Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGEMBANGAN BADPINGPONG SEBAGAI OLAHRAGA ALTERNATIF PADA JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE

View through CrossRef
Afif Khoirul Hidayat, S.Pd., M.OrPenidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Musamus Meraukeafif.khoirulhidayat@gmail.comAbstrakPenelitian ini bertujuan menghasilkan dan mengembangkan sebuah olahraga baru yang bernama badpingpong sebagai olahraga alternatif dalam rangka memperkenalkan dan meningkatkan ketertarikan mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Musamus terhadap cabang olahraga net/wall games. Dalam penelitian pengembangan ini, langkah-langkah yang harus ditempuh meliputi: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain dan instrument, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi, dan (8) produksi/implementasi produk. Uji coba penelitian dilakukan kepada mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Musamus yang berjumlah 156 orang, yaitu 52 mahasiswa pada uji coba skala kecil dan 104 mahasiswa pada uji coba skala besar. Teknik analisis data terdiri dari teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil akhir penelitian ini adalah diketahuinya bahwa produk olahraga permainan badpingpong yang dikembangkan memiliki kualitas “sangat baik” dan layak untuk diterapkan sebagai sarana olahraga baru dalam rangka perkenalan serta peningkatan ketertarikan mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Musamus menguasai cabang olahraga net/wall games. Hal tersebut dibuktikan dengan diperolehnya rata-rata persentase skor penilaian kualitas olahraga permainan badpingpong sebesar 97.71%, yaitu rata-rata dari penilaian para ahli sebesar 97,53% dan penilaian mahasiswa jurusan pendidikan jasmani sebesar 97,89%. Kata Kunci: Pengembangan, Badpingpong, Mahasiswa, Merauke
Universitas PGRI Semarang
Title: PENGEMBANGAN BADPINGPONG SEBAGAI OLAHRAGA ALTERNATIF PADA JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE
Description:
Afif Khoirul Hidayat, S.
Pd.
, M.
OrPenidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Musamus Meraukeafif.
khoirulhidayat@gmail.
comAbstrakPenelitian ini bertujuan menghasilkan dan mengembangkan sebuah olahraga baru yang bernama badpingpong sebagai olahraga alternatif dalam rangka memperkenalkan dan meningkatkan ketertarikan mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Musamus terhadap cabang olahraga net/wall games.
Dalam penelitian pengembangan ini, langkah-langkah yang harus ditempuh meliputi: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain dan instrument, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi, dan (8) produksi/implementasi produk.
Uji coba penelitian dilakukan kepada mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Musamus yang berjumlah 156 orang, yaitu 52 mahasiswa pada uji coba skala kecil dan 104 mahasiswa pada uji coba skala besar.
Teknik analisis data terdiri dari teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan teknik analisis data deskriptif kualitatif.
Hasil akhir penelitian ini adalah diketahuinya bahwa produk olahraga permainan badpingpong yang dikembangkan memiliki kualitas “sangat baik” dan layak untuk diterapkan sebagai sarana olahraga baru dalam rangka perkenalan serta peningkatan ketertarikan mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Musamus menguasai cabang olahraga net/wall games.
Hal tersebut dibuktikan dengan diperolehnya rata-rata persentase skor penilaian kualitas olahraga permainan badpingpong sebesar 97.
71%, yaitu rata-rata dari penilaian para ahli sebesar 97,53% dan penilaian mahasiswa jurusan pendidikan jasmani sebesar 97,89%.
 Kata Kunci: Pengembangan, Badpingpong, Mahasiswa, Merauke.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
makalah permainan bola voli-vania-x mia 3
makalah permainan bola voli-vania-x mia 3
BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang In...
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN PRESTASI
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN PRESTASI
Abstrak: Pendidikan jasmani akan merupakan bagian yang sangat vital dan bermakna di sekolah jika dibimbing secara layak, salah satu kontribusi mata pelajaran pendidikan jasmani dan...
OLAHRAGA PILIHAN
OLAHRAGA PILIHAN
Buku ini berjudul “Olahraga Pilihan”. Penulisan buku ini didasarkan kepada realitas yang terjadi di masyarakat bahwa olahraga hanya dipandang sebagai sesuatu yang melelahkan, dan a...
DAMPAK OLAHRAGA WISATA BAGI MASYARAKAT
DAMPAK OLAHRAGA WISATA BAGI MASYARAKAT
Olahraga wisata merupakan salah satu jenis kegiatan wisata yang perkembangannya cukup pesat di Indonesia karena memiliki pegunungan, lautan, sungai dan danau yang begitu luas. Oleh...
Peluang Pengembangan Industri Keolahragaan dalam Meningkatkan Potensi Olahraga dan Perekonomian di Indonesia
Peluang Pengembangan Industri Keolahragaan dalam Meningkatkan Potensi Olahraga dan Perekonomian di Indonesia
Sejarah Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi besar di bidang olahraga. Negara yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan jumlah penduduk terbesar keempat di duni...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG OLAHRAGA DI BOYOLALI
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG OLAHRAGA DI BOYOLALI
Gelanggang olahraga di boyolali adalah suatu tempat/wadah untuk berolahraga yang bertujuan sebagai sarana olahraga yang rekreatif untuk menikmati saat-saat yang bebas dari kegiatan...

Back to Top