Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DETEKSI DAUN HERBAL DAN BERACUN MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK UNTUK KLASIFIKASI TANAMAN HERBAL DAN BERACUN

View through CrossRef
Indonesia merupakan salah satu negara tropis dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia termasuk sekitar 50.000 spesies tanaman dan sekitar 7.500 digunakan masyarakat sebagai bahan baku obat tradisional. Namun banyaknya spesies tanaman yang ada menimbulkan tantangan dalam membedakan antara tanaman yang dapat dikonsumsi dan yang mengandung racun, karena tanaman herbal dan beracun sering kali memiliki karakteristik morfologi daun yang mirip. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merancang sistem klasifikasi untuk membedakan daun tanaman herbal dan beracun yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai upaya preventif dalam mengurangi risiko keracunan akibat identifikasi tanaman yang tidak tepat. Sistem ini dibangun dengan arsitektur Convolutional Neural Network (CNN) yang diimplementasikan melalui framework Flask dan dilengkapi dengan rule-based system untuk menentukan kategori tanaman berdasarkan hasil prediksi model. Dataset terdiri dari 960 gambar dengan 8 kelas daun tanaman lokal Indonesia, di mana empat kategori termasuk tanaman herbal (kelor, mint, sirih, dan kemangi) dan empat kategori tanaman beracun (saga rambat, bandotan, gympie-gympie, dan jelatang). Penelitian ini melakukan percobaan terhadap beberapa arsitektur CNN, termasuk model custom dan pretrained (EfficientNetB0, MobileNetV2, dan ResNet50V2). Hasil terbaik diperoleh dari model EfficientNetB0 yang dilatih menggunakan gambar dengan input shape 224×224 piksel, dengan batch size 24, menggunakan optimizer Adam, yang mencapai akurasi pelatihan 99,51% dan validasi 98,96%. Model ini menunjukkan hasil akurasi lebih unggul dibandingkan model lainnya, seperti model custom (93,88%), MobileNetV2 (99,50%), dan ResNet50V2 (99,38%). Untuk hasil evaluasi menunjukkan bahwa model EfficientNetB0 memiliki performa sangat baik, dengan akurasi klasifikasi keseluruhan sebesar 99,00%, precision 99,00%, recall 99,00%, dan skor f1-score 99,00%.
Title: DETEKSI DAUN HERBAL DAN BERACUN MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK UNTUK KLASIFIKASI TANAMAN HERBAL DAN BERACUN
Description:
Indonesia merupakan salah satu negara tropis dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia termasuk sekitar 50.
000 spesies tanaman dan sekitar 7.
500 digunakan masyarakat sebagai bahan baku obat tradisional.
Namun banyaknya spesies tanaman yang ada menimbulkan tantangan dalam membedakan antara tanaman yang dapat dikonsumsi dan yang mengandung racun, karena tanaman herbal dan beracun sering kali memiliki karakteristik morfologi daun yang mirip.
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merancang sistem klasifikasi untuk membedakan daun tanaman herbal dan beracun yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai upaya preventif dalam mengurangi risiko keracunan akibat identifikasi tanaman yang tidak tepat.
Sistem ini dibangun dengan arsitektur Convolutional Neural Network (CNN) yang diimplementasikan melalui framework Flask dan dilengkapi dengan rule-based system untuk menentukan kategori tanaman berdasarkan hasil prediksi model.
Dataset terdiri dari 960 gambar dengan 8 kelas daun tanaman lokal Indonesia, di mana empat kategori termasuk tanaman herbal (kelor, mint, sirih, dan kemangi) dan empat kategori tanaman beracun (saga rambat, bandotan, gympie-gympie, dan jelatang).
Penelitian ini melakukan percobaan terhadap beberapa arsitektur CNN, termasuk model custom dan pretrained (EfficientNetB0, MobileNetV2, dan ResNet50V2).
Hasil terbaik diperoleh dari model EfficientNetB0 yang dilatih menggunakan gambar dengan input shape 224×224 piksel, dengan batch size 24, menggunakan optimizer Adam, yang mencapai akurasi pelatihan 99,51% dan validasi 98,96%.
Model ini menunjukkan hasil akurasi lebih unggul dibandingkan model lainnya, seperti model custom (93,88%), MobileNetV2 (99,50%), dan ResNet50V2 (99,38%).
Untuk hasil evaluasi menunjukkan bahwa model EfficientNetB0 memiliki performa sangat baik, dengan akurasi klasifikasi keseluruhan sebesar 99,00%, precision 99,00%, recall 99,00%, dan skor f1-score 99,00%.

Related Results

HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Penggunaan daun cemangi oleh masyarakat Pammana kabupatenWajo sebagai tradisi turun - temurun yang dipercayai masyarakat sebagai pengobatan. Etnomedicine penggunaan daun cemangi da...
Hubungan Antara Fenologi Tanaman dengan Hasil dan Mutu Rajangan Kering Tembakau Temanggung
Hubungan Antara Fenologi Tanaman dengan Hasil dan Mutu Rajangan Kering Tembakau Temanggung
<p>Hasil dan mutu tembakau temanggung merupakan hasil interaksi antara pengaruh genetik tanaman dan kondisi lingkungan tumbuh. Pada tembakau virginia, fenologi tanaman merupa...
Karakteristik Fisiologi Daun Aren Varietas Akel Toumuung
Karakteristik Fisiologi Daun Aren Varietas Akel Toumuung
<p><span style="font-size: medium;">ABSTRAK </span></p><p>Apabila ditinjau dari karakter fisiologi, tanaman aren memiliki karakter yang sangat berbeda...
Identifikasi Penyakit Tanaman Berdasarkan Citra Daun Berbasis Web dengan Pendekatan Algoritma Convolutional Neural Network
Identifikasi Penyakit Tanaman Berdasarkan Citra Daun Berbasis Web dengan Pendekatan Algoritma Convolutional Neural Network
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi penyakit tanaman sawi menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) yang diintegrasikan ke dalam platform be...

Back to Top