Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FEMINISME DALAM PENAFSIRAN AYAT QIWA<MAH PERSPEKTIF RIFFAT HASSAN DAN AMINA WADUD

View through CrossRef
<p>Diskursus feminisme di Indonesia merupakan suatu hal penting dan relevan pada saat ini. Hal ini disebabkan kompleksitas wacana perempuan dalam berbagai upaya peningkatan kesadaran perempuan dan persoalan yang dihadapi perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari, aspek perempuan setidaknya diperdebatkan dalam wacana seputar status, tubuh, peran, dan pemikirannya. Hal ini kemudian memunculkan gerakan pendukung femisnism dan anti feminism di Indonesia yang bertolak belakang dan saling mengkampanyekan gerakan masing-masing. Artikel ini hendak mengkaji pandangan tokoh pro feminism Amina Wadud dan Riffat Hassan sebagai aktivis feminis Muslim berdasarkan ayat <em>Qiwamah </em>yang menjadi sumber penafsirannya. Penelusuran ide dilakukan secara komparatif dengan melihat tulisan dan karya tafsirnya. Pada akhirnya, artikel ini menemukan adanya ketersalingan penafsiran ayat <em>qiwa&gt;mah </em>perspektiF Riffat Hassan dan Amina Wadud: Pertama, Keprihatinan akan ketimpangan gender. Kedua, tidak adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan baik dalam keluarga atau masyarakat. Ketiga, diagnosis bahwa dasar legitimasi atas superioritas laki-laki atas perempuan adalah bersumber dari hegemoni penafsiran ulama laki-laki yang cenderung maskulinitas dan mengunggulkan gendernya. Keempat, solusi dalam melawan hal tersebut adalah dengan memberikan    reinterpretasi    pada    ayat-ayat Al Qur’an  yang terkait perempuan dari perspektif perempuan (feminisme).</p>Kata Kunci: <em>Feminisme, Riffat Hassan, Amina Wadud, Qiwamah</em>
Ushuluddin dan Studi Islam, UIN Sumatera Utara
Title: FEMINISME DALAM PENAFSIRAN AYAT QIWA<MAH PERSPEKTIF RIFFAT HASSAN DAN AMINA WADUD
Description:
<p>Diskursus feminisme di Indonesia merupakan suatu hal penting dan relevan pada saat ini.
Hal ini disebabkan kompleksitas wacana perempuan dalam berbagai upaya peningkatan kesadaran perempuan dan persoalan yang dihadapi perempuan.
Dalam kehidupan sehari-hari, aspek perempuan setidaknya diperdebatkan dalam wacana seputar status, tubuh, peran, dan pemikirannya.
Hal ini kemudian memunculkan gerakan pendukung femisnism dan anti feminism di Indonesia yang bertolak belakang dan saling mengkampanyekan gerakan masing-masing.
Artikel ini hendak mengkaji pandangan tokoh pro feminism Amina Wadud dan Riffat Hassan sebagai aktivis feminis Muslim berdasarkan ayat <em>Qiwamah </em>yang menjadi sumber penafsirannya.
Penelusuran ide dilakukan secara komparatif dengan melihat tulisan dan karya tafsirnya.
Pada akhirnya, artikel ini menemukan adanya ketersalingan penafsiran ayat <em>qiwa&gt;mah </em>perspektiF Riffat Hassan dan Amina Wadud: Pertama, Keprihatinan akan ketimpangan gender.
Kedua, tidak adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan baik dalam keluarga atau masyarakat.
Ketiga, diagnosis bahwa dasar legitimasi atas superioritas laki-laki atas perempuan adalah bersumber dari hegemoni penafsiran ulama laki-laki yang cenderung maskulinitas dan mengunggulkan gendernya.
Keempat, solusi dalam melawan hal tersebut adalah dengan memberikan    reinterpretasi    pada    ayat-ayat Al Qur’an  yang terkait perempuan dari perspektif perempuan (feminisme).
</p>Kata Kunci: <em>Feminisme, Riffat Hassan, Amina Wadud, Qiwamah</em>.

Related Results

Criticizing Amina Wadud's Views on Leadership in the Household
Criticizing Amina Wadud's Views on Leadership in the Household
          Controversial issues regarding the status and standing of women are widely discussed by contemporary Islamic figures. This topic seems to be a hot topic that is rarely di...
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
Salah satu permasalahan yang direspons secara berbeda antara periode Makkah dan periode Madinah adalah masalah khamr. Hal ini terlihat pada perbedaan konstruksi ayat-ayat khamr Mak...
AMINA WADUD MUHSIN GENDER THINKING IN THE HERMENEUTIC PERSPECTIVE OF HANS GEORG GADAMER
AMINA WADUD MUHSIN GENDER THINKING IN THE HERMENEUTIC PERSPECTIVE OF HANS GEORG GADAMER
The purpose of this study is to find out the gender thinking of Amina Wadud Muhsin in the view of Hans Georg Gadamer's Hermeneutics. This research is library research using a resea...
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...
KRITIK WACANA TAFSIR ATAS TEOLOGI KESETARAAN GENDER RIFFAT HASSAN
KRITIK WACANA TAFSIR ATAS TEOLOGI KESETARAAN GENDER RIFFAT HASSAN
Abstract: This article discuss about how theology construct worked by Riffat Hassan to realize gender equality and how the implication caused from gender equality and how the relat...
Telaah Metode Istinbath Amina Wadud Perspektif Turuq al-Istinbath min al-Nushush
Telaah Metode Istinbath Amina Wadud Perspektif Turuq al-Istinbath min al-Nushush
Dalam kajian Islam kontemporer, ada beberapa tokoh feminis yang dianggap aktif sebagai penggerak gerakan feminisme Islam, di antaranya adalah Amina Wadud Muhsin. Dalam karyanya Qur...
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan komperhensif konsep munāsabahterkait dengan pola dan pendekatan munāsabah antar ayat dalam satu surat yang digunakanMu...
Tafsir Feminisme Perspektif Amina Wadud
Tafsir Feminisme Perspektif Amina Wadud
This study discusses the position of women in the creation of humankind based on Amina Wadud's feminist hermeneutics perspective as an effort to critique classical interpretations ...

Back to Top