Javascript must be enabled to continue!
AUDIT MANAJEMEN RISIKO PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5
View through CrossRef
Teknologi informasi (TI) merupakan bagian yang sangat dibutuhkan oleh suatu organisasi lembaga atau perusahaan. Salah satu lembaga yang melakukan pengelolaan TI yakni UPT TIK pada Universitas Tanjungpura Pontianak. TI memiliki peran yang penting dalam mendukung pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi. Oleh karena itu diperlukan tata kelola TI untuk memastikan kesesuaian penerapan TI dengan strategi dan tujuan organisasi. COBIT 5 (Control Objective for Information and related Technology) merupakan kerangka kerja yang di terbitkan oleh ISACA. Sedangkan COBIT PAM (Process Assessment Model) merupakan model yang berisi kerangka dasar yang memberikan panduan dalam menilai dan mengukur tingkat kematangan yang berkaitan dengan teknologi informasi khususnya proses manajemen risiko pengembangan perangkat lunak. Penilaian kapabilitas pada proses manajemen risiko di UPT TIK menghasilkan bahwa proses analisa risiko dan pemantauan risiko masih berada pada level 0. Proses penetapan konteks identifikasi risiko, perencanaan manajemen risiko, komunikasi risiko, mitigasi risiko dan evaluasi risiko masih berada pada level 1. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka diberikan rekomendasi perbaikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan level kematangan sesuai dengan tingkat kematangan yang diharapkan. Kata Kunci—Tata Kelola TI, COBIT 5, COBIT PAM, Manajemen Risiko TI
Tanjungpura University
Title: AUDIT MANAJEMEN RISIKO PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5
Description:
Teknologi informasi (TI) merupakan bagian yang sangat dibutuhkan oleh suatu organisasi lembaga atau perusahaan.
Salah satu lembaga yang melakukan pengelolaan TI yakni UPT TIK pada Universitas Tanjungpura Pontianak.
TI memiliki peran yang penting dalam mendukung pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi.
Oleh karena itu diperlukan tata kelola TI untuk memastikan kesesuaian penerapan TI dengan strategi dan tujuan organisasi.
COBIT 5 (Control Objective for Information and related Technology) merupakan kerangka kerja yang di terbitkan oleh ISACA.
Sedangkan COBIT PAM (Process Assessment Model) merupakan model yang berisi kerangka dasar yang memberikan panduan dalam menilai dan mengukur tingkat kematangan yang berkaitan dengan teknologi informasi khususnya proses manajemen risiko pengembangan perangkat lunak.
Penilaian kapabilitas pada proses manajemen risiko di UPT TIK menghasilkan bahwa proses analisa risiko dan pemantauan risiko masih berada pada level 0.
Proses penetapan konteks identifikasi risiko, perencanaan manajemen risiko, komunikasi risiko, mitigasi risiko dan evaluasi risiko masih berada pada level 1.
Berdasarkan hasil yang diperoleh maka diberikan rekomendasi perbaikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan level kematangan sesuai dengan tingkat kematangan yang diharapkan.
Kata Kunci—Tata Kelola TI, COBIT 5, COBIT PAM, Manajemen Risiko TI.
Related Results
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
ABSTRAK
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan kualitas audit, komite audit, dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) terhadap kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia pada tahun...
Paper K-9 Pelaporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Audit Internal
Paper K-9 Pelaporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Audit Internal
Pelaporan hasil audit merupakan komponen utama dalam komunikasi dari audit internal tentang hasil audit. Untuk mengkomunikasikan hasil audit diperlukan susunan laporan, dimana hasi...
MATAKULIAH "PROJEK PERANGKAT LUNAK" UNTUK MENGATASI KESENJANGAN TEORI DAN PRAKTIK PEMBANGUNAN PERANGKAT LUNAK
MATAKULIAH "PROJEK PERANGKAT LUNAK" UNTUK MENGATASI KESENJANGAN TEORI DAN PRAKTIK PEMBANGUNAN PERANGKAT LUNAK
Kemajuan teknologi pada dekade kini menunjukkan bahwa pemanfaatan peralatan elektronika seperti personal komputer, pembangkit kontrol manufaktur, dan peralatan otomatisasi lainnya ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PEMBIYAAN GADAI EMAS (STUDI KASUS BANK MANDIRI SYARIAH CABANG PANCOR)
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PEMBIYAAN GADAI EMAS (STUDI KASUS BANK MANDIRI SYARIAH CABANG PANCOR)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui apa saja risiko yang akan dialami dalam pembiayaan produk gadai emas dan bagaimana proses pengelolaan risiko yang dilakukan...
PERAN AUDIT FEE DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT
PERAN AUDIT FEE DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT
Abstract: This research purpose to obtain empirical evidence regarding factor that has an influence on audit quality, such as the audit firm reputation, audit tenure and auditor sw...
Pengaruh Audit Tenure dan Audit Delay terhadap Kualitas Audit
Pengaruh Audit Tenure dan Audit Delay terhadap Kualitas Audit
Abstract. The mining industry contributes significantly to the Indonesian economy, but its complexity requires audit quality to ensure transparency of financial statements. Audit t...

