Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

OPTIMALISASI PENGOLAHAN TENGKAWANG MENJADI GREEN BUTTER: PENINGKATAN EKONOMI LOKAL DAN KONSERVASI HUTAN DI KALIMANTAN BARAT

View through CrossRef
Kalimantan Barat dikenal sebagai daerah penghasil buah tengkawang, namun karena harga buahnya rendah, banyak kayu tengkawang yang ditebang. Masyarakat sekitar hutan memanfaatkan buah tengkawang untuk minyak sayur dan obat tradisional, serta menjual buah kering yang sudah disalai dengan harga Rp. 6.000-Rp.7.500/kg. Biji tengkawang yang diolah menjadi minyak/lemak tengkawang dapat dijual ke industri dengan harga hingga Rp. 80.000/kg, dan digunakan untuk berbagai produk industri seperti permen, obat-obatan, minyak makan, kosmetika, dan sabun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pengolahan biji tengkawang menjadi minyak tengkawang (green butter) melalui metode pengepresan mekanis yang efisien dan meningkatkan kualitas produk. Studi pendahuluan, perancangan dan pembuatan mesin pengepres mekanis, pengujian mesin, serta analisis hasil minyak tengkawang dilakukan. Mesin terdiri dari alat pengukusan biji tengkawang dan mesin pengepres berulir (screw press) dengan elemen pemanas dan pengendali temperatur otomatis. Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak tengkawang yang dihasilkan berkualitas baik dan memenuhi standar minyak nabati untuk konsumsi dan industri. Kesimpulannya, inovasi teknologi ini berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, dengan rekomendasi untuk pengembangan kapasitas produksi, strategi pemasaran, serta dukungan pemerintah dan pihak terkait untuk pemanfaatan minyak tengkawang sebagai komoditi unggulan daerah.
Title: OPTIMALISASI PENGOLAHAN TENGKAWANG MENJADI GREEN BUTTER: PENINGKATAN EKONOMI LOKAL DAN KONSERVASI HUTAN DI KALIMANTAN BARAT
Description:
Kalimantan Barat dikenal sebagai daerah penghasil buah tengkawang, namun karena harga buahnya rendah, banyak kayu tengkawang yang ditebang.
Masyarakat sekitar hutan memanfaatkan buah tengkawang untuk minyak sayur dan obat tradisional, serta menjual buah kering yang sudah disalai dengan harga Rp.
6.
000-Rp.
7.
500/kg.
Biji tengkawang yang diolah menjadi minyak/lemak tengkawang dapat dijual ke industri dengan harga hingga Rp.
80.
000/kg, dan digunakan untuk berbagai produk industri seperti permen, obat-obatan, minyak makan, kosmetika, dan sabun.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pengolahan biji tengkawang menjadi minyak tengkawang (green butter) melalui metode pengepresan mekanis yang efisien dan meningkatkan kualitas produk.
Studi pendahuluan, perancangan dan pembuatan mesin pengepres mekanis, pengujian mesin, serta analisis hasil minyak tengkawang dilakukan.
Mesin terdiri dari alat pengukusan biji tengkawang dan mesin pengepres berulir (screw press) dengan elemen pemanas dan pengendali temperatur otomatis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak tengkawang yang dihasilkan berkualitas baik dan memenuhi standar minyak nabati untuk konsumsi dan industri.
Kesimpulannya, inovasi teknologi ini berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, dengan rekomendasi untuk pengembangan kapasitas produksi, strategi pemasaran, serta dukungan pemerintah dan pihak terkait untuk pemanfaatan minyak tengkawang sebagai komoditi unggulan daerah.

Related Results

Keragaman Kandungan Lemak Nabati Spesies Shorea Penghasil Tengkawang dari Beberapa Provenans dan Ras Lahan
Keragaman Kandungan Lemak Nabati Spesies Shorea Penghasil Tengkawang dari Beberapa Provenans dan Ras Lahan
Buah tengkawang merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu bernilai tinggi dan merupakan salah satu komoditi eksporsebagai bahan baku lemak nabati, industri kosmetik, dan substitu...
Modal Sosial Masyarakat Dusun Melayang dalam Pemanfaatan Buah Tengkawang di Hutan Adat Pikul
Modal Sosial Masyarakat Dusun Melayang dalam Pemanfaatan Buah Tengkawang di Hutan Adat Pikul
AbstrakModal sosial adalah kemampuan masyarakat untuk bekerjasama demi mencapai suatu tujuan bersama didalam suatu kelompok. Hutan Adat Pikul memiliki potensi tengkawang yang sanga...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MORFOLOGI VEGETATIF JENIS POHON TENGKAWANG (Shorea spp) DI DESA MENSIAU KECAMATAN BATANG LUPAR KABUPATEN KAPUAS HULU
MORFOLOGI VEGETATIF JENIS POHON TENGKAWANG (Shorea spp) DI DESA MENSIAU KECAMATAN BATANG LUPAR KABUPATEN KAPUAS HULU
Tengkawang is a Shorea tree which includes in Dipterocarpacea family. This tree was the indigenous species of West Kalimantan, and mostly found in Kapuas Hulu Regency.  Tengkawang ...
PENGEMBANGAN PROGRAM PERKULIAHAN BIOLOGI KONSERVASI DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL ACEH
PENGEMBANGAN PROGRAM PERKULIAHAN BIOLOGI KONSERVASI DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL ACEH
Acehnese local wisdom-based contextual approach has never been used in learning. Incorporating Acehnese local wisdom into the study of conservation biology will greatly assist the ...
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Pelestarian lingkungan kawasan wisata alam oleh Kesatuan Pelestarian Hutan Konservasi Taman Nasional Bali Barat saat ini telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak (mitra), s...

Back to Top