Javascript must be enabled to continue!
PENGEMBANGAN DIMENSI KUALITAS SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU BINA INSAN MULIA BLITAR
View through CrossRef
Abstrak:Dimensi kualitas merupakan suatu hal utama yang perlu dikembangkan oleh suatu lembaga jika ingin menjadi pilihan pelanggan. Inilah yang dilakukan oleh SDIT Bina Insan Mulia Blitar, yakni mengembangkan dimensi kualitas ini. Pengembangan dimensi kualitias di SDIT Bina Insan Mulia ini meliputi performa, features, keandalan, konformitas, daya tahan, kemampuan pelayanan, estetika dan kualitas yang diperselisihkan. Dimensi performa mencakup layanan jasa dan sarana prasarana yang memadai. Dimensi features meliputi adanya kemudahan pelayanan administrasi melalui mobile banking. Dimensi keandalan mencakup tenaga pendidikyang berkarakter sehingga memiliki kekhasan dari lembaga pendidikan yang lain. Dimensi konformitas mencakup penyesuaian skill peserta didik terhadap tuntutan sosial keagamaan terutama saat ini adalah tuntutan hafalan al-Qur’an dan hadits. Dimensi daya tahan mencakup pertahanan nilai akreditasi A. Dimensi kemampuan pelayanan mencakup layanan konseling 24 jam. Dimensi estetika mencakup penciptaan nuansa Islami dalam aspek ritual maupun sosial. Dimensi kualitas yang diperselisihkan mencakup adanya factor enjoy dan nyaman dari pelanggan dalam pemilihan sekolah ini. Kata kunci: pengembangan, dimensi kualitas Abstract: The quality dimension is the main thing that needs to be developed by an institution if it wants to become the customer's choice. This is what SDIT Bina Insan Mulia Blitar does, namely developing this quality dimension. The development of the quality dimension at SDIT Bina Insan Mulia includes performance, features, reliability, conformity, durability, serviceability, aesthetics and perceived quality. The performance dimension includes adequate services and infrastructure. The features dimension includes the ease of administrative services through mobile banking. The reliability dimension includes educators who have character so that they are unique from other educational institutions. The conformity dimension includes the adjustment of students' skills to socio-religious demands, especially at this time the demands of memorizing the Qur'an and hadith. The durability dimension includes the defense of the A accreditation score. The service capability dimension includes 24-hour counseling services. The aesthetic dimension includes the creation of Islamic nuances in ritual and social aspects. The dimensions of perceived quality include the enjoyment and convenience of the customers in choosing this school. Keywords: development, quality dimension
Title: PENGEMBANGAN DIMENSI KUALITAS SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU BINA INSAN MULIA BLITAR
Description:
Abstrak:Dimensi kualitas merupakan suatu hal utama yang perlu dikembangkan oleh suatu lembaga jika ingin menjadi pilihan pelanggan.
Inilah yang dilakukan oleh SDIT Bina Insan Mulia Blitar, yakni mengembangkan dimensi kualitas ini.
Pengembangan dimensi kualitias di SDIT Bina Insan Mulia ini meliputi performa, features, keandalan, konformitas, daya tahan, kemampuan pelayanan, estetika dan kualitas yang diperselisihkan.
Dimensi performa mencakup layanan jasa dan sarana prasarana yang memadai.
Dimensi features meliputi adanya kemudahan pelayanan administrasi melalui mobile banking.
Dimensi keandalan mencakup tenaga pendidikyang berkarakter sehingga memiliki kekhasan dari lembaga pendidikan yang lain.
Dimensi konformitas mencakup penyesuaian skill peserta didik terhadap tuntutan sosial keagamaan terutama saat ini adalah tuntutan hafalan al-Qur’an dan hadits.
Dimensi daya tahan mencakup pertahanan nilai akreditasi A.
Dimensi kemampuan pelayanan mencakup layanan konseling 24 jam.
Dimensi estetika mencakup penciptaan nuansa Islami dalam aspek ritual maupun sosial.
Dimensi kualitas yang diperselisihkan mencakup adanya factor enjoy dan nyaman dari pelanggan dalam pemilihan sekolah ini.
Kata kunci: pengembangan, dimensi kualitas Abstract: The quality dimension is the main thing that needs to be developed by an institution if it wants to become the customer's choice.
This is what SDIT Bina Insan Mulia Blitar does, namely developing this quality dimension.
The development of the quality dimension at SDIT Bina Insan Mulia includes performance, features, reliability, conformity, durability, serviceability, aesthetics and perceived quality.
The performance dimension includes adequate services and infrastructure.
The features dimension includes the ease of administrative services through mobile banking.
The reliability dimension includes educators who have character so that they are unique from other educational institutions.
The conformity dimension includes the adjustment of students' skills to socio-religious demands, especially at this time the demands of memorizing the Qur'an and hadith.
The durability dimension includes the defense of the A accreditation score.
The service capability dimension includes 24-hour counseling services.
The aesthetic dimension includes the creation of Islamic nuances in ritual and social aspects.
The dimensions of perceived quality include the enjoyment and convenience of the customers in choosing this school.
Keywords: development, quality dimension.
Related Results
Pengaruh Work Engagement Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Work Engagement Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Employee performance at PT. Kampung Coklat Blitar largely experienced this decline due to a decrease in work engagement and an increase in work stress. This research aims to determ...
Pemetaan Kompetensi Kepala SD di Kota Makassar
Pemetaan Kompetensi Kepala SD di Kota Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penguasaan dimensi kompetensi kepala sekolah khususnya bagi Kepala Sekolah Dasar di Kota Makassar berdasarkan Standar Kompetensi Kepala Sek...
Evaluasi Kualitas Layanan Perpustakaan Digital iJateng Menggunakan Metode Digiqual
Evaluasi Kualitas Layanan Perpustakaan Digital iJateng Menggunakan Metode Digiqual
Penelitian dengan judul “Evaluasi Kualitas Layanan Perpustakaan Digital iJateng Menggunakan MetodeDigiQUAL” merupakan penelitian yang dilakukan pada perpustakaan digital iJateng. P...
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN FORMAL DI SAMBAS PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN MUHAMMAD MULIA IBRAHIM TSAFIUDDIN (1931-1943)
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN FORMAL DI SAMBAS PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN MUHAMMAD MULIA IBRAHIM TSAFIUDDIN (1931-1943)
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pendidikan Islam pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Mu...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
Implementasi Inovasi Daerah di Kabupaten Blitar
Implementasi Inovasi Daerah di Kabupaten Blitar
Inovasi daerah dimaknai sebagai semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. In...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: MANAJEMEN PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INOVATIF DI SEKOLAH ISLAM TERPADU INSAN MANDIRI CENDEKIA PALEMBANG
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: MANAJEMEN PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INOVATIF DI SEKOLAH ISLAM TERPADU INSAN MANDIRI CENDEKIA PALEMBANG
Program pengabdian kepada masyarakat memiliki peran penting dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, termasuk dalam konteks pengembangan pendidikan di Indonesia. Tujuan melapor...

