Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi Makroskopis dan Mikroskopis Kayu Medang Sereh Berdasarkan Bagian Batang

View through CrossRef
ABSTRACT Some aspects that can be a reference in identifying lemongrass wood include anatomical structure (macro and micro properties) based on the trunk (base, middle and end). The results of research identifying the anatomical properties of lemongrass wood on various parts of the trunk provide conclusions of anatomical structure for the macroscopic structure characteristics of lemongrass wood in general do not differ between the position of the base, middle and end and the terrace and sapwood, namely giving the heartwood color brown, has a striped pattern, a rather smooth texture, a smooth tactile effect, somewhat shiny, has a smell like lemongrass or telon oil, the hardness is rather hard and heavy. The microscopic structural characteristics of lemongrass medang wood in the position of lemongrass medang logs (base, middle and tip) show that in general wood fibers experience an increase in length from pith to leather. Based on testing the quality of wood fiber for pulp and paper use which includes fiber length, Runkle Ratio, Muhlstep Ratio (MR), Felting Power (FP), Flexibility Ratio (FR) and Coefficient of Rigidity (CR) that lemongrass wood fiber is included in quality class III. Quality class III is a class of wood fiber that has tear firmness, rupture resistance and low tensile firmness.   Keywords: macroscopic, microscopic, medang wood, position of the trunk   ABSTRAK Beberapa aspek yang dapat menjadi acuan dalam mengidentifikasi kayu medang sereh ini adalah meliputi struktur anatomi (sifat makro dan mikro) berdasarkan bagian batangnya (pangkal, tengah dan ujung). Hasil penelitian identifikasi sifat anatomi kayu medang sereh pada berbagai bagian batang memberikan kesimpulan struktur anatomi untuk ciri struktur makroskopis kayu medang sereh secara umum tidak berbeda antara posisi pangkal, tengah dan ujung dan bagian teras dan gubalnya yaitu memberikan warna kayu terasnya coklat, mempunyai corak bergaris-garis, tekstur agak halus, kesan raba halus, agak mengkilap, mempunyai bau seperti bau sereh atau minyak telon, kekerasan agak keras dan berat.  Ciri struktur mikroskopis kayu medang sereh secara pada posisi batang kayu medang sereh (pangkal, tengah dan ujung) menunjukkan bahwa secara umum serat kayu mengalami penambahan panjang dari empulur hingga menuju kulit. Berdasarkan pengujian kualitas serat kayu untuk penggunaan pulp dan kertas yang meliputi panjang serat, Runkle Ratio, Muhlstep Ratio (MR), Felting Power (FP), Flexibility Ratio (FR) dan Coeffisien of Rigidity (CR) bahwa serat kayu medang sereh masuk ke dalam kelas mutu III. Kelas mutu III merupakan kelas serat kayu yang memiliki keteguhan sobek, ketahanan pecah dan keteguhan tarik yang rendah.   Kata kunci: medang sereh, posisi batang, makroskopis, mikroskopis
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: Identifikasi Makroskopis dan Mikroskopis Kayu Medang Sereh Berdasarkan Bagian Batang
Description:
ABSTRACT Some aspects that can be a reference in identifying lemongrass wood include anatomical structure (macro and micro properties) based on the trunk (base, middle and end).
The results of research identifying the anatomical properties of lemongrass wood on various parts of the trunk provide conclusions of anatomical structure for the macroscopic structure characteristics of lemongrass wood in general do not differ between the position of the base, middle and end and the terrace and sapwood, namely giving the heartwood color brown, has a striped pattern, a rather smooth texture, a smooth tactile effect, somewhat shiny, has a smell like lemongrass or telon oil, the hardness is rather hard and heavy.
The microscopic structural characteristics of lemongrass medang wood in the position of lemongrass medang logs (base, middle and tip) show that in general wood fibers experience an increase in length from pith to leather.
Based on testing the quality of wood fiber for pulp and paper use which includes fiber length, Runkle Ratio, Muhlstep Ratio (MR), Felting Power (FP), Flexibility Ratio (FR) and Coefficient of Rigidity (CR) that lemongrass wood fiber is included in quality class III.
Quality class III is a class of wood fiber that has tear firmness, rupture resistance and low tensile firmness.
  Keywords: macroscopic, microscopic, medang wood, position of the trunk   ABSTRAK Beberapa aspek yang dapat menjadi acuan dalam mengidentifikasi kayu medang sereh ini adalah meliputi struktur anatomi (sifat makro dan mikro) berdasarkan bagian batangnya (pangkal, tengah dan ujung).
Hasil penelitian identifikasi sifat anatomi kayu medang sereh pada berbagai bagian batang memberikan kesimpulan struktur anatomi untuk ciri struktur makroskopis kayu medang sereh secara umum tidak berbeda antara posisi pangkal, tengah dan ujung dan bagian teras dan gubalnya yaitu memberikan warna kayu terasnya coklat, mempunyai corak bergaris-garis, tekstur agak halus, kesan raba halus, agak mengkilap, mempunyai bau seperti bau sereh atau minyak telon, kekerasan agak keras dan berat.
 Ciri struktur mikroskopis kayu medang sereh secara pada posisi batang kayu medang sereh (pangkal, tengah dan ujung) menunjukkan bahwa secara umum serat kayu mengalami penambahan panjang dari empulur hingga menuju kulit.
Berdasarkan pengujian kualitas serat kayu untuk penggunaan pulp dan kertas yang meliputi panjang serat, Runkle Ratio, Muhlstep Ratio (MR), Felting Power (FP), Flexibility Ratio (FR) dan Coeffisien of Rigidity (CR) bahwa serat kayu medang sereh masuk ke dalam kelas mutu III.
Kelas mutu III merupakan kelas serat kayu yang memiliki keteguhan sobek, ketahanan pecah dan keteguhan tarik yang rendah.
  Kata kunci: medang sereh, posisi batang, makroskopis, mikroskopis.

Related Results

Sifat Kimia Kayu Medang Sereh Berdasarkan Bagian Kayu dan Posisi Batang
Sifat Kimia Kayu Medang Sereh Berdasarkan Bagian Kayu dan Posisi Batang
ABSTRACT The other properties of medang sereah (Litsea sp.) wood that need to be identified are the chemical properties of wood based on the part (terrace and sapwood) and the posi...
STUDI ANATOMI KAYU MEDANG KULI (Actinodaphne nitida) DI KABUPATEN GAYO LUES
STUDI ANATOMI KAYU MEDANG KULI (Actinodaphne nitida) DI KABUPATEN GAYO LUES
Abstrak. Medang Kuli (Actinodaphne nitida) merupakan  jenis kayu komersial dengan kayu yang kuat selain itu jenis tumbuhan ini mengandung alkaloid (obat-obatan). Medang kuli (Actin...
Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Jati (Tectona grandis L.F) Berdasarkan Posisi pada Batang
Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Jati (Tectona grandis L.F) Berdasarkan Posisi pada Batang
Kayu jati merupakan hasil hutan kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan maupun furniture. Batang kayu jati memiliki bagian yang berbeda-beda, yaitu bagian pangkal, tengah, da...
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Kayu sering digunakan sebagai batang tekan pada kuda-kuda dan kolom. Untuk mendukung bebanbesar dibutuhkan dimensi batang tekan tunggal cukup besar. Batang tekan tunggal dapat diga...
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
Ciri makroskopis dan sifat fisis kayu lontar (Borassus flabellifer Linn.) asal Pulau Timor berdasarkan posisi batang
Ciri makroskopis dan sifat fisis kayu lontar (Borassus flabellifer Linn.) asal Pulau Timor berdasarkan posisi batang
Lontar (Borassus flabellifer Linn.) adalah salah satu jenis pohon daerah tropis yang termasuk family palmae atau Arecaceae yang tumbuh terutama di daerah kering. Lontar dikenal mem...

Back to Top