Javascript must be enabled to continue!
Verba ‘cinta’ bahasa Indonesia dan bahasa Arab: Kajian semantik lintas bahasa
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk membahas kategori verba ‘cinta’ dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Metabahasa Semantik Alami (MSA). Metode pengumpulan data yang digunakan metode simak dan metode cakap. Metode analisis data yang digunakan metode padan dan metode agih. Hasil analis disajikan dengan metode formal-informal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa verba ‘cinta’ dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab dibangun oleh kategori ‘aku memikirkan seseorang yang lain’ yang merupakan (13) kompnen evaluatif dan sembilan (9) subkategorisasi dari komponen volitif yaitu; (1) ‘aku ingin melakukan hal-hal yang baik pada Y’, (2) ‘aku ingin melakukan sesuatu yang sangat buruk pada Y’, (3) ‘aku ingin seperti Y jika aku dapat’, (4) ‘aku ingin Y mengetahui ini’, (5) ‘aku ingin dekat dengan Y sekarang’, (6) ‘aku ingin Y merasakanperasaan baik padaku’, (7)‘aku ingin hal ini terjadi padaku ’, (8) ‘aku ingin hal ini tidak terjadi padaku’, dan (9) ‘aku ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Y’. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam kajian lintas bahasa mengenai konseptualisasi emosi, khususnya 'cinta', yang memiliki nilai universal namun dengan manifestasi kultural yang beragam. Temuan ini dapat menjadi landasan untuk penelitian lebih lanjut tentang struktur semantik verba emosional lainnya dalam kedua bahasa tersebut.
Universitas Ahmad Dahlan
Title: Verba ‘cinta’ bahasa Indonesia dan bahasa Arab: Kajian semantik lintas bahasa
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk membahas kategori verba ‘cinta’ dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Metabahasa Semantik Alami (MSA).
Metode pengumpulan data yang digunakan metode simak dan metode cakap.
Metode analisis data yang digunakan metode padan dan metode agih.
Hasil analis disajikan dengan metode formal-informal.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa verba ‘cinta’ dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab dibangun oleh kategori ‘aku memikirkan seseorang yang lain’ yang merupakan (13) kompnen evaluatif dan sembilan (9) subkategorisasi dari komponen volitif yaitu; (1) ‘aku ingin melakukan hal-hal yang baik pada Y’, (2) ‘aku ingin melakukan sesuatu yang sangat buruk pada Y’, (3) ‘aku ingin seperti Y jika aku dapat’, (4) ‘aku ingin Y mengetahui ini’, (5) ‘aku ingin dekat dengan Y sekarang’, (6) ‘aku ingin Y merasakanperasaan baik padaku’, (7)‘aku ingin hal ini terjadi padaku ’, (8) ‘aku ingin hal ini tidak terjadi padaku’, dan (9) ‘aku ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Y’.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam kajian lintas bahasa mengenai konseptualisasi emosi, khususnya 'cinta', yang memiliki nilai universal namun dengan manifestasi kultural yang beragam.
Temuan ini dapat menjadi landasan untuk penelitian lebih lanjut tentang struktur semantik verba emosional lainnya dalam kedua bahasa tersebut.
Related Results
MAKNA VERBA BAHASA JEPANG
MAKNA VERBA BAHASA JEPANG
Fenomena verba bahasa Jepang terdapat verba yang memiliki kemiripan makna, misalnya verba melihat, yang dalam bahasa Jepang adalah miru dan mikakeru. Pemakaian verba yang tepat men...
Makna Gramatikal Verba dalam Lirik Lagu Hoshi wo Tsukame dan Garuda to Tomo ni oleh Hiroaki Kato
Makna Gramatikal Verba dalam Lirik Lagu Hoshi wo Tsukame dan Garuda to Tomo ni oleh Hiroaki Kato
Masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh verba yang memiliki makna gramatikal dalam lirik lagu Hoshi wo Tsukame dan Garuda to Tomo ni berpengaruh terhadap makna dari kedua ...
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategorisasi metafora konseptual cinta dalam bahasa Batak Toba. Data yang digunakan adalah data tulis dan data lisan. Data tulis dipe...
PENTINGNYA AL-QU-RAN BAGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
PENTINGNYA AL-QU-RAN BAGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Keberadaan Al-qur-an yang turun dengan menggunakan bahasa Arab mengubah bahasa Arab menjadi perhatian seluruh umat Islam di dunia ini, baik dari orang Arab maupun non Arab, sebagia...
Interferensi Morfologis Verba Bahasa Dawan Dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Tulis Siswa Kelas VIII SLTP
Interferensi Morfologis Verba Bahasa Dawan Dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Tulis Siswa Kelas VIII SLTP
Interferensi merupakan suatu gejala dalam proses belajar bahasa kedua karena faktor sistem kebahasaan yang telah dikuasai oleh pembelajar yang sedang belajar bahasa kedua. Gejala i...
Islam, State and Modernity: Mohammed Abed al-Jabri and the Future of the Arab World
Islam, State and Modernity: Mohammed Abed al-Jabri and the Future of the Arab World
Mohammed Abed al-Jabri (1935-2010) is one of the most original Arab philosophers, thinkers, and social theorist of recent times. Al-Jabri, who held the post of Professor of Philoso...
Sistem Pengajaran Bahasa di Indonesia dan Problem Bahasa Arab Secara Aktif
Sistem Pengajaran Bahasa di Indonesia dan Problem Bahasa Arab Secara Aktif
Bahasa Arab telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1973. Kemudian mulai tahun 1979 kedudukan bahasa Arab disejajarkan deng...
Miskonsepsi Guru Bahasa Jerman terhadap Sistem Konjugasi Verba Bahasa Jerman
Miskonsepsi Guru Bahasa Jerman terhadap Sistem Konjugasi Verba Bahasa Jerman
Menguasai sistem konjugasi verba bahasa Jerman merupakan tantangan tersendiri bagi para siswa karena kerumitannya, yang melibatkan kala, persona, dan jumlah. Pada tingkat A1, siswa...

