Javascript must be enabled to continue!
KEMAMPUAN PRODUKSI DOMBA EKOR TIPIS PADA BERAT BADAN AWAL BERBEDA YANG DIBERI PAKAN KANGKUNG KERING
View through CrossRef
Bobot awal ternak akan sangat berdampak pada pertambahan bobot badan terutama pada usaha penggemukan. Ternak dengan kondisi yang kurus namun sehat memiliki kemampuan pertambahan bobot badan harian yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot badan awal yang baik untuk DET dalam usaha penggemukan menggunakan kangkung kering. Total 24 ekor domba ekor tipis betina umur 5-12 bulan digunakan yang dibagi ke dalam 2 kelompok perlakuan, ukuran kecil (UK)(n=14) dan ukuran besar (UB)(n=10). Pembagian kelompok berdasarkan bobot awal ternak, yaitu UK (10,01-15,00 kg) dan UB (15,01-20,00 kg). Ternak dipelihara secara intensif dalam kandang penggemukan selama 6 minggu (42 hari). Pakan yang diberikan adalah konsentrat dan kangkung kering (Ipomea reptans). Kemampuan produksi yang diukur meliputi pertambahan bobot badan harian (PBBH), feed conversion ratio FCR), Feed cost (FC), dan Feed cost per gain (FC/G). Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada konsumsi pakan DET ukuran kecil dan ukuran besar (P>0,05), baik pada konsumsi asfed, bahan kering, bahan kering per bobot badan metabolik, dan harga pakan yang dikonsumsi. Domba ekor tipis kelompok UK memiliki kemampuan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan UB pada FCR dan FC/G (P<0.05), meskipun PBBH berbeda tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Domba ekor tipis dengan bobot badan awal 10,01-15,00 kg memiliki kemampuan produksi yang paling baik selama proses penggemukan dengan pakan kangkung kering. Hasil penelitian ini juga menjadi salah satu penerapan sistem pertanian berkelanjutan dengan pemanfaatan sumberdaya lokal (pertanian) untuk mengatasi krisis pakan ternak selama musim kemarau (bidang peternakan).
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: KEMAMPUAN PRODUKSI DOMBA EKOR TIPIS PADA BERAT BADAN AWAL BERBEDA YANG DIBERI PAKAN KANGKUNG KERING
Description:
Bobot awal ternak akan sangat berdampak pada pertambahan bobot badan terutama pada usaha penggemukan.
Ternak dengan kondisi yang kurus namun sehat memiliki kemampuan pertambahan bobot badan harian yang lebih baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot badan awal yang baik untuk DET dalam usaha penggemukan menggunakan kangkung kering.
Total 24 ekor domba ekor tipis betina umur 5-12 bulan digunakan yang dibagi ke dalam 2 kelompok perlakuan, ukuran kecil (UK)(n=14) dan ukuran besar (UB)(n=10).
Pembagian kelompok berdasarkan bobot awal ternak, yaitu UK (10,01-15,00 kg) dan UB (15,01-20,00 kg).
Ternak dipelihara secara intensif dalam kandang penggemukan selama 6 minggu (42 hari).
Pakan yang diberikan adalah konsentrat dan kangkung kering (Ipomea reptans).
Kemampuan produksi yang diukur meliputi pertambahan bobot badan harian (PBBH), feed conversion ratio FCR), Feed cost (FC), dan Feed cost per gain (FC/G).
Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada konsumsi pakan DET ukuran kecil dan ukuran besar (P>0,05), baik pada konsumsi asfed, bahan kering, bahan kering per bobot badan metabolik, dan harga pakan yang dikonsumsi.
Domba ekor tipis kelompok UK memiliki kemampuan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan UB pada FCR dan FC/G (P<0.
05), meskipun PBBH berbeda tidak nyata (P>0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Domba ekor tipis dengan bobot badan awal 10,01-15,00 kg memiliki kemampuan produksi yang paling baik selama proses penggemukan dengan pakan kangkung kering.
Hasil penelitian ini juga menjadi salah satu penerapan sistem pertanian berkelanjutan dengan pemanfaatan sumberdaya lokal (pertanian) untuk mengatasi krisis pakan ternak selama musim kemarau (bidang peternakan).
Related Results
Potensi Keragaman Hijauan Pakan Ternak Ruminansia di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen
Potensi Keragaman Hijauan Pakan Ternak Ruminansia di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi keragaman hijauan pakan dan kapasitas daya tampung Temak Ruminansia berdasarkan potensi keragaman hijauan pakan di Kecamatan Jangka...
Perbandingan Penggunaan Dua Jenis Ransum terhadap Berat Potong Berat Karkas dan Berat Lemak Abdominal Broiler
Perbandingan Penggunaan Dua Jenis Ransum terhadap Berat Potong Berat Karkas dan Berat Lemak Abdominal Broiler
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas ransum buatan dengan ransum komersial terhadap berat pemotongan, berat karkas dan berat lemak abdominal ayam broiler. Pene...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Pengaruh Subtitusi Ampas Tahu pada Pakan BR2 terhadap Berat Hidup, Berat Potong, Berat Dada dan Berat Paha Ayam Broiler
Pengaruh Subtitusi Ampas Tahu pada Pakan BR2 terhadap Berat Hidup, Berat Potong, Berat Dada dan Berat Paha Ayam Broiler
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh subtitusi ampas tahu pada pakan BR2 terhadap berat hidup, berat potong, berat dada dan berat paha ayam broiler. Penelitian ini dilaksan...
MENILIK PERTUNJUKAN ADU DOMBA DI PRIANGAN PADA MASA KOLONIAL
MENILIK PERTUNJUKAN ADU DOMBA DI PRIANGAN PADA MASA KOLONIAL
Adu domba sangat populer di Priangan, khususnya di wilayah Garut. Popularitas adu domba (Garut) tidak bisa dilepaskan dari historisitasnya. Penelitian ini ditujukan untuk mempertan...
Pengaruh Variasi Warna Ransum terhadap Berat Potong, Berat Karkas, Persentase Karkas dan Berat Non Karkas Ayam Broiler
Pengaruh Variasi Warna Ransum terhadap Berat Potong, Berat Karkas, Persentase Karkas dan Berat Non Karkas Ayam Broiler
Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Percobaan milik Program Studi Peternakan pada bulan Januari sampai Februari 2018 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi warna ransum...
PROFIL DAN ESTIMASI RIPITABILITAS PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DOMBA TEXEL SEBAGAI DASAR CULLING
PROFIL DAN ESTIMASI RIPITABILITAS PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DOMBA TEXEL SEBAGAI DASAR CULLING
Domba Texel merupakan ternak yang penting dalam industri daging dan wol, telah mendapat pengakuan luas dan menjadi pilihan peternak di berbagai negara termasuk Indonesia. Domba Tex...
TEKNOLOGI PEMULIAAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DOMBA UNGGUL INDONESIA
TEKNOLOGI PEMULIAAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DOMBA UNGGUL INDONESIA
Domba merupakan salah satu hewan ternak yang berperan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani di Indonesia. Namun, domba lokal Indonesia memiliki berbagai batasan untuk mencapai ti...

