Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Kotowaza yang Mengandung Kata "Inu" dengan Padanan dalam Peribahasa Indonesia
View through CrossRef
Kotowaza atau peribahasa dalam bahasa Jepang merupakan kalimat kiasan yang digunakan sebagai pengajaran atau sindiran. Beberapa Kotowaza memiliki makna yang serupa dengan peribahasa Indonesia disertai persamaan dan perbedaan antara keduanya yang disebabkan oleh faktor budaya, sejarah, maupun demografi. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mencari tahu padanan makna Kotowaza bahasa Jepang yang mengandung unsur inu dalam peribahasa bahasa Indonesia, 2) untuk mendeskripsikan faktor apa yang mempengaruhi perbedaan perbedaan Kotowaza yang mengandung unsur “inu†dengan padanan dalam peribahasa bahasa Indonesia. Sumber data yang digunakan adalah “Kamus Dongeng dan Kotowaza Shin-meikai edisi 2†yang diterbitkan oleh kantor editor Sanseidou dengan data berupa Kotowaza mengandung unsur inu (犬) atau anjing. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori ragam bahasa yang dikemukakan oleh Subarianto (2000) yang menyebutkan beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya keberagaman bahasa yaitu faktor budaya, faktor sejarah, dan faktor demografis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian semua Kotowaza (peribahasa Jepang) yang mengandung unsur “inuâ€. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi serta teknik analisis kontrastif. Dari hasil penelitian, diketahui dari 73 Kotowaza Jepang yang mengandung unsur “inuâ€, ditemukan 15 data yang memiliki padanan peribahasa dalam bahasa Indonesia, dengan perbedaan yakni hewan yang muncul menggantikan inu seperti: monyet, berudu dan buaya, serta padanan yang tanpa memunculkan hewan sama sekali. Dari 15 Kotowaza tersebut, diketahui memiliki faktor yang mempengaruhi padanan antara Kotowaza Jepang dengan peribahasa Indonesia, yakni 5 data dipengaruhi satu faktor, 8 data dipengaruhi dua faktor, dan 2 data dipengaruhi satu faktor. Kesimpulan dari temuan ini adalah faktor budaya selalu muncul di 15 data Kotowaza Jepang yang memiliki padanan dalam peribahasa Indonesia.
Kata kunci: bahasa Jepang; Inu; kotowaza; padanan peribahasa
Dr. Soetomo University
Title: Perbandingan Kotowaza yang Mengandung Kata "Inu" dengan Padanan dalam Peribahasa Indonesia
Description:
Kotowaza atau peribahasa dalam bahasa Jepang merupakan kalimat kiasan yang digunakan sebagai pengajaran atau sindiran.
Beberapa Kotowaza memiliki makna yang serupa dengan peribahasa Indonesia disertai persamaan dan perbedaan antara keduanya yang disebabkan oleh faktor budaya, sejarah, maupun demografi.
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mencari tahu padanan makna Kotowaza bahasa Jepang yang mengandung unsur inu dalam peribahasa bahasa Indonesia, 2) untuk mendeskripsikan faktor apa yang mempengaruhi perbedaan perbedaan Kotowaza yang mengandung unsur “inu†dengan padanan dalam peribahasa bahasa Indonesia.
Sumber data yang digunakan adalah “Kamus Dongeng dan Kotowaza Shin-meikai edisi 2†yang diterbitkan oleh kantor editor Sanseidou dengan data berupa Kotowaza mengandung unsur inu (犬) atau anjing.
Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori ragam bahasa yang dikemukakan oleh Subarianto (2000) yang menyebutkan beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya keberagaman bahasa yaitu faktor budaya, faktor sejarah, dan faktor demografis.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian semua Kotowaza (peribahasa Jepang) yang mengandung unsur “inuâ€.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi serta teknik analisis kontrastif.
Dari hasil penelitian, diketahui dari 73 Kotowaza Jepang yang mengandung unsur “inuâ€, ditemukan 15 data yang memiliki padanan peribahasa dalam bahasa Indonesia, dengan perbedaan yakni hewan yang muncul menggantikan inu seperti: monyet, berudu dan buaya, serta padanan yang tanpa memunculkan hewan sama sekali.
Dari 15 Kotowaza tersebut, diketahui memiliki faktor yang mempengaruhi padanan antara Kotowaza Jepang dengan peribahasa Indonesia, yakni 5 data dipengaruhi satu faktor, 8 data dipengaruhi dua faktor, dan 2 data dipengaruhi satu faktor.
Kesimpulan dari temuan ini adalah faktor budaya selalu muncul di 15 data Kotowaza Jepang yang memiliki padanan dalam peribahasa Indonesia.
Kata kunci: bahasa Jepang; Inu; kotowaza; padanan peribahasa.
Related Results
PERBANDINGAN MAKNA PADA PERIBAHASA MANDARIN DAN PERIBAHASA INDONESIA YANG MENGGUNAKAN KATA ‘AIR’
PERBANDINGAN MAKNA PADA PERIBAHASA MANDARIN DAN PERIBAHASA INDONESIA YANG MENGGUNAKAN KATA ‘AIR’
Mempelajari bahasa Mandarin tidak bisa terlepas dari mempelajari peribahasanya. Sebagai bagian penting dari pembentuk kosakata bahasa Mandarin, peribahasa bukan hanya merupakan sat...
PERBANDINGAN PERIBAHASA SUNDA DAN INDONESIA (Kajian Semantik Formal dan Etnopedagogik)
PERBANDINGAN PERIBAHASA SUNDA DAN INDONESIA (Kajian Semantik Formal dan Etnopedagogik)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perbandingan peribahasa Sunda‐Indonesia secara semantik formal dan etnopedagogik dalam peribahasa yang memiliki makna ...
Profil Pelajar Pancasila dalam Peribahasa Indonesia yang Mengandung Unsur Makanan dan Cita Rasanya
Profil Pelajar Pancasila dalam Peribahasa Indonesia yang Mengandung Unsur Makanan dan Cita Rasanya
Peribahasa berkaitan dengan budaya dan bahasa suatu bangsa. Peribahasa Indonesia berjumlah banyak, di antaranya yang mengandung unsur makanan dan cita rasanya. Makanan merupakan ke...
PERIBAHASA SUNDA (Kajian Struktur, Semantik, dan Psikolinguistik)
PERIBAHASA SUNDA (Kajian Struktur, Semantik, dan Psikolinguistik)
Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur peribahasa Sundaditinjau dari unsur fungsional sintaksisnya (tata kalimat), menganalisis dan mendeskripsika...
Analisis Fungsi Peribahsa Jepang Yang Mengandung Unsur Binatang
Analisis Fungsi Peribahsa Jepang Yang Mengandung Unsur Binatang
Japanesse proverb(kotowaza) is an expression which is figurately expressed by someone to another one as an insinuation, advice, life experience, and a game. There are a lot of Japa...
LEKSIKON BUDAYA DALAM UNGKAPAN PERIBAHASA SUNDA (Kajian Antropolinguistik)
LEKSIKON BUDAYA DALAM UNGKAPAN PERIBAHASA SUNDA (Kajian Antropolinguistik)
AbstrakPenelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan leksikon budaya yang ada dalam ungkapan dan peribahasa Sunda. Deskripsinya memiliki empat hal, yaitu kosa kata budaya d...
Kesantunan dalam Tindak Tutur Melalui Kotowaza: Kajian Pragmatik
Kesantunan dalam Tindak Tutur Melalui Kotowaza: Kajian Pragmatik
This research focuses on politeness in speech acts through kotowaza (Japanese proverbs). The principle of politeness is needed for daily activities, especially in interacting with ...
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM PERIBAHASA BANJAR
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM PERIBAHASA BANJAR
Nilai-nilai religius banyak tersimpan dalam sastra Banjar, seperti peribahasa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai-nilai religius yang terdapat dalam peribahas...

