Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Fisiologi Daun Aren Varietas Akel Toumuung
View through CrossRef
<p><span style="font-size: medium;">ABSTRAK </span></p><p>Apabila ditinjau dari karakter fisiologi, tanaman aren memiliki karakter yang sangat berbeda dengan kelapa atau pinang walaupun ketiga tanaman ini termasuk famili palma. Daun sebagai organ fotosintetik memiliki bermacam-macam pigmen aseptor elektron yang mendukung proses fotosintesis, antara lain klorofil. Selain itu, dalam daun terdapat stomata yang berfungsi sebagai alat adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan, dan trikoma yang berfungsi sebagai pelindung dari kerusakan mekanis yang telah terbukti pada tanaman kelapa. Penelitian tentang karakter fisiologis daun tanaman aren varietas Akel Toumuung dilakukan dengan tujuan mempelajari karakter-karakter fisiologis daun, yaitu klorofil, stomata dan trikoma. Penelitian dilakukan di Desa Kumlembuai, Pinaras dan Walian, Kotamadya Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara pada bulan Juni 2012, menggunakan metode deskriptif. Untuk analisis karakteristik fisiologis, contoh daun diambil pada daun nomor 14, kemudian dianalisis di laboratorium Ekofisiologi, Balai Penelitian Tanaman Palma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorofil total daun tanaman aren varietas Akel Toumuung di Kumelembuai, Pinaras dan Walian berturut-turut adalah 1,89 mg/g berat segar, 2,18 mg/g berat segar dan 1,85 mg/g berat segar klorofil a; 1,38 mg/g berat segar, klorofil a 1,80 mg/g berat segar, dan 1,04 mg/g berat segar; serta klorofil b 0,69 mg/g berat segar, 0,82 mg/g berat segar dan 0,67 mg/g berat segar. Jumlah stomata/mm2 berturut-turut adalah 24,78, 29,22 dan 29,11. Jumlah trikoma berturut-turut adalah 2,89, 5,67 dan 4,56. Kandungan klorofil dan stomata daun aren kurang dari tanaman kelapa, tetapi jumlah trikomanya lebih banyak dari tanaman kelapa. Karakter fisiologis tanaman aren ini menggambarkan ciri tanaman yang tumbuh pada lahan yang ternaungi.</p><p>Kata kunci: Karakter fisiologi, klorofil, stomata, trikoma, daun aren.</p><p> </p><p><strong>Physiology Characteristic of Toumuung Sugar Palm Leaf</strong></p><p><span style="font-size: medium;">ABSTRACT </span></p><p>In term of physiology character, sugar palm has a very different character with coconut or arecanut although all three plants including in palm family. Leaves as organ of photosynthetic have an assortment of electron acceptors pigment that supports the process of photosynthesis, among others chlorophyll. In addition, there are stomata in the leaves, which serves as a means of adaptation tool of plants to drought stress, and trichomes that serves as a protection from mechanical damage that has been proven in the coconut palm. Research on the physiological characters of tall sugar palm leaves was done to study the physiological characters of leaves, namely chlorophyll, stomata and trichomes. The study was conducted in the villages of Kumelembuai, Pinaras and Walian, the Municipality of Tomohon, North Sulawesi Province in June 2012, using descriptive method. For the analysis of the physiological characteristics, leaf samples were taken on leaf number 14, then analyzed in the Ecophysiology laboratory, Palma Research Institute. The results showed that total chlorophyll, content of sugar palm in Kumelembuai, Pinaras and Walian was 1.89 mg/g fresh weight, 2.18 mg/g fresh weight and 1.85 mg/g fresh weight; chlorophyll a is 1,38 mg/g fresh weight, 1,81 mg/g fresh weight dan 1,04 mg/g fresh weight; chlorophyll b is 0,69 mg/g fresh weight, 0,82 mg/g fresh weight and 0,67 mg/g fresh weight respectively. Number of stomata/mm2 is 24.78, 29.22 and 29.11, respectively. Number of trichomes/mm2 were 2,89, 5,67 dan 4,56, respectively. Chlorophyll content and the amount of leaves stomata of sugar palm less than coconut palm, but the amount of trichomes more than coconut palm. This sugar palm physiological characters describe the plants that grow in the shaded area.</p><p>Keywords: Character physiology, chlorophyll, stomata, trichomes, palm leaf.</p>
Title: Karakteristik Fisiologi Daun Aren Varietas Akel Toumuung
Description:
<p><span style="font-size: medium;">ABSTRAK </span></p><p>Apabila ditinjau dari karakter fisiologi, tanaman aren memiliki karakter yang sangat berbeda dengan kelapa atau pinang walaupun ketiga tanaman ini termasuk famili palma.
Daun sebagai organ fotosintetik memiliki bermacam-macam pigmen aseptor elektron yang mendukung proses fotosintesis, antara lain klorofil.
Selain itu, dalam daun terdapat stomata yang berfungsi sebagai alat adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan, dan trikoma yang berfungsi sebagai pelindung dari kerusakan mekanis yang telah terbukti pada tanaman kelapa.
Penelitian tentang karakter fisiologis daun tanaman aren varietas Akel Toumuung dilakukan dengan tujuan mempelajari karakter-karakter fisiologis daun, yaitu klorofil, stomata dan trikoma.
Penelitian dilakukan di Desa Kumlembuai, Pinaras dan Walian, Kotamadya Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara pada bulan Juni 2012, menggunakan metode deskriptif.
Untuk analisis karakteristik fisiologis, contoh daun diambil pada daun nomor 14, kemudian dianalisis di laboratorium Ekofisiologi, Balai Penelitian Tanaman Palma.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorofil total daun tanaman aren varietas Akel Toumuung di Kumelembuai, Pinaras dan Walian berturut-turut adalah 1,89 mg/g berat segar, 2,18 mg/g berat segar dan 1,85 mg/g berat segar klorofil a; 1,38 mg/g berat segar, klorofil a 1,80 mg/g berat segar, dan 1,04 mg/g berat segar; serta klorofil b 0,69 mg/g berat segar, 0,82 mg/g berat segar dan 0,67 mg/g berat segar.
Jumlah stomata/mm2 berturut-turut adalah 24,78, 29,22 dan 29,11.
Jumlah trikoma berturut-turut adalah 2,89, 5,67 dan 4,56.
Kandungan klorofil dan stomata daun aren kurang dari tanaman kelapa, tetapi jumlah trikomanya lebih banyak dari tanaman kelapa.
Karakter fisiologis tanaman aren ini menggambarkan ciri tanaman yang tumbuh pada lahan yang ternaungi.
</p><p>Kata kunci: Karakter fisiologi, klorofil, stomata, trikoma, daun aren.
</p><p> </p><p><strong>Physiology Characteristic of Toumuung Sugar Palm Leaf</strong></p><p><span style="font-size: medium;">ABSTRACT </span></p><p>In term of physiology character, sugar palm has a very different character with coconut or arecanut although all three plants including in palm family.
Leaves as organ of photosynthetic have an assortment of electron acceptors pigment that supports the process of photosynthesis, among others chlorophyll.
In addition, there are stomata in the leaves, which serves as a means of adaptation tool of plants to drought stress, and trichomes that serves as a protection from mechanical damage that has been proven in the coconut palm.
Research on the physiological characters of tall sugar palm leaves was done to study the physiological characters of leaves, namely chlorophyll, stomata and trichomes.
The study was conducted in the villages of Kumelembuai, Pinaras and Walian, the Municipality of Tomohon, North Sulawesi Province in June 2012, using descriptive method.
For the analysis of the physiological characteristics, leaf samples were taken on leaf number 14, then analyzed in the Ecophysiology laboratory, Palma Research Institute.
The results showed that total chlorophyll, content of sugar palm in Kumelembuai, Pinaras and Walian was 1.
89 mg/g fresh weight, 2.
18 mg/g fresh weight and 1.
85 mg/g fresh weight; chlorophyll a is 1,38 mg/g fresh weight, 1,81 mg/g fresh weight dan 1,04 mg/g fresh weight; chlorophyll b is 0,69 mg/g fresh weight, 0,82 mg/g fresh weight and 0,67 mg/g fresh weight respectively.
Number of stomata/mm2 is 24.
78, 29.
22 and 29.
11, respectively.
Number of trichomes/mm2 were 2,89, 5,67 dan 4,56, respectively.
Chlorophyll content and the amount of leaves stomata of sugar palm less than coconut palm, but the amount of trichomes more than coconut palm.
This sugar palm physiological characters describe the plants that grow in the shaded area.
</p><p>Keywords: Character physiology, chlorophyll, stomata, trichomes, palm leaf.
</p>.
Related Results
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMULIA DAN VARIETAS TANAMAN DALAM KERANGKA HUKUM PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DI INDONESIA
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMULIA DAN VARIETAS TANAMAN DALAM KERANGKA HUKUM PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DI INDONESIA
Undang-Undang Perlindungan Varietas Tanaman memberikan perlindungan hukum bagi pemulia tanaman atas karya mereka dalam mengembangkan varietas unggul. Namun keberadaan lembaga perli...
Karakter Kualitatif dan Kuantitatif Beberapa Varietas Paria (Momordica charantia L.) di Dataran Rendah
Karakter Kualitatif dan Kuantitatif Beberapa Varietas Paria (Momordica charantia L.) di Dataran Rendah
Paria (Momordica charantia L.) merupakan komoditas dengan permintaan pasar yang cukup tinggi dan diperlukan pemenuhan kebutuhan benih yang sesuai dengan preferensi petani. Peneliti...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
Pemanfaatan, Daun Ketapang, Daun Jambu Biji dan Daun Jarak Sebagai Pewarna Alami Pada Pembuatan Ecoprint Teknik Iron Blanket)
Pemanfaatan, Daun Ketapang, Daun Jambu Biji dan Daun Jarak Sebagai Pewarna Alami Pada Pembuatan Ecoprint Teknik Iron Blanket)
ABSTRACT Pewarna texstil alami memiliki karakter tersendiri hasil warnanya cenderung warna kusam sehingga untuk mendapatkan hasil bagus perlu inovasi. Inovasi yang dapat digunakan...
Pertumbuhan dan Kadar Brix beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) pada Fase Berbunga
Pertumbuhan dan Kadar Brix beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) pada Fase Berbunga
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kadar brix beberapa varietas sorgum pada fase berbunga. Penelitian ini dilaksanakan di Glasshouse Fakultas Pertanian Uni...
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Daun jati merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan pewarna alami dan tumbuhan yang dianggap sebagai limbah karena pemanfaatannya yang masih kurang oleh masyaraka...

