Javascript must be enabled to continue!
Metode Pembuatan Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali
View through CrossRef
Dalam proses pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali, pemilihan kayu untuk pembuatan cetakan/moulding karena kualitas kayu yang digunakan akan sangat mempengaruhi hasil cetakan. Pada cetakan/moulding berbahan kayu, mortar (adukan semen dan pasir) harus ditekan untuk memadatkan adukan sehingga sangat diperlukan jenis kayu yang baik. Mortar yang digunakan dalam pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali adalah campuran semen dan pasir dengan komposisi perbandingan campuran 1 semen : 3 pasir kemudian ditambahkan air lalu dituangkan kedalam cetakan/moulding. Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali tersusun dari beberapa bagian yaitu: pondasi, tias dasar, batako pagar, batako pilar, ring-ring, papan, pilar, tias dasar genteng, genteng (raof), dore, dan lamak. Motif ukiran biasa berupa tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, dan bunga. Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali memiliki kelebihan diantaranya: campuran material yang solid dan homogen, kemudahan pemasangan, memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca, memilik nilai estetika seni yang tinggi, dapat diproduksi secara masal, dan ramah lingkungan. Selain memiliki kelebihan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali juga memiliki kekurangan, yaitu: memiliki bobot yang berat, membutuhkan keahlian khusus dalam pengerjannya, tidak dijual pada toko bangunan umum, memilik harga yang cukup mahal jika dibandingkan dengan pagar konvesional, desain terbatas dan membutuhkan tempat luas untuk penyimpanan.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: Metode Pembuatan Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali
Description:
Dalam proses pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali, pemilihan kayu untuk pembuatan cetakan/moulding karena kualitas kayu yang digunakan akan sangat mempengaruhi hasil cetakan.
Pada cetakan/moulding berbahan kayu, mortar (adukan semen dan pasir) harus ditekan untuk memadatkan adukan sehingga sangat diperlukan jenis kayu yang baik.
Mortar yang digunakan dalam pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali adalah campuran semen dan pasir dengan komposisi perbandingan campuran 1 semen : 3 pasir kemudian ditambahkan air lalu dituangkan kedalam cetakan/moulding.
Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali tersusun dari beberapa bagian yaitu: pondasi, tias dasar, batako pagar, batako pilar, ring-ring, papan, pilar, tias dasar genteng, genteng (raof), dore, dan lamak.
Motif ukiran biasa berupa tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, dan bunga.
Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali memiliki kelebihan diantaranya: campuran material yang solid dan homogen, kemudahan pemasangan, memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca, memilik nilai estetika seni yang tinggi, dapat diproduksi secara masal, dan ramah lingkungan.
Selain memiliki kelebihan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali juga memiliki kekurangan, yaitu: memiliki bobot yang berat, membutuhkan keahlian khusus dalam pengerjannya, tidak dijual pada toko bangunan umum, memilik harga yang cukup mahal jika dibandingkan dengan pagar konvesional, desain terbatas dan membutuhkan tempat luas untuk penyimpanan.
Related Results
KAJIAN STRUKTUR RAGAM HIAS UKIRAN TRADISIONAL MINANGKABAU PADA ISTANO BASA PAGURUYUNG
KAJIAN STRUKTUR RAGAM HIAS UKIRAN TRADISIONAL MINANGKABAU PADA ISTANO BASA PAGURUYUNG
<p>Melestarikan warisan budaya merupakan upaya benteng budaya terhadap pengaruh budaya negatif dari luar yang demikian cepat datangnya sebagai akibat arus komunikasi global y...
Identifikasi Motif Jepara pada Ukiran dengan Memanfaatkan Convolutional Neural Network
Identifikasi Motif Jepara pada Ukiran dengan Memanfaatkan Convolutional Neural Network
Semakin berkembang motif ukiran, semakin beragam bentuk dan variasinya. Hal ini menyulitkan dalam menentukan suatu ukiran bermotif Jepara. Pada makalah ini, metode transfer learnin...
ANALISIS KEKUATAN ALAT CETAKAN PANEL DINDING PRECAST
ANALISIS KEKUATAN ALAT CETAKAN PANEL DINDING PRECAST
Dinding adalah komponen non-struktural yang berfungsi sebagai pembatas antara dua ruang. Penerapan dinding biasanya membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Namun, salah s...
PELESTARIAN ASPEK BENTUK – FUNGSI ARSITEKTUR PURI SAREN AGUNG UBUD - BALI
PELESTARIAN ASPEK BENTUK – FUNGSI ARSITEKTUR PURI SAREN AGUNG UBUD - BALI
Abstract: Ubud, a dense tourism area originating from a rice field village, has Puri Saren Agung as a pioneer of Architectural Conservation. This paper aims to reveal the meaning o...
Analisa Perbandingan Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Drainase Beton Pracetak U-DITCH Dengan Pasangan Batu Kali
Analisa Perbandingan Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Drainase Beton Pracetak U-DITCH Dengan Pasangan Batu Kali
Sistem drainase adalah rangkaian kegiatan yang membentuk upaya pengaliran air, baik air permukaan, maupun air tanah dari suatu daerah atau kawasan. Material yang paling sering diju...
PENGAPLIKASIAN UKIRAN RELUNG PADA PERANCANGAN KURSI MALAS
PENGAPLIKASIAN UKIRAN RELUNG PADA PERANCANGAN KURSI MALAS
Pengaplikasian ukiran relung pada desain furnitur, khususnya kursi malas, merupakan upaya untuk mengintegrasikan elemen dekoratif yang memperkaya aspek estetika serta fungsionalita...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
DESAIN MODIFIKASI STRUKTUR BALOK DAN PELAT LANTAI MENGGUNAKAN METODE PRACETAK
DESAIN MODIFIKASI STRUKTUR BALOK DAN PELAT LANTAI MENGGUNAKAN METODE PRACETAK
Beton pracetak merupakan suatu teknologi konstruksi dimana pada saat proses pendesainan maupun pembuatan dilakukan secara fabrikasi pemasangannya sendiri harus diawasi oleh tenaga ...

