Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Deep Transfer Learning untuk Meningkatkan Akurasi Klasifikasi pada Citra Dermoskopi Kanker Kulit

View through CrossRef
Kanker kulit benign (jinak) dan malignant (ganas) merupakan jenis kanker kulit yang sering dijumpai. Tanda-tanda kanker kulit penting untuk diketahui dengan diagnosis dini agar dapat diberikan penanganan yang tepat, sehingga dapat mengurangi tingkat kematian penderitanya. Citra dermoskopi menjadi salah satu media diagnosis yang telah banyak dikembangkan oleh peneliti. Analisis citra dermoskopi memberikan hasil lebih optimal dalam diagnosis berbasis komputasi dibandingkan deteksi visual. Model yang berhasil diterapkan dalam diagnosis berbasis komputasi tersebut di antaranya deep learning dan transfer learning, tetapi masih diperlukan optimalisasi. Pada penelitian ini, dilakukan klasifikasi citra dermoskopi kanker kulit ke dalam dua kelas (benign dan malignant) dengan memanfaatkan transfer learning. Untuk meningkatkan akurasi penelitian yang telah dilakukan sebelumnya pada dataset publik dari Kaggle dengan jumlah 3.297 citra, penelitian ini menggunakan 2.000 citra. Penelitian ini membandingkan dua pre-trained model, yaitu VGG-16 dan residual network (ResNet)-50 yang digunakan sebagai feature extractor. Selanjutnya dilakukan fine-tuning dengan menambahkan flatten layer, dua dense layer dengan fungsi aktivasi ReLU, dan satu dense layer dengan fungsi aktivasi Softmax untuk melakukan klasifikasi ke dalam dua kelas. Hyper parameter tuning pada optimizer, batch size, learning rate, dan epoch dilakukan untuk mendapatkan kombinasi parameter dengan kinerja terbaik pada masing-masing model. Sebelum dilakukan hyper parameter tuning, model diuji dengan resize citra masukan menggunakan ukuran yang berbeda-beda. Hasil pengujian model menggunakan citra uji pada model VGG-16 memberikan kinerja terbaiknya pada ukuran citra 128 × 128 piksel dengan kombinasi parameter Adam sebagai optimizer, batch size 64, learning rate 0,001, dan epoch 10 dengan nilai akurasi 91% dan loss 0,2712. Model ResNet-50 memberikan akurasi yang lebih baik, yaitu 94%, dan loss 0,2198 dengan parameter optimizer RMSprop, batch size 64, learning rate 0,0001, dan epoch 100. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa metode yang diusulkan memberikan akurasi yang baik dan dapat membantu dermatologi dalam deteksi dini kanker kulit.
Title: Deep Transfer Learning untuk Meningkatkan Akurasi Klasifikasi pada Citra Dermoskopi Kanker Kulit
Description:
Kanker kulit benign (jinak) dan malignant (ganas) merupakan jenis kanker kulit yang sering dijumpai.
Tanda-tanda kanker kulit penting untuk diketahui dengan diagnosis dini agar dapat diberikan penanganan yang tepat, sehingga dapat mengurangi tingkat kematian penderitanya.
Citra dermoskopi menjadi salah satu media diagnosis yang telah banyak dikembangkan oleh peneliti.
Analisis citra dermoskopi memberikan hasil lebih optimal dalam diagnosis berbasis komputasi dibandingkan deteksi visual.
Model yang berhasil diterapkan dalam diagnosis berbasis komputasi tersebut di antaranya deep learning dan transfer learning, tetapi masih diperlukan optimalisasi.
Pada penelitian ini, dilakukan klasifikasi citra dermoskopi kanker kulit ke dalam dua kelas (benign dan malignant) dengan memanfaatkan transfer learning.
Untuk meningkatkan akurasi penelitian yang telah dilakukan sebelumnya pada dataset publik dari Kaggle dengan jumlah 3.
297 citra, penelitian ini menggunakan 2.
000 citra.
Penelitian ini membandingkan dua pre-trained model, yaitu VGG-16 dan residual network (ResNet)-50 yang digunakan sebagai feature extractor.
Selanjutnya dilakukan fine-tuning dengan menambahkan flatten layer, dua dense layer dengan fungsi aktivasi ReLU, dan satu dense layer dengan fungsi aktivasi Softmax untuk melakukan klasifikasi ke dalam dua kelas.
Hyper parameter tuning pada optimizer, batch size, learning rate, dan epoch dilakukan untuk mendapatkan kombinasi parameter dengan kinerja terbaik pada masing-masing model.
Sebelum dilakukan hyper parameter tuning, model diuji dengan resize citra masukan menggunakan ukuran yang berbeda-beda.
Hasil pengujian model menggunakan citra uji pada model VGG-16 memberikan kinerja terbaiknya pada ukuran citra 128 × 128 piksel dengan kombinasi parameter Adam sebagai optimizer, batch size 64, learning rate 0,001, dan epoch 10 dengan nilai akurasi 91% dan loss 0,2712.
Model ResNet-50 memberikan akurasi yang lebih baik, yaitu 94%, dan loss 0,2198 dengan parameter optimizer RMSprop, batch size 64, learning rate 0,0001, dan epoch 100.
Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa metode yang diusulkan memberikan akurasi yang baik dan dapat membantu dermatologi dalam deteksi dini kanker kulit.

Related Results

Modifikasi Convolutional Neural Network Arsitektur GoogLeNet dengan Dull Razor Filtering untuk Klasifikasi Kanker Kulit
Modifikasi Convolutional Neural Network Arsitektur GoogLeNet dengan Dull Razor Filtering untuk Klasifikasi Kanker Kulit
Kulit merupakan organ luar terluas yang menutupi tubuh manusia. Akibat intensitas tinggi paparan lingkungan luar, kulit dapat mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya ad...
Dampak Positif Kaempferol terhadap Penyakit Kanker: Literature Review
Dampak Positif Kaempferol terhadap Penyakit Kanker: Literature Review
Kaempferol merupakan salah satu jenis flavonoid alami yang menunjukkan efek antiproliferative dan pro-apoptosis pada berbagai jenis sel kanker. Kanker merupakan kondisi dimana sel ...
Karakteristik Penyebab Kanker Payudara
Karakteristik Penyebab Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan penyebab kematian ke 2 setelah kanker rahim. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Padang tentang kejadian kanker payudara, pada tahun...
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT DESA OELOMIN TENTANG KESEHATAN KANKER PAYUDARA MELALUI EDUKASI DAN PEMERIKSAAN SADARI
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT DESA OELOMIN TENTANG KESEHATAN KANKER PAYUDARA MELALUI EDUKASI DAN PEMERIKSAAN SADARI
Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada wanita di seluruh dunia dan menjadi urutan kedua sebagai penyebab kematian terkait kanker setelah kanker. Angka k...
Klasifikasi Kanker Kulit Menggunakan Metode Deep Learning
Klasifikasi Kanker Kulit Menggunakan Metode Deep Learning
Kulit merupakan salah satu komponen penting bagi manusia, salah satunya untuk melindungi tubuh manusia dari paparan langsung oleh ultraviolet atau sinar matahari. Sinar matahari me...
Klasifikasi Kanker Kulit Pada Citra Dermatoskopi Menggunakan CNN
Klasifikasi Kanker Kulit Pada Citra Dermatoskopi Menggunakan CNN
Kesehatan kulit adalah aspek penting dalam kesejahteraan manusia yang sering diabaikan karena dianggap remeh. Terdapat berbagai jenis penyakit kulit, mulai dari alergi, infeksi jam...
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PASIEN KANKER NASOFARING
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PASIEN KANKER NASOFARING
Kanker nasofaring di Indonesia menempati urutan keempat menjadi penyakit kanker terbanyak setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru. Perjalanan kanker nasofaring...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top