Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Problem Bentuk dan Makna pada Kumpulan Puisi Dwibahasa Gurit Bandha Donya-Puisi Kekayaan Dunia

View through CrossRef
Tujuan peneltian ini adalah menginterpretasi, menganalisis, dan mendeskripsikan  problem bentuk dan makna kumpulan puisi dwibahasa  Gurit Bandha Donya-Puisi Kekayaan Dunia dalam kerangka pendekatan kualitatif. Kumpulan puisi ini memiliki makna beragam sesuai dengan kecenderungan tematik para penyairnya. Puisi yang berbahasa Jawa ditulis lebih awal, kemudian  diterjemahkan  oleh penyair  ke bahasa Indonesia.  Puisi berbahasa Jawa terasa lebih padat dibanding  hasil terjemahannya. Ada kecenderungan dalam menerjemahkan penyair  menambahkan  kata-kata atau konsep  tertentu sehingga bentuknya  menjadi lebih panjang.  Dalam kasus tertentu ada pula yang terjadi pengurangan konsep sehingga makna puisi menjadi berbeda.             Umumnya dalam penerjemahkan  puisi penyair  masih terikat pada penerjemahan kata perkata. Idiom-idiom dalam puisi belum dialihkan ke idiom bahasa lain yang maknanaya mirip. Kesenjangan  idiom inilah  yang menjadi permasalahan dalam penerjemahan puisi dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia.
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Title: Problem Bentuk dan Makna pada Kumpulan Puisi Dwibahasa Gurit Bandha Donya-Puisi Kekayaan Dunia
Description:
Tujuan peneltian ini adalah menginterpretasi, menganalisis, dan mendeskripsikan  problem bentuk dan makna kumpulan puisi dwibahasa  Gurit Bandha Donya-Puisi Kekayaan Dunia dalam kerangka pendekatan kualitatif.
Kumpulan puisi ini memiliki makna beragam sesuai dengan kecenderungan tematik para penyairnya.
Puisi yang berbahasa Jawa ditulis lebih awal, kemudian  diterjemahkan  oleh penyair  ke bahasa Indonesia.
  Puisi berbahasa Jawa terasa lebih padat dibanding  hasil terjemahannya.
Ada kecenderungan dalam menerjemahkan penyair  menambahkan  kata-kata atau konsep  tertentu sehingga bentuknya  menjadi lebih panjang.
  Dalam kasus tertentu ada pula yang terjadi pengurangan konsep sehingga makna puisi menjadi berbeda.
            Umumnya dalam penerjemahkan  puisi penyair  masih terikat pada penerjemahan kata perkata.
Idiom-idiom dalam puisi belum dialihkan ke idiom bahasa lain yang maknanaya mirip.
Kesenjangan  idiom inilah  yang menjadi permasalahan dalam penerjemahan puisi dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia.

Related Results

Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
Puisi memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, adanya sebuah karakteristik dikarenakan ada faktor pembeda. Karakteristik puisi adalah ciri khas yang terdapat didalam pui...
Tubuh Perempuan dalam Metafora pada Kumpulan Puisi Pandora Karya Oka Rusmini: Kajian Stilistika
Tubuh Perempuan dalam Metafora pada Kumpulan Puisi Pandora Karya Oka Rusmini: Kajian Stilistika
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk metafora tubuh dan juga menguraikan fungsi puitik metafora tubuh yang terdapat di dalam puisi “Pandora” karya Oka Rusmini. Teori y...
Makna Kematian Dalam Puisi Misa Arwah Karya Dea Anugrah
Makna Kematian Dalam Puisi Misa Arwah Karya Dea Anugrah
Penelitian ini berjudul “Makna Kematian pada Puisi Misa Arwah Karya Dea Anugrah”. Penelitian ini mengkaji tentang struktur puisi dan proses pemaknaan sebuah puisi. Tujuan penelitia...

Back to Top