Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HAJI DAN UMRAH DI MASA PANDEMI: TANTANGAN DAN STRATEGI

View through CrossRef
Pada tahun 2020, pelaksanaan haji dibatasi hanya untuk warga lokal dan ekspatriat yang sudah berada di Arab Saudi, dengan jumlah jamaah yang sangat terbatas. Kebijakan ini tentu berdampak pada jutaan calon jamaah dari berbagai negara termasuk Indonesia, yang harus menunda keberangkatan mereka. Selain itu, berbagai regulasi baru seperti penerapan protokol kesehatan ketat, vaksinasi wajib, serta pembatasan kapasitas penginapan dan transportasi turut mengubah dinamika penyelenggaraan ibadah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pandemi COVID-19 mempengaruhi pelaksanaan ibadah haji dan umrah, termasuk kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi serta dampaknya bagi jamaah dan sektor terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengana agen perjalan Haji dan Umrah, studi kepustakaan dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan pembatalan ibadah haji 2020 dan penutupan akses jamaah dari luar Arab Saudi untuk melindungi kesehatan. Bisnis biro perjalanan haji dan umrah mengalami kerugian besar, sekitar Rp 2 triliun/bulan, karena pelarangan visa umrah. Untuk bertahan, biro umrah mengeluarkan dana darurat dan diversifikasi bisnis. Pada 2021, pelaksanaan haji belum jelas dengan tiga opsi mitigasi, dan jamaah dibatasi berdasarkan usia serta wajib mematuhi protokol kesehatan. Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan ibadah dengan kondisi pandemi yang masih menantang.
Title: HAJI DAN UMRAH DI MASA PANDEMI: TANTANGAN DAN STRATEGI
Description:
Pada tahun 2020, pelaksanaan haji dibatasi hanya untuk warga lokal dan ekspatriat yang sudah berada di Arab Saudi, dengan jumlah jamaah yang sangat terbatas.
Kebijakan ini tentu berdampak pada jutaan calon jamaah dari berbagai negara termasuk Indonesia, yang harus menunda keberangkatan mereka.
Selain itu, berbagai regulasi baru seperti penerapan protokol kesehatan ketat, vaksinasi wajib, serta pembatasan kapasitas penginapan dan transportasi turut mengubah dinamika penyelenggaraan ibadah ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pandemi COVID-19 mempengaruhi pelaksanaan ibadah haji dan umrah, termasuk kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi serta dampaknya bagi jamaah dan sektor terkait.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif.
Data diperoleh melalui wawancara dengana agen perjalan Haji dan Umrah, studi kepustakaan dan analisis dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan pembatalan ibadah haji 2020 dan penutupan akses jamaah dari luar Arab Saudi untuk melindungi kesehatan.
Bisnis biro perjalanan haji dan umrah mengalami kerugian besar, sekitar Rp 2 triliun/bulan, karena pelarangan visa umrah.
Untuk bertahan, biro umrah mengeluarkan dana darurat dan diversifikasi bisnis.
Pada 2021, pelaksanaan haji belum jelas dengan tiga opsi mitigasi, dan jamaah dibatasi berdasarkan usia serta wajib mematuhi protokol kesehatan.
Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan ibadah dengan kondisi pandemi yang masih menantang.

Related Results

Strategi Pemasaran Produk Paket Ibadah Haji dan Umrah di Rizkia Tour & Travel Cabang Bukittinggi
Strategi Pemasaran Produk Paket Ibadah Haji dan Umrah di Rizkia Tour & Travel Cabang Bukittinggi
The rapid development of the Haji and Umrah Travel Bureau industry at this time requires that a Haji and Umrah travel agency company must have the ability to compete. To address th...
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Haji reguler, haji plus, dan haji furoda adalah jenis-jenis program haji yang berbeda dengan fitur dan ketentuan masing-masing: Haji Reguler: Program ini merupakan haji yang dilaku...
Force Majeure Clause in Umrah Contract: Safeguarding Malaysian Umrah Travellers Post-COVID-19 Pandemic
Force Majeure Clause in Umrah Contract: Safeguarding Malaysian Umrah Travellers Post-COVID-19 Pandemic
Thousands of Umrah trips were cancelled by the domestic tour operators after the Saudi government restricted travel to the Holy City of Mecca and Medina due to the rapid spread of ...
Metode Bimbingan Lembaga Tabung Haji Terhadap Jemaah Haji Malaysia: Satu Penilaian Awal
Metode Bimbingan Lembaga Tabung Haji Terhadap Jemaah Haji Malaysia: Satu Penilaian Awal
Lembaga Tabung Haji (TH) merupakan institusi yang menguruskan simpanan umat Islam Malaysia serta perjalanan jemaah haji Malaysia bermula dari tanahair sehingga sempurna segala urus...
PELAKSANAAN BADAL HAJI SEBAGAI PROFIT DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (The Implementation of The Badal Hajj As Profit In Terms Of Islamic Law)
PELAKSANAAN BADAL HAJI SEBAGAI PROFIT DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (The Implementation of The Badal Hajj As Profit In Terms Of Islamic Law)
Badal haji merupakan ibadah haji yang dilakukan seorang muslim untuk menggantikan pelaksanaan ibadah haji orang lain. Badal haji identik dengan upah karena ibadah haji yang diganti...
Analysis of Pilgrims in Deciding to Register for Umrah on AET Travel
Analysis of Pilgrims in Deciding to Register for Umrah on AET Travel
The role of the Umrah and Hajj Travel Bureau is very important for those carrying out the Hajj and Umrah pilgrimages, considering the very high value of the pilgrimage, and its imp...
PROBLEMATIKA BADAL UMRAH DI INDONESIA
PROBLEMATIKA BADAL UMRAH DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan badal umrah serta problematikanya yang ada di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian Library Research atau studi kepu...

Back to Top