Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI SEREH TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI

View through CrossRef
Latar Belakang : Lansia dengan hipertensi sering mengalami gangguan kualitas tidur akibat perubahan fisiologis, aktivasi sistem saraf simpatik, serta faktor psikologis seperti kecemasan. Aromaterapi sereh (Cymbopogon citratus) merupakan terapi komplementer yang diketahui memiliki efek relaksasi melalui stimulasi sistem limbik, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas tidur secara nonfarmakologis. Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua partisipan lansia berusia 58–62 tahun yang memiliki diagnosis hipertensi dan keluhan gangguan tidur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi menggunakan format asuhan keperawatan. Intervensi berupa pemberian aromaterapi sereh menggunakan Reed Diffuser  selama 15–30 menit sebelum tidur, dilakukan selama tiga hari. Analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, pembahasan, serta penarikan kesimpulan berdasarkan pendekatan induktif. Hasil : Pemberian aromaterapi sereh menunjukkan peningkatan kualitas tidur pada kedua klien. Klien 1 mengalami peningkatan durasi tidur menjadi 6–7 jam per malam, sedangkan Klien 2 menjadi 5–6 jam per malam. Keduanya melaporkan lebih rileks, frekuensi terbangun berkurang, serta merasa lebih segar pada pagi hari. Tidak ditemukan efek samping dari penggunaan aromaterapi. Tekanan darah menunjukkan stabilisasi ringan sesuai kondisi hipertensi masing-masing klien. Aromaterapi sereh terbukti membantu meningkatkan kualitas tidur melalui efek relaksasi psikofisiologis, penurunan kecemasan, serta stimulasi sistem saraf parasimpatis. Hasil ini sejalan dengan teori dan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa kandungan sitral pada sereh berperan dalam menurunkan ketegangan dan memperbaiki pola tidur. Intervensi keperawatan dukungan tidur, termasuk modifikasi lingkungan tidur dan edukasi ritme tidur sehat, turut mendukung hasil positif. Kesimpulan : Aromaterapi sereh efektif meningkatkan kualitas tidur pada lansia dengan hipertensi, ditandai dengan peningkatan durasi dan kenyamanan tidur serta penurunan gangguan terbangun malam hari. Intervensi ini aman, mudah diterapkan, dan dapat dijadikan pendekatan nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia.
Title: PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI SEREH TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI
Description:
Latar Belakang : Lansia dengan hipertensi sering mengalami gangguan kualitas tidur akibat perubahan fisiologis, aktivasi sistem saraf simpatik, serta faktor psikologis seperti kecemasan.
Aromaterapi sereh (Cymbopogon citratus) merupakan terapi komplementer yang diketahui memiliki efek relaksasi melalui stimulasi sistem limbik, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas tidur secara nonfarmakologis.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua partisipan lansia berusia 58–62 tahun yang memiliki diagnosis hipertensi dan keluhan gangguan tidur.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi menggunakan format asuhan keperawatan.
Intervensi berupa pemberian aromaterapi sereh menggunakan Reed Diffuser  selama 15–30 menit sebelum tidur, dilakukan selama tiga hari.
Analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, pembahasan, serta penarikan kesimpulan berdasarkan pendekatan induktif.
Hasil : Pemberian aromaterapi sereh menunjukkan peningkatan kualitas tidur pada kedua klien.
Klien 1 mengalami peningkatan durasi tidur menjadi 6–7 jam per malam, sedangkan Klien 2 menjadi 5–6 jam per malam.
Keduanya melaporkan lebih rileks, frekuensi terbangun berkurang, serta merasa lebih segar pada pagi hari.
Tidak ditemukan efek samping dari penggunaan aromaterapi.
Tekanan darah menunjukkan stabilisasi ringan sesuai kondisi hipertensi masing-masing klien.
Aromaterapi sereh terbukti membantu meningkatkan kualitas tidur melalui efek relaksasi psikofisiologis, penurunan kecemasan, serta stimulasi sistem saraf parasimpatis.
Hasil ini sejalan dengan teori dan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa kandungan sitral pada sereh berperan dalam menurunkan ketegangan dan memperbaiki pola tidur.
Intervensi keperawatan dukungan tidur, termasuk modifikasi lingkungan tidur dan edukasi ritme tidur sehat, turut mendukung hasil positif.
Kesimpulan : Aromaterapi sereh efektif meningkatkan kualitas tidur pada lansia dengan hipertensi, ditandai dengan peningkatan durasi dan kenyamanan tidur serta penurunan gangguan terbangun malam hari.
Intervensi ini aman, mudah diterapkan, dan dapat dijadikan pendekatan nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia.

Related Results

PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
Kebutuhan vital yang penting agar proses kehidupan berlangsung baik untuk setiap makhluk hidup adalah kebutuhan tidur. Akan tetapi hal tersebut akan mengalami pergeseran saat memas...
GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA HIPERTENSI
GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA HIPERTENSI
Abstrak Hipertensi merupakan keadaan yang mana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik di atas batas normal yaitu ≥ 140/90 mmHg. Gejala utama yang biasanya dirasak...
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan tidur pada umumnya sering kita temukan pada masyarakat awam, terutama pada orang dengan lanjut usia (lansia). Prevalensinya sekitar 76%. Kelompok lansia lebih sering menga...
HUBUNGAN PERILAKU DZIKIR DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA DI DESA CAMPAKAMULYA
HUBUNGAN PERILAKU DZIKIR DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA DI DESA CAMPAKAMULYA
Lansia merupakan individu yang berada pada tahapan dewasa akhir yang usianya dimulai dari 60 tahun keatas. Perubahan fungsi biologis pada lansia salah satunya adalah perubahan pola...
TINGKAT KECEMASAN DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA
TINGKAT KECEMASAN DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA
Abstract. As life span increases, this condition more likely result in general health problems or mental health problems, especially in the elderly. Elderly who experience changes ...

Back to Top