Javascript must be enabled to continue!
MENILIK PERTUNJUKAN ADU DOMBA DI PRIANGAN PADA MASA KOLONIAL
View through CrossRef
Adu domba sangat populer di Priangan, khususnya di wilayah Garut. Popularitas adu domba (Garut) tidak bisa dilepaskan dari historisitasnya. Penelitian ini ditujukan untuk mempertanyakan kemunculan domba Garut serta pertunjukan adu domba pada awal perkembangannya. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, dengan memanfaatkan sumber berupa buku dan koran yang diproduksi pada masa kolonial. Temuan utama penelitian ini ialah kemunculan jenis domba Garut dilatarbelakangi impor domba yang diinisiasi oleh K.F. Holle untuk tujuan budidaya wol. Kawin silang domba impor dan domba lokal menghasilkan jenis domba petarung yang lazim disebut domba Garut. Pertunjukan adu domba muncul dari kebiasaan masyarakat pribumi dalam mengadu binatang, hingga berkembang menjadi hiburan yang sering diselenggarakan pada setiap event besar. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai domba petarung, domba Garut muncul dari ‘ketidaksengajaan’ hingga menjadi populer sejak akhir abad ke-19, dengan diiringi berbagai kecaman dari perspektif orang Eropa perihal esensi permainannya. Fighting sheep is very popular in Priangan, especially in the Garut region. The popularity of fighting sheep can't be separated from the history that lies behind it. This research is intended to answer the questions about the emergence of Garut sheep and sheep fighting show at the beginning of its development. The method used in this research is the historical method by utilizing sources of books and newspapers produced during the colonial period. The main finding of this study is that the emergence of the Garut sheep breed was motivated by the import of sheep initiated by K.F. Holle for wool cultivation purposes. The crossbreeding of imported sheep and local sheep has resulted in the type of fighting sheep which is now commonly referred to as Garut sheep. The fighting sheep show itself emerged from the indigenous people's habit of fighting animals which later developed into an entertainment that was often held at every major event. The conclusion of this study is that Garut sheep as fighting sheep emerged from an 'accidental habits' and then became popular since the late 19th century. On the other hand, it has also drawn criticism from the perspective of Europeans who are concerned about the essence of the fighting sheep.
Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat
Title: MENILIK PERTUNJUKAN ADU DOMBA DI PRIANGAN PADA MASA KOLONIAL
Description:
Adu domba sangat populer di Priangan, khususnya di wilayah Garut.
Popularitas adu domba (Garut) tidak bisa dilepaskan dari historisitasnya.
Penelitian ini ditujukan untuk mempertanyakan kemunculan domba Garut serta pertunjukan adu domba pada awal perkembangannya.
Metode yang digunakan adalah metode sejarah, dengan memanfaatkan sumber berupa buku dan koran yang diproduksi pada masa kolonial.
Temuan utama penelitian ini ialah kemunculan jenis domba Garut dilatarbelakangi impor domba yang diinisiasi oleh K.
F.
Holle untuk tujuan budidaya wol.
Kawin silang domba impor dan domba lokal menghasilkan jenis domba petarung yang lazim disebut domba Garut.
Pertunjukan adu domba muncul dari kebiasaan masyarakat pribumi dalam mengadu binatang, hingga berkembang menjadi hiburan yang sering diselenggarakan pada setiap event besar.
Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai domba petarung, domba Garut muncul dari ‘ketidaksengajaan’ hingga menjadi populer sejak akhir abad ke-19, dengan diiringi berbagai kecaman dari perspektif orang Eropa perihal esensi permainannya.
Fighting sheep is very popular in Priangan, especially in the Garut region.
The popularity of fighting sheep can't be separated from the history that lies behind it.
This research is intended to answer the questions about the emergence of Garut sheep and sheep fighting show at the beginning of its development.
The method used in this research is the historical method by utilizing sources of books and newspapers produced during the colonial period.
The main finding of this study is that the emergence of the Garut sheep breed was motivated by the import of sheep initiated by K.
F.
Holle for wool cultivation purposes.
The crossbreeding of imported sheep and local sheep has resulted in the type of fighting sheep which is now commonly referred to as Garut sheep.
The fighting sheep show itself emerged from the indigenous people's habit of fighting animals which later developed into an entertainment that was often held at every major event.
The conclusion of this study is that Garut sheep as fighting sheep emerged from an 'accidental habits' and then became popular since the late 19th century.
On the other hand, it has also drawn criticism from the perspective of Europeans who are concerned about the essence of the fighting sheep.
Related Results
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
ABSTRACT This paper is a study on the potential  of puppet (wayang)  in the scope of Sundanese  culture of  Priangan subculture,  especially  dance.  Formerly  the term  ...
PERANAN LASYKAR HIZBULLAH DI PRIANGAN 1945-1948
PERANAN LASYKAR HIZBULLAH DI PRIANGAN 1945-1948
AbstrakPenelitian ini menggambarkan Peranan Lasykar Hizbullah di Priangan dalam kurun waktu 1945 hingga 1948. Untuk merekontruksi permasalahan ini digunakan metode sejarah yang ter...
Perubahan Fungsi Ketuk Tilu Di Priangan (1900-2000-an)
Perubahan Fungsi Ketuk Tilu Di Priangan (1900-2000-an)
ABSTRACTÂ Ketuk tilu is one of traditional arts which lives and thrives in Priangan community. At the beginning of its creation, Ketuk tilu was allegedly an art having ritual funct...
SENI KETANGKASAN ADU DOMBA DI GARUT SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PARIWISATA
SENI KETANGKASAN ADU DOMBA DI GARUT SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PARIWISATA
Penelitian ini berjudul “Seni Ketangkasan Adu Domba di Garut sebagai Sarana Peningkatan Pariwisata.” Kesenian tradisional ketangkasan adu domba Garut adalah kecepatan seekor domba ...
Perspektif Ulama NU Dan Ulama PERSIS Garut Tentang Adu Seni Ketangkasan Domba Garut
Perspektif Ulama NU Dan Ulama PERSIS Garut Tentang Adu Seni Ketangkasan Domba Garut
Seni ketangkasan adu domba Garut adalah salah satu tradisi budaya khas dari Garut, Jawa Barat, Indonesia, yang melibatkan pertarungan antara dua ekor domba jantan. Tradisi ini tida...
Komposisi Proksimat dan Sensori Sosis Daging Domba Masak Oven dengan Kadar Lemak Berbeda
Komposisi Proksimat dan Sensori Sosis Daging Domba Masak Oven dengan Kadar Lemak Berbeda
Daging domba memiliki potensi untuk diolah menjadi produk sosis emulsi. Kadar lemak dalam adonan daging sangat berpengaruh terhadap kualitas sosis. Penelitian ini bertujuan untuk m...
PERILAKU DOMBA DALAM AL-QUR'AN DAN HADITS
PERILAKU DOMBA DALAM AL-QUR'AN DAN HADITS
Domba adalah jenis ruminansia kecil yang digunakan sebagai sumber protein makanan. Keunggulan domba adalah mudah dipelihara dan dapat ditemukan di berbagai lingkungan baik basah, k...
TEKNOLOGI PEMULIAAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DOMBA UNGGUL INDONESIA
TEKNOLOGI PEMULIAAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DOMBA UNGGUL INDONESIA
Domba merupakan salah satu hewan ternak yang berperan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani di Indonesia. Namun, domba lokal Indonesia memiliki berbagai batasan untuk mencapai ti...

