Javascript must be enabled to continue!
Semantik Warna dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan warna dasar (primer) dan turunan (sekunder) dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang serta maknanya dengan menggunakan teori Metabahasa Semantik Alami. Metode kualitatif diterapkan dalam penelitian ini. Paradigma penelitian kualitatif berpusat pada pengamatan dari lingkungan sekitar. Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti informan yang merupakan penutur jati bahasa Indonesia dan bahasa Jepang, kamus bahasa Indonesia, corpus bahasa Indonesia dan korpus bahasa Jepang. Penelitian ini menemukan bahwa warna dasar atau primer dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang ada 5 warna yaitu hitam atau 黒kuro, putih atau 白 shiro, merah atau 赤 aka, biru atau青 ao dan kuning atau黄色kiiro. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam bahasa Indonesia terdapat 61 warna turunan (sekunder) sedangkan dalam bahasa Jepang ditemukan ada 86 warna turunan (sekunder). Penelitian ini juga menunjukkan perbedaan dan kesamaan kategorisasi dan makna warna dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Perbedaan dan kesamaan makna warna dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang juga dipengaruhi faktor budaya dan alam sekitarnya. Pada dalam bahasa Indonesia, warna putih juga sering diasosiasikan dengan kapas, sedangkan dalam bahasa jepang 白 shiro ‘putih’ juga sering diasosiasikan dengan salju.
Universitas Ahmad Dahlan
Title: Semantik Warna dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan warna dasar (primer) dan turunan (sekunder) dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang serta maknanya dengan menggunakan teori Metabahasa Semantik Alami.
Metode kualitatif diterapkan dalam penelitian ini.
Paradigma penelitian kualitatif berpusat pada pengamatan dari lingkungan sekitar.
Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti informan yang merupakan penutur jati bahasa Indonesia dan bahasa Jepang, kamus bahasa Indonesia, corpus bahasa Indonesia dan korpus bahasa Jepang.
Penelitian ini menemukan bahwa warna dasar atau primer dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang ada 5 warna yaitu hitam atau 黒kuro, putih atau 白 shiro, merah atau 赤 aka, biru atau青 ao dan kuning atau黄色kiiro.
Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam bahasa Indonesia terdapat 61 warna turunan (sekunder) sedangkan dalam bahasa Jepang ditemukan ada 86 warna turunan (sekunder).
Penelitian ini juga menunjukkan perbedaan dan kesamaan kategorisasi dan makna warna dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang.
Perbedaan dan kesamaan makna warna dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang juga dipengaruhi faktor budaya dan alam sekitarnya.
Pada dalam bahasa Indonesia, warna putih juga sering diasosiasikan dengan kapas, sedangkan dalam bahasa jepang 白 shiro ‘putih’ juga sering diasosiasikan dengan salju.
Related Results
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PKM Pembelajaran Bahasa Jepang Huruf Hiragana dan Katakana Berbasis Android pada Siswa di SMA Negeri I Pineleng
PKM Pembelajaran Bahasa Jepang Huruf Hiragana dan Katakana Berbasis Android pada Siswa di SMA Negeri I Pineleng
Bahasa merupakan salah satu kemampuan terpenting yang harus dimiliki, karena bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi, menyampaikan pendapat, juga perasaan. Pemanfaatan teknologi ...
Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung, dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Kain Katun Mori Prima Dengan Campuran Ekstrak Kulit Bawang Merah dan Daun Harendong
Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung, dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Kain Katun Mori Prima Dengan Campuran Ekstrak Kulit Bawang Merah dan Daun Harendong
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kulit bawang merah dan daun harendong yang memiliki pigmen warna yaitu tanin dan antosianin, serta untuk memanfaatkan limbah di lingkungan. Pe...
Metoda Pengeringan Zat Warna Bubuk Ekstraksi Kulit Bawang Merah menggunakan Convection Oven-drying dan Spray-drying
Metoda Pengeringan Zat Warna Bubuk Ekstraksi Kulit Bawang Merah menggunakan Convection Oven-drying dan Spray-drying
Pigmen warna dalam kulit bawang merah hasil ekstraksi mengandung senyawa yang dapat memberi warna pada kain. Ekstrak dalam bentuk cair tidak tahan lama dalam penyimpanan sehingga d...
STUDI WARNA DAN GAYA PADA KARYA YAZID
STUDI WARNA DAN GAYA PADA KARYA YAZID
This study reveals the characteristics of color and style in Yazid's work. The method used in this study refers to a qualitative research methodology that includes observations, in...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...

