Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pelayanan Kaum Muda Berbasis Keluarga sebagai Pendekatan yang Kontekstual di Indonesia

View through CrossRef
Pada umumnya pelayanan kaum muda di gereja Indonesia terpola kategorial. Yang dimaksud dengan pola kategorial ialah terputusnya hubungan antara kaummuda dengan gereja. Keterputusan antara kaum muda dengan gereja membuat sebagian rohaniwan memikirkan alternatif lain untuk mengatasi pola kategorial. Alternatif tersebut mulai dikumandangkan sejak akhir abad ke-20. Kemudian di awal abad ke-21, Malan Nel menformulasikan alternatif untuk mengatasi pola kategorial dengan memberikan istilah pendekatan Inclusive-Congregational. Pendekatan ini dapat dikatakan sebagai pelayanan kaum muda berbasis keluarga. Pendekatan ini membuat penulis berpikir untuk mengimplementasikan ke dalam konteks Indonesia yang memiliki budaya kekeluargaan yang kental. Hal ini tentunya dapat menjadi jembatan yang memudahkan untuk pelaksanaan pelayanan kaum muda berbasis keluarga. Namun penerapan model pelayanan kaum muda berbasis keluarga tetap terasa sulit karena akan berbenturan dengan sistem pemerintahan gereja, sehingga menerapkan model tidak akan dapat dilakukan oleh seluruh gereja dari berbagai denominasi. Karena itu, penulis tidak akan membahas model berbasis keluarga, tetapi pembahasan skripsi ini akan mengarah kepada paradigma yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan kaum muda berbasis keluarga di gereja Indonesia.
Pusat Studi dan Pengembangan Pelayanan Kaum Muda
Title: Pelayanan Kaum Muda Berbasis Keluarga sebagai Pendekatan yang Kontekstual di Indonesia
Description:
Pada umumnya pelayanan kaum muda di gereja Indonesia terpola kategorial.
Yang dimaksud dengan pola kategorial ialah terputusnya hubungan antara kaummuda dengan gereja.
Keterputusan antara kaum muda dengan gereja membuat sebagian rohaniwan memikirkan alternatif lain untuk mengatasi pola kategorial.
Alternatif tersebut mulai dikumandangkan sejak akhir abad ke-20.
Kemudian di awal abad ke-21, Malan Nel menformulasikan alternatif untuk mengatasi pola kategorial dengan memberikan istilah pendekatan Inclusive-Congregational.
Pendekatan ini dapat dikatakan sebagai pelayanan kaum muda berbasis keluarga.
Pendekatan ini membuat penulis berpikir untuk mengimplementasikan ke dalam konteks Indonesia yang memiliki budaya kekeluargaan yang kental.
Hal ini tentunya dapat menjadi jembatan yang memudahkan untuk pelaksanaan pelayanan kaum muda berbasis keluarga.
Namun penerapan model pelayanan kaum muda berbasis keluarga tetap terasa sulit karena akan berbenturan dengan sistem pemerintahan gereja, sehingga menerapkan model tidak akan dapat dilakukan oleh seluruh gereja dari berbagai denominasi.
Karena itu, penulis tidak akan membahas model berbasis keluarga, tetapi pembahasan skripsi ini akan mengarah kepada paradigma yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan kaum muda berbasis keluarga di gereja Indonesia.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Pembelajaran yang Transformatif dalam Pelayanan Kaum Muda
Pembelajaran yang Transformatif dalam Pelayanan Kaum Muda
Masa muda adalah masa di mana seseorang mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan dalam dirinya, baik kemampuan, keterbatasan, kepercayaan, maupun nilai- nilai so...
Strategi Coaching untuk Pengembangan Spiritualitas Kaum Muda
Strategi Coaching untuk Pengembangan Spiritualitas Kaum Muda
Budaya pascamodern telah membentuk spiritualitas kaum muda menjadi spiritualitas yang memiliki karakteristik ambiguitas, autentisitas, dan pengalaman. Di tengah konteks ini, ada se...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
pendahuluan Kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan isu yang paling menemuka dalam pengelolaan administrasi publik saat ini. Prasetyantoko (2008) mengatakan bahwa untu...
Inovasi Pembelajaran Berbasis Kontekstual Untuk Pengajaran Termokia
Inovasi Pembelajaran Berbasis Kontekstual Untuk Pengajaran Termokia
Inovasi pembelajaran berbasis kontekstual perlu mendapat perhatian agar teori yang dipelajari mahasiswa di dalam kelas di dukung oleh kenyataan yang ada dalam kehidupan sehari-hari...
ANALISIS FAKTOR INTERNAL KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN
ANALISIS FAKTOR INTERNAL KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN
ABSTRAKLatar Belakang : Pelayanan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity of care/ CoC), yang bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu, yang diberika...

Back to Top