Javascript must be enabled to continue!
Diskriminasi Reformasi Hukum Pertanian: Perjuangan Petani untuk Mendapatkan Akses Pupuk Subsidi
View through CrossRef
Penyusunan Akses pupuk subsidi telah menjadi masalah serius bagi petani. Perjuangan untuk mendapatkan keadilan pupuk subsidi faktanya terbatas hanya bagi petani yang memiliki lahan. Hal ini justru menimbulkan diskriminasi dalam pemenuhan hak asasi manusia yang adil dan merata khususnya bagi petani penggarap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan ketidakadilan akses pupuk subsidi bagi petani telah menunjukkan bentuk diskriminasi kebijakan di Kementerian pertanian. Penelitian ini menggunakan metode sosio-legal. Dengan mempertajam analisis doktrinal dan mempertimbangkan prinsip-prinsip persamaan dalam melindungi petani dalam memperoleh akses pupuk subsidi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses pupuk subsidi bagi petani dapat menyebabkan munculnya ancaman dalam pemenuhan hak asasi manusia dalam bentuk: Pertama, distribusi pupuk yang tidak tepat sasaran dan diimbangi dengan kurang pengawasan menyebabkan aliran pupuk bersubsidi menjadi berbelit dan tidak sesuai dengan perutukannya. Kedua, dampak dari akses pupuk bersubsidi yang berbelit menyebabkan terjadinya diskriminasi dalam proses distribusi tersebut hingga mengancam pada pemenuhan hak asasi manusia yang adil dan merata. Ketiga, Regulasi yang diterbitkan oleh kementerian pertanian dalam pendistribusian pupuk bersubsidi menunjukkan adanya celah ketimpangan hukum hingga berdampak pada sikap diskriminatif terhadap petani.
Title: Diskriminasi Reformasi Hukum Pertanian: Perjuangan Petani untuk Mendapatkan Akses Pupuk Subsidi
Description:
Penyusunan Akses pupuk subsidi telah menjadi masalah serius bagi petani.
Perjuangan untuk mendapatkan keadilan pupuk subsidi faktanya terbatas hanya bagi petani yang memiliki lahan.
Hal ini justru menimbulkan diskriminasi dalam pemenuhan hak asasi manusia yang adil dan merata khususnya bagi petani penggarap.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan ketidakadilan akses pupuk subsidi bagi petani telah menunjukkan bentuk diskriminasi kebijakan di Kementerian pertanian.
Penelitian ini menggunakan metode sosio-legal.
Dengan mempertajam analisis doktrinal dan mempertimbangkan prinsip-prinsip persamaan dalam melindungi petani dalam memperoleh akses pupuk subsidi di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses pupuk subsidi bagi petani dapat menyebabkan munculnya ancaman dalam pemenuhan hak asasi manusia dalam bentuk: Pertama, distribusi pupuk yang tidak tepat sasaran dan diimbangi dengan kurang pengawasan menyebabkan aliran pupuk bersubsidi menjadi berbelit dan tidak sesuai dengan perutukannya.
Kedua, dampak dari akses pupuk bersubsidi yang berbelit menyebabkan terjadinya diskriminasi dalam proses distribusi tersebut hingga mengancam pada pemenuhan hak asasi manusia yang adil dan merata.
Ketiga, Regulasi yang diterbitkan oleh kementerian pertanian dalam pendistribusian pupuk bersubsidi menunjukkan adanya celah ketimpangan hukum hingga berdampak pada sikap diskriminatif terhadap petani.
Related Results
Analisis Prinsip Muamalah terhadap Pembatasan Subsidi Pupuk dalam Permentan No 01 Tahun 2024
Analisis Prinsip Muamalah terhadap Pembatasan Subsidi Pupuk dalam Permentan No 01 Tahun 2024
Abstract. Indonesia, as an agrarian country, relies heavily on the agricultural sector, which serves as the backbone of the national economy. The government provides fertilizer sub...
Peran Teknologi Pertanian Cerdas (Smart Farming) untuk Generasi Pertanian Indonesia
Peran Teknologi Pertanian Cerdas (Smart Farming) untuk Generasi Pertanian Indonesia
Smart Farming atau pertanian digital adalah solusi pintar di sektor pertanian yang memanfaatkan sistem jaringan berbasis Internet of Things (IoT) untuk melakukan pemantauan dan pen...
KARAKTERISTIK PETANI PADI PROVINSI RIAU : ANALISIS CLUSTER DAN BIPLOT
KARAKTERISTIK PETANI PADI PROVINSI RIAU : ANALISIS CLUSTER DAN BIPLOT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik profil petani padi pengguna pupuk subsidi dengan analisis cluster dan biplot. Dengan mengetahui kluster karakteristik ini ...
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI PADA TANAH GAMBUT
Pengembangan jagung semi memiliki prospek yang baik karena permintaan pasar yang tinggi namun tidak didukung oleh produksinya. Upaya untuk memenuhi permintaan jagung semi yang teru...
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...
UPAYA PEMBERDAYAAN PETANI LAHAN KERING UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DAN KETAHANAN PANGAN
UPAYA PEMBERDAYAAN PETANI LAHAN KERING UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DAN KETAHANAN PANGAN
Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya petani lahan kering di Kabupaten Belu dalam mempertahankan volume produksi pertanian melal...
UPAYA PEMBERDAYAAN PETANI LAHAN KERING UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DAN KETAHANAN PANGAN
UPAYA PEMBERDAYAAN PETANI LAHAN KERING UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DAN KETAHANAN PANGAN
Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya petani lahan kering di Kabupaten Belu dalam mempertahankan volume produksi pertanian melal...
Mekanisme Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di PT AR II Penjualan Daerah Lampung
Mekanisme Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di PT AR II Penjualan Daerah Lampung
PT AR II merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di produsen dan distributor pupukĀ bersubsidi dan nonsubsidi bagi kelompok tani. PT AR II cabang Lampung merupakan anak cabang atau...

