Javascript must be enabled to continue!
Studi Transformasi Morfologi Tata Guna Lahan Koridor Braga
View through CrossRef
Abstract. The Braga Corridor experienced physical development from the center of Bandung which resulted in the problem of physical space unity. One of its phenomena is characterized by the presence of dead buildings and conditions of trade and services that have disappeared from their historical existence. From this phenomenon, an issue was obtained, namely the occurrence of problems of physical space unity, especially the morphology of land use in the Braga corridor. Based on the issue, the study question arises, namely "How is the transformation that occurred in the morphology of land use in the Braga corridor?" So that the purpose of this study is to identify transformations that occur in the morphology of land use in the Braga corridor. Epistemologically, the study uses the morphological theory of cities. Axiologically, this study uses a morphological approach with synchronous and diachronic analysis methods by comparing maps of historical periods with existing maps. The conclusion of this study is that the transformations that occurred in the morphology of the Braga corridor were quite high and resulted in their identity or historical relics being lost slowly due to increasingly uncontrollable developments.
Abstrak. Koridor Braga mengalami perkembangan fisik dari pusat Kota Bandung yang mengakibatkan terjadinya masalah kesatuan ruang fisik. Salah satu fenomenanya ditandai dengan adanya bangunan mati dan kondisi perdagangan dan jasa yang sudah hilang dari eksistensi sejarahnya. Dari fenomena tersebut didapatkan isu yaitu terjadinya permasalahan kesatuan ruang fisik terutama morfologi tata guna lahan pada koridor Braga. Berdasarkan isu, muncul pertanyaan studi yaitu “Bagaimana transformasi yang terjadi pada morfologi tata guna lahan di koridor Braga?” Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi transformasi yang terjadi pada morfologi tata guna lahan di koridor Braga. Secara epistimologi, studi ini menggunakan teori morfologi kota. Secara aksiologi, studi ini menggunakan pendekatan morfologi dengan metode analisis sinkronik dan diakronik dengan cara membandingkan peta-peta periode sejarah dengan peta eksisting. Kesimpulan dari studi ini yaitu teridentifikasi transformasi yang terjadi pada morfologi koridor Braga cukup tinggi dan mengakibatkan identitas atau peninggalan sejarahnya hilang perlahan karena perkembangan yang semakin tidak terkendali.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Studi Transformasi Morfologi Tata Guna Lahan Koridor Braga
Description:
Abstract.
The Braga Corridor experienced physical development from the center of Bandung which resulted in the problem of physical space unity.
One of its phenomena is characterized by the presence of dead buildings and conditions of trade and services that have disappeared from their historical existence.
From this phenomenon, an issue was obtained, namely the occurrence of problems of physical space unity, especially the morphology of land use in the Braga corridor.
Based on the issue, the study question arises, namely "How is the transformation that occurred in the morphology of land use in the Braga corridor?" So that the purpose of this study is to identify transformations that occur in the morphology of land use in the Braga corridor.
Epistemologically, the study uses the morphological theory of cities.
Axiologically, this study uses a morphological approach with synchronous and diachronic analysis methods by comparing maps of historical periods with existing maps.
The conclusion of this study is that the transformations that occurred in the morphology of the Braga corridor were quite high and resulted in their identity or historical relics being lost slowly due to increasingly uncontrollable developments.
Abstrak.
Koridor Braga mengalami perkembangan fisik dari pusat Kota Bandung yang mengakibatkan terjadinya masalah kesatuan ruang fisik.
Salah satu fenomenanya ditandai dengan adanya bangunan mati dan kondisi perdagangan dan jasa yang sudah hilang dari eksistensi sejarahnya.
Dari fenomena tersebut didapatkan isu yaitu terjadinya permasalahan kesatuan ruang fisik terutama morfologi tata guna lahan pada koridor Braga.
Berdasarkan isu, muncul pertanyaan studi yaitu “Bagaimana transformasi yang terjadi pada morfologi tata guna lahan di koridor Braga?” Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi transformasi yang terjadi pada morfologi tata guna lahan di koridor Braga.
Secara epistimologi, studi ini menggunakan teori morfologi kota.
Secara aksiologi, studi ini menggunakan pendekatan morfologi dengan metode analisis sinkronik dan diakronik dengan cara membandingkan peta-peta periode sejarah dengan peta eksisting.
Kesimpulan dari studi ini yaitu teridentifikasi transformasi yang terjadi pada morfologi koridor Braga cukup tinggi dan mengakibatkan identitas atau peninggalan sejarahnya hilang perlahan karena perkembangan yang semakin tidak terkendali.
Related Results
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK 4 SEGMEN KORIDOR JALAN UTAMA KOTA TANGERANG SELATAN (JL. PAHLAWAN SERIBU, JL. KAPTEN SOEBIANTO DJOJOHADIKUSUMO, JL. RAYA RAWABUNTU, DAN JL. BUARAN)
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK 4 SEGMEN KORIDOR JALAN UTAMA KOTA TANGERANG SELATAN (JL. PAHLAWAN SERIBU, JL. KAPTEN SOEBIANTO DJOJOHADIKUSUMO, JL. RAYA RAWABUNTU, DAN JL. BUARAN)
A good road corridor is one that pays attention to functionality, quality, and aesthetics, all optimized to meet road corridor planning standards. The profile of physical condition...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
ELEMEN VEGETASI DALAM PENATAAN RUANG KOTA PADA KORIDOR JALAN JAMIN GINTING BERASTAGI
ELEMEN VEGETASI DALAM PENATAAN RUANG KOTA PADA KORIDOR JALAN JAMIN GINTING BERASTAGI
ABSTRAK
Representasi suatu ruang kota dapat diidentifikasi melalui aspek estetika lingkungan. Salah satu unsur utama lingkungan adalah vegetasi. Vegetasi berperan sebagai ele...
tugas hukum tata negara
tugas hukum tata negara
Tujuan Hukum Tata Negara yang di simpulkan beberapa definisi di atas,bahwa hukum HTN mengkaji beberapa aspek krusial,yakni Negara/ organ Negara,hubungan antara organ/lembaga Negara...
Koridor Karangwangi Sebagai ‘Main Street’ Kota Cirebon
Koridor Karangwangi Sebagai ‘Main Street’ Kota Cirebon
AbstrakKoridor Karangwangi adalah salah satu Jalan protokol di kota Cirebon,yang merupakan gabungan dari 2(dua) ruas Jalan , yaitu Jalan Karanggetas dan Jalan Siliwangi. Koridor Ka...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...
PENATAAN SISTEM VEGETASI DI KORIDOR JALAN JAMIN GINTING PANCUR BATU
PENATAAN SISTEM VEGETASI DI KORIDOR JALAN JAMIN GINTING PANCUR BATU
Perencanaan sistem vegetasi yang terarah untuk suatu koridor menjadi hal penting untuk dikaji, apalagi kalau koridor tersebut merupakan ruang linear yang penting dalam suatu kota. ...

