Javascript must be enabled to continue!
Keragaan Karakter Agronomi Padi Hibrida Baru
View through CrossRef
<p>Agronomic Characters of New Hybrid Rice. Nita Kartina, Yuni Widyastuti, and Satoto. Hybrid rice is the F1 generation derived from the crossing between cytolasmic genetic male sterile and restorer as two parental line. Development of hybrid rice technology obtained throught heterosis This research has the aim was to assess the agronomy characters of some new hybrid rice. Four hundred of Indonesia Center of Rice Research (ICRR) new hybrids rice selected based on yield and phenotipic performances. The activitity conducted in Sukamandi field West Java Province in wet season 2012. The research was arranged in an augmented design that divided in to seven blocks. Each block consist of 20 hybrid rice and five check such as Mapan P.05, Inpari 13, Dodokan, Ciherang, and Hipa 8. There are fourteen hybrids rice showed good agronomic characters and has higher heterosis standard than Ciherang and Hipa 8. Four hybrid rice combinations give the result that significantly different than Ciherang (5.59 t/ha) as check variety. Those hybrids are GMJ11/CRS777 (9.1 t/ha), GMJ12/CRS707 (7.6 t/ha), GMJ13/CRS703 (8.7 t/ha), and GMJ12/CRS795 (7.95 t/ha).</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Padi hibrida merupakan generasi F1 hasil persilangan antara galur mandul jantan sebagai tetua betina dan galur pemulih kesuburan sebagai tetua jantan. Teknologi padi hibrida dihasilkan melalui pemanfaatan heterosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan agronomi sejumlah padi hibrida baru. Sebanyak 400 padi hibrida baru rakitan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi diseleksi berdasarkan daya hasil dan penampilan fenotipik di lapangan menggunakan analisis augmented. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Sukamandi, Jawa Barat, pada MT II tahun 2012 menggunakan lima varietas kontrol, yaitu Mapan P.05, Inpari 13, Dodokan, Ciherang dan Hipa 8 yang ditanam berulang pada tujuh blok dan tiap blok terdiri dari 20 kombinasi padi hibrida. Diperoleh 14 kombinasi padi hibrida yang menunjukkan keragaan yang lebih baik dan memiliki standar heterosis lebih tinggi dari varietas kontrol Ciherang dan Hipa 8. Empat kombinasi hibrida memberikan hasil yang nyata lebih tinggi dibanding Ciherang sebagai varietas pembanding dengan hasil (5,59 t/ha), hibrida tersebut adalah GMJ11/CRS777 (9,1 t/ha), GMJ12/CRS707 (7,6 t/ha), GMJ13/CRS703 (8,7 t/ha), dan GMJ12/CRS795 (7,95 t/ha).</p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Keragaan Karakter Agronomi Padi Hibrida Baru
Description:
<p>Agronomic Characters of New Hybrid Rice.
Nita Kartina, Yuni Widyastuti, and Satoto.
Hybrid rice is the F1 generation derived from the crossing between cytolasmic genetic male sterile and restorer as two parental line.
Development of hybrid rice technology obtained throught heterosis This research has the aim was to assess the agronomy characters of some new hybrid rice.
Four hundred of Indonesia Center of Rice Research (ICRR) new hybrids rice selected based on yield and phenotipic performances.
The activitity conducted in Sukamandi field West Java Province in wet season 2012.
The research was arranged in an augmented design that divided in to seven blocks.
Each block consist of 20 hybrid rice and five check such as Mapan P.
05, Inpari 13, Dodokan, Ciherang, and Hipa 8.
There are fourteen hybrids rice showed good agronomic characters and has higher heterosis standard than Ciherang and Hipa 8.
Four hybrid rice combinations give the result that significantly different than Ciherang (5.
59 t/ha) as check variety.
Those hybrids are GMJ11/CRS777 (9.
1 t/ha), GMJ12/CRS707 (7.
6 t/ha), GMJ13/CRS703 (8.
7 t/ha), and GMJ12/CRS795 (7.
95 t/ha).
</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Padi hibrida merupakan generasi F1 hasil persilangan antara galur mandul jantan sebagai tetua betina dan galur pemulih kesuburan sebagai tetua jantan.
Teknologi padi hibrida dihasilkan melalui pemanfaatan heterosis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan agronomi sejumlah padi hibrida baru.
Sebanyak 400 padi hibrida baru rakitan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi diseleksi berdasarkan daya hasil dan penampilan fenotipik di lapangan menggunakan analisis augmented.
Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Sukamandi, Jawa Barat, pada MT II tahun 2012 menggunakan lima varietas kontrol, yaitu Mapan P.
05, Inpari 13, Dodokan, Ciherang dan Hipa 8 yang ditanam berulang pada tujuh blok dan tiap blok terdiri dari 20 kombinasi padi hibrida.
Diperoleh 14 kombinasi padi hibrida yang menunjukkan keragaan yang lebih baik dan memiliki standar heterosis lebih tinggi dari varietas kontrol Ciherang dan Hipa 8.
Empat kombinasi hibrida memberikan hasil yang nyata lebih tinggi dibanding Ciherang sebagai varietas pembanding dengan hasil (5,59 t/ha), hibrida tersebut adalah GMJ11/CRS777 (9,1 t/ha), GMJ12/CRS707 (7,6 t/ha), GMJ13/CRS703 (8,7 t/ha), dan GMJ12/CRS795 (7,95 t/ha).
</p>.
Related Results
Seleksi Galur-galur Dihaploid Padi Hitam pada Uji Daya Hasil Lanjutan
Seleksi Galur-galur Dihaploid Padi Hitam pada Uji Daya Hasil Lanjutan
Padi hitam merupakan sumber karbohidrat yang bermanfaat untuk kesehatan. Pengujian daya hasil merupakan tahapan penting dalam menentukan keberhasilan pemuliaan padi beras hitam. Tu...
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di D...
TINGKAT KELAYAKAN USAHATANI PADI HIBRIDA DI KECAMATAN KERUAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR
TINGKAT KELAYAKAN USAHATANI PADI HIBRIDA DI KECAMATAN KERUAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR
The use of hybrid rice varieties is currently one way to increase rice productivity nationally. However, there are still many people who are not familiar with hybrid rice, so peopl...
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...
Morphological Characterization of Hoeng Merauke Local Rice
Morphological Characterization of Hoeng Merauke Local Rice
Karakterisasi morfologi perlu dilakukan sebagai langkah awal untuk memanfaatkan jenis padi lokal, khususnya terkait upaya pemuliaan tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk men...
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Salah satu potensi sumber daya pakan lokal di daerah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yaitu dedak padi. Dedak padi merupakan hasil sampingan penggilingan padi menjadi beras ...
Perancangan alat bantu pemindahan padi dan pengangkutan karung padi menggunakan metode rasional (Studi kasus petani Kabupaten Majalengka)
Perancangan alat bantu pemindahan padi dan pengangkutan karung padi menggunakan metode rasional (Studi kasus petani Kabupaten Majalengka)
Petani kabupaten majalengka melakukan proses pemindahan padi dan pengangkatan karung padi yang dilakukan secara manual. Postur tubuh petani pada saat proses pemindahan padi ke dala...
Dampak Penerapan Teknologi Budidaya Terhadap Kesejahteraan Petani Padi
Dampak Penerapan Teknologi Budidaya Terhadap Kesejahteraan Petani Padi
Jambi Province has implemented rice cultivation technology for food security includes land optimization, improved cropping patterns, provision of superior seeds, appropriate fertil...

