Javascript must be enabled to continue!
Analisis Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Efi-Efi Kecamatan Tobelo Selatan Halmahera Utara
View through CrossRef
Potensi perikanan yang melimpah di Halmahera Utara menjadi kekuatan besar bagi masyarakat nelayan untuk memanfaatkan laut sebaik mungkin khususnya pada sektor perikanan tangkap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mensejahterakan kehidupan masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial dan ekonomi masyarakat nelayan dengan menggunakan analisis deskriptif dan Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial masyarakat nelayan Desa Efi-Efi masih rendah, tergambar dari pendidikan formal nelayan yang rendah. Rata-rata distribusi Nilai Tukar Nelayan masyarakat nelayan Desa Efi-Efi di atas angka satu yaitu nelayan yang memiliki NTN di bawah angka satu mulai dari 0,94-0,99 sebanyak 3 orang, NTN yang berada di sekitar atau di atas angka satu mulai dari 1,08-3,31 sebanyak 37 orang sehingga disimpulkan bahwa nelayan mempunyai tingkat kesejahteraan cukup baik untuk memenuhi kebutuhan subsistennya dan mempunyai potensi untuk mengkonsumsi kebutuhan sekunder atau kebutuhan tersier maupun menabung
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Title: Analisis Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Efi-Efi Kecamatan Tobelo Selatan Halmahera Utara
Description:
Potensi perikanan yang melimpah di Halmahera Utara menjadi kekuatan besar bagi masyarakat nelayan untuk memanfaatkan laut sebaik mungkin khususnya pada sektor perikanan tangkap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mensejahterakan kehidupan masyarakat nelayan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial dan ekonomi masyarakat nelayan dengan menggunakan analisis deskriptif dan Nilai Tukar Nelayan (NTN).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial masyarakat nelayan Desa Efi-Efi masih rendah, tergambar dari pendidikan formal nelayan yang rendah.
Rata-rata distribusi Nilai Tukar Nelayan masyarakat nelayan Desa Efi-Efi di atas angka satu yaitu nelayan yang memiliki NTN di bawah angka satu mulai dari 0,94-0,99 sebanyak 3 orang, NTN yang berada di sekitar atau di atas angka satu mulai dari 1,08-3,31 sebanyak 37 orang sehingga disimpulkan bahwa nelayan mempunyai tingkat kesejahteraan cukup baik untuk memenuhi kebutuhan subsistennya dan mempunyai potensi untuk mengkonsumsi kebutuhan sekunder atau kebutuhan tersier maupun menabung.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
ABSTRAK: Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah kedatangan orang Bugis di Desa Polewali Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan? (2) Bagaimana kond...
PERSEPSI MASYARAKAT NELAYAN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM STUDI DESA UJUNG BATU KAWASAN PESISIR UTARA PULAU JAWA (DITINJAU ASPEK SOSIAL EKONOMI)
PERSEPSI MASYARAKAT NELAYAN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM STUDI DESA UJUNG BATU KAWASAN PESISIR UTARA PULAU JAWA (DITINJAU ASPEK SOSIAL EKONOMI)
Perubahan iklim adalah konflik utama masyarakat nelayan sama halnya bagi masyarakat nelayan Desa Ujung Batu. Perubahan iklim berakibat pada ekonomi dan sosial masyarakat nelayan ya...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR PANTAI BLANAKAN KABUPATEN SUBANG
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR PANTAI BLANAKAN KABUPATEN SUBANG
Pemberdayaan adalah salah satu konsep didalam meningkatkan kualitas, baik kualitas sumberdaya manusia atau kualitas perekonomian. Masyarakat nelayan sebagai masyarakat yang memanfa...

