Javascript must be enabled to continue!
EFEKTIVITAS BRAIN GYM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI
View through CrossRef
Penyakit hipertensi lebih akrab disebut penyakit darah tinggi. Penyakit arteri yang diakibatkan tekanan darah yang meningkat secara kronis. Penyakit ini tanpa gejala yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, sampai kerusakan ginjal. Perlu intervensi yang baik untuk mengendalikan tekanan darah terutama pada populasi lansia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah tindakan non farmakologis. Salah satu intervensi yang diduga dapat mengontrol tekanan darah adalah senam otak. Untuk itu perlu adanya penelitian untuk mengetahui efektivitas senam otak untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui efektifitas senam otak (brain gym) untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode yang akan peneliti lakukan adalah quasi eksperimen dengan memberikan intervensi senam otak pada lansia dengan hipertensi. Kemudian dilakukan analisis efektivitas sebelum dan setelah intervensi. Responden dalam penelitian ini adalah Pra lansia dan lansia di Kelurahan Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Hasil Penelitian ini adalah rerata tekanan darah sebelum dilakukan intervensi dengan brain gym adalah 162,7/100,8 mmHg sedangkan rerata tekanan darah setelah dilakukan intervensi dengan brain gym adalah 141,9/83,02 mmHg. Terdapat penurunan nilai rerata tekanan darah sistol sebesar 20,83 mmHg dan penurunan tekanan darah diastol 17,84 mmHg. Kesimpulan : Brain gym efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pra lansia dan lansia dengan hipertensi (p= 0,001).
Kata Kunci: brain gym; hipertensi; lansia
Hypertension is more familiarly called high blood pressure. Arterial disease caused by chronically elevated blood pressure. This disease has no symptoms which can increase a person's risk of stroke, aneurysm, heart failure, heart attack, and even kidney damage. Good intervention is needed to control blood pressure, especially in the elderly population. One way that can be done is non-pharmacological action. One intervention that is thought to be able to control blood pressure is brain exercise. For this reason, research is needed to determine the effectiveness of brain exercises to reduce blood pressure in elderly people with hypertension. The purpose of this research To determine the effectiveness of brain gymnastics to reduce blood pressure in elderly people with hypertension.The method that researchers will use is a quasi-experiment by providing brain exercise interventions to elderly people with hypertension. Then an effectiveness analysis was carried out before and after the intervention.Respondent is Pre-elderly and elderly in Jeruksawit Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency. The Research result is the average blood pressure before the intervention with the brain gym was 162.7/100.8 mmHg, while the average blood pressure after the intervention with the brain gym was 141.9/83.02 mmHg. There was a decrease in the mean value of systolic blood pressure of 20.83 mmHg and a decrease in diastolic blood pressure of 17.84 mmHg. Conclusion: Brain gym is effective for lowering blood pressure in pre-elderly and elderly with hypertension (p = 0.001).
Keywords: brain gym; elderly; hypertension
Akademi Keperawatan Panti Kosala Surakarta
Title: EFEKTIVITAS BRAIN GYM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI
Description:
Penyakit hipertensi lebih akrab disebut penyakit darah tinggi.
Penyakit arteri yang diakibatkan tekanan darah yang meningkat secara kronis.
Penyakit ini tanpa gejala yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, sampai kerusakan ginjal.
Perlu intervensi yang baik untuk mengendalikan tekanan darah terutama pada populasi lansia.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah tindakan non farmakologis.
Salah satu intervensi yang diduga dapat mengontrol tekanan darah adalah senam otak.
Untuk itu perlu adanya penelitian untuk mengetahui efektivitas senam otak untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui efektifitas senam otak (brain gym) untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Metode yang akan peneliti lakukan adalah quasi eksperimen dengan memberikan intervensi senam otak pada lansia dengan hipertensi.
Kemudian dilakukan analisis efektivitas sebelum dan setelah intervensi.
Responden dalam penelitian ini adalah Pra lansia dan lansia di Kelurahan Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
Hasil Penelitian ini adalah rerata tekanan darah sebelum dilakukan intervensi dengan brain gym adalah 162,7/100,8 mmHg sedangkan rerata tekanan darah setelah dilakukan intervensi dengan brain gym adalah 141,9/83,02 mmHg.
Terdapat penurunan nilai rerata tekanan darah sistol sebesar 20,83 mmHg dan penurunan tekanan darah diastol 17,84 mmHg.
Kesimpulan : Brain gym efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pra lansia dan lansia dengan hipertensi (p= 0,001).
Kata Kunci: brain gym; hipertensi; lansia
Hypertension is more familiarly called high blood pressure.
Arterial disease caused by chronically elevated blood pressure.
This disease has no symptoms which can increase a person's risk of stroke, aneurysm, heart failure, heart attack, and even kidney damage.
Good intervention is needed to control blood pressure, especially in the elderly population.
One way that can be done is non-pharmacological action.
One intervention that is thought to be able to control blood pressure is brain exercise.
For this reason, research is needed to determine the effectiveness of brain exercises to reduce blood pressure in elderly people with hypertension.
The purpose of this research To determine the effectiveness of brain gymnastics to reduce blood pressure in elderly people with hypertension.
The method that researchers will use is a quasi-experiment by providing brain exercise interventions to elderly people with hypertension.
Then an effectiveness analysis was carried out before and after the intervention.
Respondent is Pre-elderly and elderly in Jeruksawit Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency.
The Research result is the average blood pressure before the intervention with the brain gym was 162.
7/100.
8 mmHg, while the average blood pressure after the intervention with the brain gym was 141.
9/83.
02 mmHg.
There was a decrease in the mean value of systolic blood pressure of 20.
83 mmHg and a decrease in diastolic blood pressure of 17.
84 mmHg.
Conclusion: Brain gym is effective for lowering blood pressure in pre-elderly and elderly with hypertension (p = 0.
001).
Keywords: brain gym; elderly; hypertension.
Related Results
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggun...
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Latihan Senam Lansia Dengan Hipertensi Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Latihan Senam Lansia Dengan Hipertensi Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan
Latar Belakang: Lanjut Usia (Lansia) sebuah proses bertambahnya usia disertai adanya penurunan fungsi organ tubuh pada lansia, seiring meningkatnya usia, terjadi perubahan dalam st...
Literature Review Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Lansia
Literature Review Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Lansia
Penyebab kematian utama diseluruh dunia adalah penyakit hipertensi yang kronis dimana keadaan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, otak, ginjal dan lainnya. Menurut Worl...
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Pada Lansia Dengan Hipertensi Dalam Mengontrol Tekanan Darah
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Pada Lansia Dengan Hipertensi Dalam Mengontrol Tekanan Darah
Penuaan merupakan suatu proses alami dalam siklus kehidupan manusia, dan dengan bertambahnya usia, risiko terjadinya penyakit kronis, termasuk hipertensi, semakin meningkat. Tingka...
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI MASYARAKAT
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI MASYARAKAT
Latar belakang: Lansia merupakan kelompok usia 60 tahun ke atas dimana telah mengalami penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stress lingkungan. Peningkatan usia yang d...
EFEKTIVITAS BEKAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SYSTOLE PADA PASIEN HIPERTENSI
EFEKTIVITAS BEKAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SYSTOLE PADA PASIEN HIPERTENSI
Efektivitas Bekam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Systole Pada Pasien Hipertensi
Aris Setyawan1 Wiwik Widia Astuti2
Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Surya Global...
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN ISOMETRIC HAND GRIP TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DI MASA PANDEMI
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN ISOMETRIC HAND GRIP TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DI MASA PANDEMI
Latar Belakang: Kasus hipertensi seringkali ditemukan di masyarakat terutama pada lansia. Di masa pandemi Covid-19 ini banyak lansia yang mengalami penurunan aktivitas fisik sehing...

