Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

A Scoping Review: Self-harm pada Remaja

View through CrossRef
Abstract. Adolescents are seen as an age group that is vulnerable to self-harm. In recent years, cases of self-harm have increased. Exposure to physical, emotional, social changes and problems that occur in the adolescent age range causes adolescents to commit self-harm. The purpose of this paper is to explore topics related to self-harm. The method in writing this article is scoping review. Scoping review is done to map the topic of self-harm. In this writing, data was obtained from the Google Scholar, Pubmed, Science Direct, Taylor & Francis Online, and Sagepub published in 2014-2024. This scoping review obtained 14 articles that matched the inclusion criteria. The findings showed that self-harm is related to age, gender, mental health conditions, eating disorders, loneliness, and adverse childhood experiences. In addition, most adolescents used self-harm methods such as cutting and scratching. Common reasons expressed by adolescents when committing self-harm were related to interpersonal function. The results of the review can be used to understand the risk factors, reasons, and methods in adolescents who self-harm.   Abstrak. Remaja dipandang menjadi kelompok usia yang rentan melakukan self-harm. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus-kasus self-harm mengalami kenaikan. Paparan perubahan fisik, emosional, sosial dan permasalahan yang terjadi dalam rentang usia remaja menyebabkan remaja melakukan self-harm. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengeksplorasi topik-topik yang berkaitan dengan self-harm. Metode dalam penulisan artikel ini adalah scoping review. Scoping review dilakukan untuk memetakan topik self-harm. Dalam penulisan ini mendapatkan data dari database Google Scholar, Pubmed, Science Direct, Taylor & Francis Online, dan Sagepub yang dipublikasi pada tahun 2014-2024. Pada tinjauan literatur ini memperoleh sebanyak 14 artikel yang telah sesuai dengan kriteria inklusi. Temuan menunjukkan bahwa self-harm berkaitan dengan usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan mental, gangguan makan, kesepian, dan pengalaman buruk sejak kecil. Selain itu, sebagian besar remaja menggunakan metode self-harm berupa mengiris tangan dan menggaruk secara kasar. Alasan umum yang diungkapkan remaja ketika melakukan self-harm berkaitan dengan fungsi intrapersonal. Hasil tinjauan dapat digunakan untuk memahami faktor risiko, alasan, dan metode pada remaja yang self-harm.
Title: A Scoping Review: Self-harm pada Remaja
Description:
Abstract.
Adolescents are seen as an age group that is vulnerable to self-harm.
In recent years, cases of self-harm have increased.
Exposure to physical, emotional, social changes and problems that occur in the adolescent age range causes adolescents to commit self-harm.
The purpose of this paper is to explore topics related to self-harm.
The method in writing this article is scoping review.
Scoping review is done to map the topic of self-harm.
In this writing, data was obtained from the Google Scholar, Pubmed, Science Direct, Taylor & Francis Online, and Sagepub published in 2014-2024.
This scoping review obtained 14 articles that matched the inclusion criteria.
The findings showed that self-harm is related to age, gender, mental health conditions, eating disorders, loneliness, and adverse childhood experiences.
In addition, most adolescents used self-harm methods such as cutting and scratching.
Common reasons expressed by adolescents when committing self-harm were related to interpersonal function.
The results of the review can be used to understand the risk factors, reasons, and methods in adolescents who self-harm.
  Abstrak.
Remaja dipandang menjadi kelompok usia yang rentan melakukan self-harm.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus-kasus self-harm mengalami kenaikan.
Paparan perubahan fisik, emosional, sosial dan permasalahan yang terjadi dalam rentang usia remaja menyebabkan remaja melakukan self-harm.
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengeksplorasi topik-topik yang berkaitan dengan self-harm.
Metode dalam penulisan artikel ini adalah scoping review.
Scoping review dilakukan untuk memetakan topik self-harm.
Dalam penulisan ini mendapatkan data dari database Google Scholar, Pubmed, Science Direct, Taylor & Francis Online, dan Sagepub yang dipublikasi pada tahun 2014-2024.
Pada tinjauan literatur ini memperoleh sebanyak 14 artikel yang telah sesuai dengan kriteria inklusi.
Temuan menunjukkan bahwa self-harm berkaitan dengan usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan mental, gangguan makan, kesepian, dan pengalaman buruk sejak kecil.
Selain itu, sebagian besar remaja menggunakan metode self-harm berupa mengiris tangan dan menggaruk secara kasar.
Alasan umum yang diungkapkan remaja ketika melakukan self-harm berkaitan dengan fungsi intrapersonal.
Hasil tinjauan dapat digunakan untuk memahami faktor risiko, alasan, dan metode pada remaja yang self-harm.

Related Results

Early maladaptive schemas are associated with self-injury thoughts and behavior in adolescents
Early maladaptive schemas are associated with self-injury thoughts and behavior in adolescents
Abstract Background Early maladaptive schemas (EMSs) and self-harm have been firmly linked in adults, but research on these associations in adolesce...
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan kesehatan remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor ...
Orang Tua Sebagai Supporting System: Penanganan Anak Remaja Yang Mengalami Depresi
Orang Tua Sebagai Supporting System: Penanganan Anak Remaja Yang Mengalami Depresi
Remaja merupakan masa pencarian jati diri pada sebuah proses kehidupan. Tidak sedikit remaja yang melakukan tindakan-tindakan eksplorasi di fase ini. Tindakan-tindakan tersebut dap...
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Abstract The Physical Activity Guidelines for Americans (Guidelines) advises older adults to be as active as possible. Yet, despite the well documented benefits of physical a...
Well-being focused interventions for caregivers of children with developmental disabilities-a scoping review protocol
Well-being focused interventions for caregivers of children with developmental disabilities-a scoping review protocol
AbstractIntroductionChildren with developmental disabilities (DD) have complex health needs which imply that they will need assistance in many areas of their lives, a role usually ...
Peningkatan Kesadaran Anemia Pada Remaja di SMP Negeri 3 Mande Desa Jamali, Cianjur
Peningkatan Kesadaran Anemia Pada Remaja di SMP Negeri 3 Mande Desa Jamali, Cianjur
Salah satu capaian pada program smart village adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Ol...
KENAKALAN REMAJA SEKSUAL DI KOTA BANJARBARU
KENAKALAN REMAJA SEKSUAL DI KOTA BANJARBARU
Tidak kita sadari bahwa setiap anak yang ada disekitar kita memiliki sikap dan sifatnya masing-masing yang berbeda-beda. Jurnal atau artikel ini menulis tentang perilaku kenakalan ...
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ORANG TUA DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA DI KOTA LHOKSEUMAWE
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ORANG TUA DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA DI KOTA LHOKSEUMAWE
Dalam fase perkembangan remaja, remaja sering mengalami berbagai tantangan, salah satu tantangan yang sering dihadapi remaja adalah munculnya perilaku menyimpang. Perilaku menyimpa...

Back to Top