Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Kejadian ISPA dengan Status Gizi pada Anak Balita

View through CrossRef
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yakni infeksi bersifat akut pada suatu bagian ataupun lebih pada saluran pernapasan yang dimulai dari hidung ke alveolus, mencakup pula adneksanya (sinus, rongga telinga bagian tengah serta pleura), dimana indikasi muncul paling lama 10 hari. ISPA merupakan sebab utama morbiditas serta mortalitas pada sebuah negara berkembang khususnya anak-anak usia balita. Tingginya prevalensi ISPA pada balita ditengarai berkorelasi dengan status gizinya. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis korelasi status gizi dengan peristiwa infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang anak dibawah lima tahun khususnya 12-59 bulan yang ada di UPT Kesmas Tegalalang II Gianyar selama tahun 2019. Penelitian menerapkan pendekatan analitik cross sectional yang mengambil data sekunder berupa 84 rekam medis balita UPT Kesmas Tegalalang II Gianyar di tahun 2019. Data rekam medis balita dianalisis secara univariat guna melihat persentase frekuensi dan proporsi setiap variabel serta secara bivariat dengan pengujian chi-square guna melihat pengaruh status gizi pada kasus ISPA dimana nilai signifikansi p <0,05. Dari data yang dikumpulkan memperlihatkan balita yang mengalami ISPA ringan 73 orang (86,9%) dan ISPA sedang-berat 11 orang (13,1%). Sementara itu, balita dengan status gizi yang buruk sejumlah 8 orang (9,5%), status gizi yang kurang 23 orang (27,4), status gizi baik 47 orang (56%) dan status gizi lebih 6 orang (7,1%). Hasil analisis bivariat menunjukan adanya korelasi bermakna antara ISPA pada status gizi balita (nilai p=0,005). Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan bermakna antara ISPA dan status gizi balita yang ada pada UPT Kesmas Tegalalang II Kabupaten Gianyar tahun 2019.
Title: Hubungan Kejadian ISPA dengan Status Gizi pada Anak Balita
Description:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yakni infeksi bersifat akut pada suatu bagian ataupun lebih pada saluran pernapasan yang dimulai dari hidung ke alveolus, mencakup pula adneksanya (sinus, rongga telinga bagian tengah serta pleura), dimana indikasi muncul paling lama 10 hari.
ISPA merupakan sebab utama morbiditas serta mortalitas pada sebuah negara berkembang khususnya anak-anak usia balita.
Tingginya prevalensi ISPA pada balita ditengarai berkorelasi dengan status gizinya.
Penelitian ini bertujuan guna menganalisis korelasi status gizi dengan peristiwa infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang anak dibawah lima tahun khususnya 12-59 bulan yang ada di UPT Kesmas Tegalalang II Gianyar selama tahun 2019.
Penelitian menerapkan pendekatan analitik cross sectional yang mengambil data sekunder berupa 84 rekam medis balita UPT Kesmas Tegalalang II Gianyar di tahun 2019.
Data rekam medis balita dianalisis secara univariat guna melihat persentase frekuensi dan proporsi setiap variabel serta secara bivariat dengan pengujian chi-square guna melihat pengaruh status gizi pada kasus ISPA dimana nilai signifikansi p <0,05.
Dari data yang dikumpulkan memperlihatkan balita yang mengalami ISPA ringan 73 orang (86,9%) dan ISPA sedang-berat 11 orang (13,1%).
Sementara itu, balita dengan status gizi yang buruk sejumlah 8 orang (9,5%), status gizi yang kurang 23 orang (27,4), status gizi baik 47 orang (56%) dan status gizi lebih 6 orang (7,1%).
Hasil analisis bivariat menunjukan adanya korelasi bermakna antara ISPA pada status gizi balita (nilai p=0,005).
Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan bermakna antara ISPA dan status gizi balita yang ada pada UPT Kesmas Tegalalang II Kabupaten Gianyar tahun 2019.

Related Results

Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Abstract. ISPA is still the cause of the highest mortality rate in children. According to WHO, worldwide the death rate of ISPA in toddlers is around ±13 million per year. Accordin...
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Ispa pada Pasien Balita
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Ispa pada Pasien Balita
Abstract. ISPA is still the cause of the highest number of illnesses and deaths in children. According to WHO, worldwide ISPA has a mortality rate in toddlers of around ±13 million...
Analisis Faktor Individu Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Nafas Pada Balita Di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya
Analisis Faktor Individu Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Nafas Pada Balita Di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya
Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang umum terjadi pada balita dan menjadi salah satu penyebab utama angka kesakitan dan kematian anak di I...
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyand...
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...

Back to Top