Javascript must be enabled to continue!
SEJARAH LIMBO TOMOAHI DALAM SISTEM PEMERINTAHAN BARATA KULISUSU (1605-1956)
View through CrossRef
ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah: 1) Untuk menjelaskan latar belakang terbentuknya Limbo Tomoahi dalam sistem Pemerintahan Barata Kulisusu 1605-1956, 2) Untuk mendeskripsikan faktor-faktor Pembentukan Limbo Tomoahi Dalam sistem Pemerintahan Barata Kulisusu 1605-1956, 3) Untuk menjelaskan perkembangan Limbo Tomoahi Dalam sistem Pemerintahan Barata Kulisusu dari tahun 1605-1956. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) pengumpulan sumber (heuristik) yaitu, kegiatan peneliti untuk memperoleh data; 2) kritik sumber (verifikasi) yaitu, untuk mengetahui otentitas (keaslian) dan kredibilitas (kebenaran) data yang berhasil dikumpulkan; 3) Penulisan sejarah (historiografi) yaitu, menyampaikan sintesis dalam bentuk kisah sejarah dalam 3 tahap, yaitu interpretasi (penafsiran), eksplanasi (penjelasan), dan ekspose (penyajian).Hasil penelitian menunjukan bahwa: Latar Belakang Terbentuknya Limbo Tomoahi dilihat dari beberapa faktor yaitu: (a) Faktor wilayah, (b) Faktor sosial budaya, (c) Faktor pertanian. Faktor terbentuknya Limbo Tomoahi dalam sistem pemerintahan Barata Kulisusu ialah: Proses awal pembentukan limbo Tomoahi dari musyawarah kepala adat dan para tokoh-tokoh masyarakat yang berinisiatif untuk membentuk sebuah Limbo karena melihat pertumbuhan penduduk yang begitu pesat dan persyaratan pembentukan salah satu Limbo sudah sepenuhnya dimiliki oleh Tomoahi pada saat itu seperti jumlah penduduk, luas wilayah, sosial budaya, dan kehidupan masyarakatnya, sehingga tidak bisa dipungkiri, bahwasanya Limbo Tomoahi sudah layak dibentuk. Ini semua berkat antusiasme kepala kampung dan tokoh-tokoh masyarakat.Perkembangan Limbo Tomoahi dalam pemerintahan Lakino Kulisusu Tahun 1605-1956 secara umum menunjukan perkembangan yang lebih baik seperti dalam bidang politik Limbo Tomoahi menunjukan pemerintahan yang sudah cukup maju seperti penyusunan hukum-hukum yang berlaku tentang pengangkatan aparat. Dalam bidang ekonomi masyarakat Limbo Tomoahi semakin maju ke arah kesejahteraan dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam mengelola perkebunan. Dalam bidang sosial Limbo Tomoahi selalu menjunjung tinggi rasa kebersamaan dalam setiap kegiatan baik itu pembukaan lahan ataupun dalam upacara kematian. Selanjutnya, perpindahan wilayah dari Tangkeno Tomoahi ke Epe membuat Limbo Tomoahi menjadi semakin dekat dengan pusat pemerintahan Barata Kulisusu yang membuat Limbo Tomoahi dapat berhubungan secara langsung dengan pusat pemerintahan. Kata kunci: Pemerintahan, Limbo, Lakino Kulisusu
Title: SEJARAH LIMBO TOMOAHI DALAM SISTEM PEMERINTAHAN BARATA KULISUSU (1605-1956)
Description:
ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah: 1) Untuk menjelaskan latar belakang terbentuknya Limbo Tomoahi dalam sistem Pemerintahan Barata Kulisusu 1605-1956, 2) Untuk mendeskripsikan faktor-faktor Pembentukan Limbo Tomoahi Dalam sistem Pemerintahan Barata Kulisusu 1605-1956, 3) Untuk menjelaskan perkembangan Limbo Tomoahi Dalam sistem Pemerintahan Barata Kulisusu dari tahun 1605-1956.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) pengumpulan sumber (heuristik) yaitu, kegiatan peneliti untuk memperoleh data; 2) kritik sumber (verifikasi) yaitu, untuk mengetahui otentitas (keaslian) dan kredibilitas (kebenaran) data yang berhasil dikumpulkan; 3) Penulisan sejarah (historiografi) yaitu, menyampaikan sintesis dalam bentuk kisah sejarah dalam 3 tahap, yaitu interpretasi (penafsiran), eksplanasi (penjelasan), dan ekspose (penyajian).
Hasil penelitian menunjukan bahwa: Latar Belakang Terbentuknya Limbo Tomoahi dilihat dari beberapa faktor yaitu: (a) Faktor wilayah, (b) Faktor sosial budaya, (c) Faktor pertanian.
Faktor terbentuknya Limbo Tomoahi dalam sistem pemerintahan Barata Kulisusu ialah: Proses awal pembentukan limbo Tomoahi dari musyawarah kepala adat dan para tokoh-tokoh masyarakat yang berinisiatif untuk membentuk sebuah Limbo karena melihat pertumbuhan penduduk yang begitu pesat dan persyaratan pembentukan salah satu Limbo sudah sepenuhnya dimiliki oleh Tomoahi pada saat itu seperti jumlah penduduk, luas wilayah, sosial budaya, dan kehidupan masyarakatnya, sehingga tidak bisa dipungkiri, bahwasanya Limbo Tomoahi sudah layak dibentuk.
Ini semua berkat antusiasme kepala kampung dan tokoh-tokoh masyarakat.
Perkembangan Limbo Tomoahi dalam pemerintahan Lakino Kulisusu Tahun 1605-1956 secara umum menunjukan perkembangan yang lebih baik seperti dalam bidang politik Limbo Tomoahi menunjukan pemerintahan yang sudah cukup maju seperti penyusunan hukum-hukum yang berlaku tentang pengangkatan aparat.
Dalam bidang ekonomi masyarakat Limbo Tomoahi semakin maju ke arah kesejahteraan dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam mengelola perkebunan.
Dalam bidang sosial Limbo Tomoahi selalu menjunjung tinggi rasa kebersamaan dalam setiap kegiatan baik itu pembukaan lahan ataupun dalam upacara kematian.
Selanjutnya, perpindahan wilayah dari Tangkeno Tomoahi ke Epe membuat Limbo Tomoahi menjadi semakin dekat dengan pusat pemerintahan Barata Kulisusu yang membuat Limbo Tomoahi dapat berhubungan secara langsung dengan pusat pemerintahan.
Kata kunci: Pemerintahan, Limbo, Lakino Kulisusu.
Related Results
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
Pembahasan tentang pemerintahan tentunya tidaklah boleh lepas dari disiplin ilmu dan teori-teori tentang Ilmu Pemerintahan itu sendiri. Sejatinya, sejarah ilmu pemerintahan sudah d...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
STRUKTUR KLAUSA DERIVASI BAHASA KULISUSU DI KELURAHAN LAKONEA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA
STRUKTUR KLAUSA DERIVASI BAHASA KULISUSU DI KELURAHAN LAKONEA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Struktur Klausa Derivasi Bahasa Kulisusu di Kelurahan Lakonea, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara. Jenis penelitian yang diguna...
Pengaruh Motivasi Belajar Dan Tingkat Kepercayaan Diri Terhadap Hasil Belajar Matematika
Pengaruh Motivasi Belajar Dan Tingkat Kepercayaan Diri Terhadap Hasil Belajar Matematika
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui gambaran deskriptif motivasi belajar, tingkat kepercayaan diri dan hasil belajar matematika siswa SMP Negeri 3 Kulisusu, (2) untuk me...
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN TIMUR KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN TIMUR KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA
Kecamatan Kulisusu Utara merupakan salah satu Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Buton Utara yang memiliki luas wilayah 339,64 km2 yang terdiri dari empat belas desa yang mana w...
Analisis Sebaran Total Suspended Solid (TSS) di Teluk Kulisusu Kabupaten Buton Utara
Analisis Sebaran Total Suspended Solid (TSS) di Teluk Kulisusu Kabupaten Buton Utara
Teluk Kulisusu di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki ekosistem perairan yang kaya, termasuk terumbu karang, padang lamun, dan hutan bakau, yang mendukung mata penca...
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
Lokasi pusat-pusat pemerintahan kesultanan Melayu di Kalimantan Barat berada di sepanjang tepian sungai. Sungai menjadi faktor yang sangat penting dalam kehidupan kesultanan, yaitu...

