Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SIFAT FISIK DAN MEKANIK KAYU KURANG DIKENAL DARI HUTAN SEKUNDER, KALIMANTAN SELATAN, INDONESIA

View through CrossRef
The aim of this study is to obtain the basic wood properties of three lesser known species tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (Neolitsea firma) and merambung (Vernonia arborea)). Stem diameter at 1.3 m above the ground and tree height were measured on 3 trees from each species. Later, core samples were collected from all the measured trees. Using the core samples, the basic density (BD), moisture content (MC) and compressive strength with fractometer (fractometer II, IML, German) parallel to grain (CS) were measured. Mean values of BD of tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (N. firma) and merambun (V. arborea) were 0.59±0.02, 0.55±0.06 and 0.34±0.06, respectively. Mean values of MC of tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (N. firma) and merambung wood (V. arborea) were 22.77±0.10%, 37.10±0.01% dan 61.85±0.06%, respectively. Mean values of CS of tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (N. firma) and merambung (V. arborea) were 34.70±11.89 MPa, 32.00±3.39 MPa dan 15.02±4,06 MPa. There is a positive significant correlation between BD and CSPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi dasar dari kayu tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (Neolitsea firma), dan merambung (Vernonia arborea). Diameter diukur pada ketinggian 1,3 m dari permukaan tanah pada 3 pohon dari masing-masing spesies. Core sample diambil dari pohon yang telah diukur. Menggunakan core sample pengukuran kekuatan tekan dengan fractometer dilakukan dengan memotong core sample menjadi 5 mm interval. Core sample dengan 5 mm interval kemudian diletakkan pada alat fractometer (Fractometer II, IML, Jerman) dan ditekan sampai kayu tersebut retak dengan menggunakan alat tersebut. Hasil penelitian berat jenis dari kayu tengkook ayam, madang pirawas dan merambung secara berturut-turut yaitu 0,59±0,02, 0,55±0,06 dan 0,34±0,06. Hasil penelitian kadar air dari kayu tengkook ayam, madang pirawas dan merambung secara berturut-turut yaitu 22,77±0,10%, 37,10±0,01% dan 61,85±0,06%. Hasil penelitian kekuatan tekan pada kayu tengkook ayam, madang pirawas dan merambung secara berturut-turut yaitu 34,70±11,89 MPa, 32,00±3,39 MPa dan 15,02±4,06 MPa. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa korelasi antara berat jenis dengan kekuatan tekan yaitu 1. Artinya semakin besar berat jenisnya maka akan semakin besar juga kekuatan tekan yang dihasilkan
Title: SIFAT FISIK DAN MEKANIK KAYU KURANG DIKENAL DARI HUTAN SEKUNDER, KALIMANTAN SELATAN, INDONESIA
Description:
The aim of this study is to obtain the basic wood properties of three lesser known species tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (Neolitsea firma) and merambung (Vernonia arborea)).
Stem diameter at 1.
3 m above the ground and tree height were measured on 3 trees from each species.
Later, core samples were collected from all the measured trees.
Using the core samples, the basic density (BD), moisture content (MC) and compressive strength with fractometer (fractometer II, IML, German) parallel to grain (CS) were measured.
Mean values of BD of tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (N.
firma) and merambun (V.
arborea) were 0.
59±0.
02, 0.
55±0.
06 and 0.
34±0.
06, respectively.
Mean values of MC of tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (N.
firma) and merambung wood (V.
arborea) were 22.
77±0.
10%, 37.
10±0.
01% dan 61.
85±0.
06%, respectively.
Mean values of CS of tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (N.
firma) and merambung (V.
arborea) were 34.
70±11.
89 MPa, 32.
00±3.
39 MPa dan 15.
02±4,06 MPa.
There is a positive significant correlation between BD and CSPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi dasar dari kayu tengkook ayam (Nephelium sp), madang pirawas (Neolitsea firma), dan merambung (Vernonia arborea).
Diameter diukur pada ketinggian 1,3 m dari permukaan tanah pada 3 pohon dari masing-masing spesies.
Core sample diambil dari pohon yang telah diukur.
Menggunakan core sample pengukuran kekuatan tekan dengan fractometer dilakukan dengan memotong core sample menjadi 5 mm interval.
Core sample dengan 5 mm interval kemudian diletakkan pada alat fractometer (Fractometer II, IML, Jerman) dan ditekan sampai kayu tersebut retak dengan menggunakan alat tersebut.
Hasil penelitian berat jenis dari kayu tengkook ayam, madang pirawas dan merambung secara berturut-turut yaitu 0,59±0,02, 0,55±0,06 dan 0,34±0,06.
Hasil penelitian kadar air dari kayu tengkook ayam, madang pirawas dan merambung secara berturut-turut yaitu 22,77±0,10%, 37,10±0,01% dan 61,85±0,06%.
Hasil penelitian kekuatan tekan pada kayu tengkook ayam, madang pirawas dan merambung secara berturut-turut yaitu 34,70±11,89 MPa, 32,00±3,39 MPa dan 15,02±4,06 MPa.
Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa korelasi antara berat jenis dengan kekuatan tekan yaitu 1.
Artinya semakin besar berat jenisnya maka akan semakin besar juga kekuatan tekan yang dihasilkan.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibi...
STRATEGI DAN PROGRAM PENGUATAN DAYA SAING BARANG KAYU DAN HASIL HUTAN DI KOTA TARAKAN
STRATEGI DAN PROGRAM PENGUATAN DAYA SAING BARANG KAYU DAN HASIL HUTAN DI KOTA TARAKAN
Produk-produk industri kecil dan menengah (IKM) yang tergolong dalam kelompok barang kayu dan hasil hutan di Kota Tarakan memiliki daya saing yang tinggi. Namun daya saing tersebut...
Peningkatan Kayu Pulai (Alstonia scholaris) dengan Metode Densifikasi Waktu Pengukusan
Peningkatan Kayu Pulai (Alstonia scholaris) dengan Metode Densifikasi Waktu Pengukusan
ABSTRACT Wood densification is a wood compaction process that aims to increase the density and strength of wood. The application of the densification method to low-quality wood is ...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
Sifat Kimia Kayu Medang Sereh Berdasarkan Bagian Kayu dan Posisi Batang
Sifat Kimia Kayu Medang Sereh Berdasarkan Bagian Kayu dan Posisi Batang
ABSTRACT The other properties of medang sereah (Litsea sp.) wood that need to be identified are the chemical properties of wood based on the part (terrace and sapwood) and the posi...
PENGARUH AJARAN TRI GUNA DALAM MENINGKATKAN BUDHI PEKERTI ANAK DI TK SARI MEKAR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
PENGARUH AJARAN TRI GUNA DALAM MENINGKATKAN BUDHI PEKERTI ANAK DI TK SARI MEKAR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
Pengaruh Ajaran Tri Guna Dalam Pendidikan Budhi Pekerti Anak Di  TK Sari Mekar Banguntapan Bantul Yogyakarta, Dalam mencapai pendidikan Budhi pekerti di dalam ajarangama Hindu terd...

Back to Top