terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo lokal. Penelitian di laksanakan di L...

