Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Performa Ayam Broiler dengan Penambahan Enzim Fitase dalam Ransum

View through CrossRef
Kecernaan dan daya cerna pakan sangat menentukan dalam menentukan kecukupan nutrien yang diterima tubuh dalam meningkatkan pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah memicu pertumbuhan ayam broiler dengan penambahan enzim fitase ke dalam pakan. Penelitian ini menggunakan  DOC sebanyak 72 ekor, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam broiler DOC. Terdapat 5 tingkatan dosis enzim fitase dalam perlakuan yaitu; P0= kotrol tanpa pemberian enzim fitase (RB), P1= RB + enzim fitase 500 FTU/kg, P2= RB + enzim fitase + 600 FTU/kg, P3 = RB + enzim fitase 700 FTU/kg, P4 = RB + 800 FTU/kg dan P5 = RB + 900 FTU/kg.  Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan serta konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enzim fitase sampai level 900 FTU/kg ransum menunjukkan rataan yang hampir sama terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum (P>0,05).  Namun dari keseluruhan perlakuan pemberian enzim fitase 900 FTU/kg ransum menunjukkan kecenderungan nilai peforma yang lebih baik dengan angka konversi yang paling rendah.Kata kunci : Enzim fitase, ransum, peforma, ayam broile
Universitas Sriwijaya - Pusat Inovasi Pembelajaran Unsri
Title: Performa Ayam Broiler dengan Penambahan Enzim Fitase dalam Ransum
Description:
Kecernaan dan daya cerna pakan sangat menentukan dalam menentukan kecukupan nutrien yang diterima tubuh dalam meningkatkan pertumbuhan.
Tujuan penelitian ini adalah memicu pertumbuhan ayam broiler dengan penambahan enzim fitase ke dalam pakan.
Penelitian ini menggunakan  DOC sebanyak 72 ekor, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam broiler DOC.
Terdapat 5 tingkatan dosis enzim fitase dalam perlakuan yaitu; P0= kotrol tanpa pemberian enzim fitase (RB), P1= RB + enzim fitase 500 FTU/kg, P2= RB + enzim fitase + 600 FTU/kg, P3 = RB + enzim fitase 700 FTU/kg, P4 = RB + 800 FTU/kg dan P5 = RB + 900 FTU/kg.
 Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan serta konversi ransum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enzim fitase sampai level 900 FTU/kg ransum menunjukkan rataan yang hampir sama terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum (P>0,05).
 Namun dari keseluruhan perlakuan pemberian enzim fitase 900 FTU/kg ransum menunjukkan kecenderungan nilai peforma yang lebih baik dengan angka konversi yang paling rendah.
Kata kunci : Enzim fitase, ransum, peforma, ayam broile.

Related Results

Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans keturunan ayam Arab dengan ayam Arras (Ayam Ketarras) umur 2-12 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan, dim...
Penggunaan Tepung Limbah Roti Dalam Ransum Terhadap Performa Ayam Broiler
Penggunaan Tepung Limbah Roti Dalam Ransum Terhadap Performa Ayam Broiler
Limbah roti cukup potensial untuk digunakan dalam ransum broiler karena mengandung gross energi yang cukup tinggi (4217 Kkal/kg). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pe...
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa fase awal produksi pada ayam Ketarras dan ayam Arab betina. Penelitian terdiri 2 perlakuan dan 25 ulangan. Faktor jenis ayam di...
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik telur ayam Arab, ayam Kampung dan ayam Ketarras serta akseptabilitas telur ayam Ketarras. Uji kualitas fisik telur menggu...
Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) pada Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Super
Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) pada Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Super
ABSTRAK               Pengaruh positif dari pemberian daun pepaya adalah ternak lebih sehat terutama ternak ayam kampung. Pemberian daun pepaya mulai dari fase starter dapat ...
Pengaruh Pemberian Kombinasi Pakan Fermentasi dengan Multi Enzim dan Vitamin E dalam Ransum terhadap Peningkatan Kualitas Semen Ayam Arab
Pengaruh Pemberian Kombinasi Pakan Fermentasi dengan Multi Enzim dan Vitamin E dalam Ransum terhadap Peningkatan Kualitas Semen Ayam Arab
ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh pemberian kombinasi pakan fermentasi dengan multi enzim pencernaan dan vitamin E dalam ransum komersial terhadap peningkatan ...
Perbandingan Penggunaan Dua Jenis Ransum terhadap Berat Potong Berat Karkas dan Berat Lemak Abdominal Broiler
Perbandingan Penggunaan Dua Jenis Ransum terhadap Berat Potong Berat Karkas dan Berat Lemak Abdominal Broiler
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas ransum buatan dengan ransum komersial terhadap berat pemotongan, berat karkas dan berat lemak abdominal ayam broiler. Pene...

Back to Top