Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Modifikasi Bentonit Menggunakan Surfaktan Kationik Benzalkonium Klorida

View through CrossRef
Bentonit alam yang telah dimodifikasi menjadi organobentonit dengan menggunakan surfaktakan kationik Benzalkonium Klorida sebagai agen penginterkalasi dengan berbagai variasi suhu. Material hasil sintesis diaplikasikan sebagai adsorben untuk penyerapan logam berat berupa ion logam Zn2+. Proses adsorpsi dilakukan dalam berbagai variasi kondisi yaitu pH dan waktu kontak. Hasil analisis XRD menunjukkan material bentonit yang telah dimodifikasi berhasil di sintesis, hal ini terlihat dari jarak antar lapis pada suhu 50˚C sebesar 15,06 Å, suhu 60˚C sebesar 16,76 Å dan suhu 70 ˚C sebesar 16,50 Å dibandingkan dengan bentonit alam sebesar 12,09 Å. Spektra FTIR menunjukkan serapan pita 2360 cm-1 yaitu adanya vibrasi C-N dan 1465 cm-1 adanya vibrasi N-H. Hal ini menunjukkan adanya garam ammonium kuartener yang di pada interlayer bentonit. Penentuan pH optimum dan waktu kontak pada saat adsorpsi. Dari pH  4-8 menunjukkan bahwa pH optimum untuk proses adsorpsi ion logam Zn2+ adalah pH 6 dengan daya adsorpsi sebesar 99,914%, sedangkan pada bentonit alam sebesar 92,94%, kemudian untuk waktu kontak adalah di 60-120 menit dengan daya adsorpsi sebesar 97,92% pada suhu sintesis 60˚C serta waktu kontak untuk bentonit alam 85,31%. Data kinetika adsorpsi menggunakan model pseudo second order lebih sesuai untuk menjelaskan proses adsorpsi ion logam Zn2+. Hal ini dapat  disimpulkan bahwa bentonit yang telah dimodifikasi memiliki daya adsorpsi ion logam Zn2+ yang lebih besar di bandingkan dengan bentonit yang belum termodifikasi.
Title: Modifikasi Bentonit Menggunakan Surfaktan Kationik Benzalkonium Klorida
Description:
Bentonit alam yang telah dimodifikasi menjadi organobentonit dengan menggunakan surfaktakan kationik Benzalkonium Klorida sebagai agen penginterkalasi dengan berbagai variasi suhu.
Material hasil sintesis diaplikasikan sebagai adsorben untuk penyerapan logam berat berupa ion logam Zn2+.
Proses adsorpsi dilakukan dalam berbagai variasi kondisi yaitu pH dan waktu kontak.
Hasil analisis XRD menunjukkan material bentonit yang telah dimodifikasi berhasil di sintesis, hal ini terlihat dari jarak antar lapis pada suhu 50˚C sebesar 15,06 Å, suhu 60˚C sebesar 16,76 Å dan suhu 70 ˚C sebesar 16,50 Å dibandingkan dengan bentonit alam sebesar 12,09 Å.
Spektra FTIR menunjukkan serapan pita 2360 cm-1 yaitu adanya vibrasi C-N dan 1465 cm-1 adanya vibrasi N-H.
Hal ini menunjukkan adanya garam ammonium kuartener yang di pada interlayer bentonit.
Penentuan pH optimum dan waktu kontak pada saat adsorpsi.
Dari pH  4-8 menunjukkan bahwa pH optimum untuk proses adsorpsi ion logam Zn2+ adalah pH 6 dengan daya adsorpsi sebesar 99,914%, sedangkan pada bentonit alam sebesar 92,94%, kemudian untuk waktu kontak adalah di 60-120 menit dengan daya adsorpsi sebesar 97,92% pada suhu sintesis 60˚C serta waktu kontak untuk bentonit alam 85,31%.
Data kinetika adsorpsi menggunakan model pseudo second order lebih sesuai untuk menjelaskan proses adsorpsi ion logam Zn2+.
Hal ini dapat  disimpulkan bahwa bentonit yang telah dimodifikasi memiliki daya adsorpsi ion logam Zn2+ yang lebih besar di bandingkan dengan bentonit yang belum termodifikasi.

Related Results

Analisis Kadar Surfaktan Anionik Pada Air Sungai Martapura Dengan Metode Spektrofotometri Visible
Analisis Kadar Surfaktan Anionik Pada Air Sungai Martapura Dengan Metode Spektrofotometri Visible
Latar Belakang : Surfaktan anionik berasal dari deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian di industri laundry. Hasil dari cucian menimbulkan dampak negatif yang menyebabkan ada...
Uji Adsorpsi Bentonit Teraktivasi KOH Terhadap Logam Cu(II)
Uji Adsorpsi Bentonit Teraktivasi KOH Terhadap Logam Cu(II)
Peningkatan perkembangan industri setiap tahun menyebabkan limbah cair yang dihasilkan semakin meningkat. Limbah yang tidak mengalami pengolahan menyebabkan pencemaran lingkungan. ...
PROSES TITRASI ASAM BASA UNTUK SINTESIS SURFAKTAN NONIONIK
PROSES TITRASI ASAM BASA UNTUK SINTESIS SURFAKTAN NONIONIK
Surfaktan merupakan suatu molekul yang sekaligus memiliki gugus hidrofilik dan gugus lipofilik sehingga dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Surfaktan ber...
MODIFIKASI BAGIAN RANGKAIAN PENGUMPUL DAN MEJA POTONG PADA MESIN PEMANEN JAGUNG
MODIFIKASI BAGIAN RANGKAIAN PENGUMPUL DAN MEJA POTONG PADA MESIN PEMANEN JAGUNG
Rangkaian pengumpul dan rangkaian meja potong pada mesin pemanen jagung dengan kombinasi (Combine Harvester) dilakukan modifikasi. Modifikasi mengacu kepada kinerja mesin pemanen p...
Desain Rancang Bangun Dan Analisis Aerodinamik Bodi Kendaraan Mobil Listrik 2KW Dengan Metode Computational Fluid Dinamics (CFD)
Desain Rancang Bangun Dan Analisis Aerodinamik Bodi Kendaraan Mobil Listrik 2KW Dengan Metode Computational Fluid Dinamics (CFD)
Seiring berkembangnya zaman teknologi otomotif menjadi salah satu dari produk yang diandalan di dunia saat ini, terutama pada kendaraaan roda 4 salah satunya mobil listrik sebagai ...
Analisa Kadar Klorida Dengan Sampel Air Sumur Menggunakan Metode Titrimetri
Analisa Kadar Klorida Dengan Sampel Air Sumur Menggunakan Metode Titrimetri
Klorida  merupakan  anion  yang  mudah  larut  dalam  sampel  air  dan  merupakan  anion anorganik utama yang terdapat dalam sampel perairan. Kelebihan ion klorida dalam air minum ...
MODIFIKASI SANGGUL TIMU TINAMBE PADA RIAS PENGANTIN ADAT TOLAKI
MODIFIKASI SANGGUL TIMU TINAMBE PADA RIAS PENGANTIN ADAT TOLAKI
Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui tahapan tata rias pengantin adat suku tolaki, mendeskripsikan dan menganalisis proses modifikasi bentuk kreasi desain  sanggul timu tinam...

Back to Top