Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU IMPULSIVE BUYING DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA DEWASA AWAL
View through CrossRef
Berkembangnya dunia pemasaran membuat banyak Perusahaan yang melakukan pemasaran dengan ide-ide yang unik dan dapat menarik pelanggan untuk membeli barang produksinya. Hal ini juga menyebabkan kemunculan fenomena impulsive buying, menurut beberapa studi impulsive buying sendiri dapat menimbulkan emosi negatif bagi individu sehingga memiliki dampak yang buruk untuk kehidupan sehari-hari. Impulsive buying sendiri juga sering dialami oleh individu dewasa awal. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara impulsive buying dengan subjective well-being pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode snowball secara online sesuai kebutuan peneliti. Partisipan dari penelitian ini juga terdiri dari 366 partisipan yang memiliki rentang umur 18-25 tahun. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur impulsive buying adalah Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS) sedangkan subjective well-being menggunakan alat ukur Satisfaction with life scale (SWLS) dan positive affect and negative affect scale (PANAS). Hasil penelitian yang didapat juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara perilaku impulsive buying dengan subjective well-being, dengan nilai r= -.140 dan p= .007 < .05. Hasil lain yang didapatkan juga terdapat hubungan positif antara impulsive buying dengan emosi negatif dan terdapat hubungan yang negatif antara impulsive buying dengan kepuasan hidup dan emosi positif. Hal ini menyatakan bahwa semakin rendah impulsive buying maka semakin tinggi subjective well-being.
Goacademica Research and Publishing
Title: HUBUNGAN ANTARA PERILAKU IMPULSIVE BUYING DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA DEWASA AWAL
Description:
Berkembangnya dunia pemasaran membuat banyak Perusahaan yang melakukan pemasaran dengan ide-ide yang unik dan dapat menarik pelanggan untuk membeli barang produksinya.
Hal ini juga menyebabkan kemunculan fenomena impulsive buying, menurut beberapa studi impulsive buying sendiri dapat menimbulkan emosi negatif bagi individu sehingga memiliki dampak yang buruk untuk kehidupan sehari-hari.
Impulsive buying sendiri juga sering dialami oleh individu dewasa awal.
Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara impulsive buying dengan subjective well-being pada dewasa awal.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode snowball secara online sesuai kebutuan peneliti.
Partisipan dari penelitian ini juga terdiri dari 366 partisipan yang memiliki rentang umur 18-25 tahun.
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur impulsive buying adalah Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS) sedangkan subjective well-being menggunakan alat ukur Satisfaction with life scale (SWLS) dan positive affect and negative affect scale (PANAS).
Hasil penelitian yang didapat juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara perilaku impulsive buying dengan subjective well-being, dengan nilai r= -.
140 dan p= .
007 < .
05.
Hasil lain yang didapatkan juga terdapat hubungan positif antara impulsive buying dengan emosi negatif dan terdapat hubungan yang negatif antara impulsive buying dengan kepuasan hidup dan emosi positif.
Hal ini menyatakan bahwa semakin rendah impulsive buying maka semakin tinggi subjective well-being.
Related Results
Pengaruh Kontrol Diri terhadap Perilaku Impulsive Buying pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial Tiktok di Bandung
Pengaruh Kontrol Diri terhadap Perilaku Impulsive Buying pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial Tiktok di Bandung
Abstract. The rapid development of technology has greatly facilitated purchasing activities, including those conducted through social media. TikTok Shop, a new feature of the TikTo...
Pengaruh Hedonic Shopping Value dan Shopping Lifestyle terhadap Impulsive Buying pada Konsumen Shopee
Pengaruh Hedonic Shopping Value dan Shopping Lifestyle terhadap Impulsive Buying pada Konsumen Shopee
Abstract. The development of increasingly advanced information technology has made the internet not only a medium of communication, but also a shopping center for consumers online....
Pengaruh Online Behavioral Advertising, Hedonic Shopping, dan Discount terhadap Impulsive Buying pada Tiktok Shop dengan Mediasi Positive Emotion (Survey pada Pengguna TikTok Shop di Kota Padang)
Pengaruh Online Behavioral Advertising, Hedonic Shopping, dan Discount terhadap Impulsive Buying pada Tiktok Shop dengan Mediasi Positive Emotion (Survey pada Pengguna TikTok Shop di Kota Padang)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Online Behavioural Advertising, Hedonic Shopping, dan Discount terhadap Impulsive Buying pada Tiktok Shop dengan Mediasi Positive...
Pengaruh Celebrity Worship Terhadap Perilaku Impulsive Buying pada Penggemar Pembeli Merchandise Jaemin NCT Dream
Pengaruh Celebrity Worship Terhadap Perilaku Impulsive Buying pada Penggemar Pembeli Merchandise Jaemin NCT Dream
Indonesia memiliki penggemar K-Pop dengan persentase 23% yang artinya masyarakat di Indonesia merupakan salah satu penggemar K-Pop terbanyak di dunia. Jaemin merupakan Most Popular...
[RETRACTED] Keanu Reeves CBD Gummies v1
[RETRACTED] Keanu Reeves CBD Gummies v1
[RETRACTED]Keanu Reeves CBD Gummies ==❱❱ Huge Discounts:[HURRY UP ] Absolute Keanu Reeves CBD Gummies (Available)Order Online Only!! ❰❰= https://www.facebook.com/Keanu-Reeves-CBD-G...
Peran Celebrity Worship dalam Hubungan Self Esteem dan Compulsive Buying
Peran Celebrity Worship dalam Hubungan Self Esteem dan Compulsive Buying
Abstract. The phenomenon of the Korean wave (hallyu), which has increasingly developed in Indonesia, has encouraged various behaviors among K-Pop fans, one of which is compulsive b...
Hubungan Eating Behavior dan Sedentary Lifestyle dengan Status Gizi Lebih pada Remaja Fase Awal
Hubungan Eating Behavior dan Sedentary Lifestyle dengan Status Gizi Lebih pada Remaja Fase Awal
Latar Belakang: Gizi lebih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang serius serta memiliki dampak negatif yang dapat menurunkan kualitas hidup. Remaja dengan gizi lebi...
Hubungan antara Self-Esteem dengan Hubungan Parasosial pada NCTzen Dewasa Awal
Hubungan antara Self-Esteem dengan Hubungan Parasosial pada NCTzen Dewasa Awal
Abstract. Parasocial relationships refer to fans reactions towards their idols, resulting in feelings of closeness and attachment. The age range that finds parasocial relationships...

