Javascript must be enabled to continue!
KERAGAAN TEKNIS JTEDs PADA ALAT TANGKAP ARAD DI PEKALONGAN
View through CrossRef
Peningkatan kebutuhan dasar hidup para nelayan di Pekalongan menyebabkan mereka mengembangkan alat tangkap serupa mini bottom seine (arad). Hal ini dapat mengganggu kelangsungan hidup sumber daya ikan di masa mendatang karena banyaknya hasil tangkapan sampingan ikan berukuran kecil yang belum layak tangkap. Menyikapi hal tersebut, telah dilakukan uji coba alat pereduksi ikan muda dan sampah dengan alat tangkap tangkap arad yang menggunakan perangkat JTEDs (Juvenile and Trash Excluder Devices) yang diopersikan dengan menggunakan kapal nelayan berdimensi 8,80 m panjang, 2,80 m lebar dan 1,10 m dalam di perairan utara Pekalongan pada akhir Juli 2006. Sebagai perlakuan digunakan JTEDs dengan lebar kisi-kisi 17,5 mm dengan bagian atasnya dibuat terbuka dan diberi cover net berbentuk kantong untuk menampung ikan yang lolos. Rata-rata hasil tangkapan ikan dalam condend adalah 5.774 kg dengan variasi total tangkapan per stasiun 2.630–10.250 kg. Rata-rata ikan yang masuk cover net adalah 10.241 kg dengan variasi total tangkapan per stasiun 5.640–14.340 kg. Hasil tangkapan dalam cover net menunjukkan bahwa ikan-ikan yang lolos tergolong ikan muda dan berukuran kecil. Selektivitas arad untuk ikan kuniran (Upenus sulphureus), petek (Leiognathus splenden dan L. decorus) masingmasing terjadi pada ukuran panjang 89,17 mm dan (67,43 dan 67,47 mm). The increase of basic live need of fishers in Pekalongan causes them to develop a gear like mini bottom seine (arad). This gear might disturb survival of fish resource in the future because of a large number of juvenile and trash fish caught. Therefore, the experiment on gear reducer for juvenile and by catch as well using JTEDs (Juvenile and Trash Excluder Devices) set in mini bottom seine operated by fisher’s fishing vessel with dimension size of 8.80 m in length, 2.80 m in body wide and 1.10 in depth, respectively was carried out on end of July 2006 in east coast water of Pekalongan. The treatment was JTEDs having 17.5 mm in grid equipped by cover net on the top side to hold small fish (juvenile) caught. The juvenile catch in the cod end averaged 5774 kg with variation from all stations of 5,640 – 14,340 kg. Total catch in cover net showed that un-seined fish was juvenile having small size. Selectivity of mini bottom seine (arad) for kuniran (Upenus sulphureus), petek (Leiognathus splenden and L. decorus) was observed for their total length of 89.17 mm, 67.43 and 67.47, respectively.
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: KERAGAAN TEKNIS JTEDs PADA ALAT TANGKAP ARAD DI PEKALONGAN
Description:
Peningkatan kebutuhan dasar hidup para nelayan di Pekalongan menyebabkan mereka mengembangkan alat tangkap serupa mini bottom seine (arad).
Hal ini dapat mengganggu kelangsungan hidup sumber daya ikan di masa mendatang karena banyaknya hasil tangkapan sampingan ikan berukuran kecil yang belum layak tangkap.
Menyikapi hal tersebut, telah dilakukan uji coba alat pereduksi ikan muda dan sampah dengan alat tangkap tangkap arad yang menggunakan perangkat JTEDs (Juvenile and Trash Excluder Devices) yang diopersikan dengan menggunakan kapal nelayan berdimensi 8,80 m panjang, 2,80 m lebar dan 1,10 m dalam di perairan utara Pekalongan pada akhir Juli 2006.
Sebagai perlakuan digunakan JTEDs dengan lebar kisi-kisi 17,5 mm dengan bagian atasnya dibuat terbuka dan diberi cover net berbentuk kantong untuk menampung ikan yang lolos.
Rata-rata hasil tangkapan ikan dalam condend adalah 5.
774 kg dengan variasi total tangkapan per stasiun 2.
630–10.
250 kg.
Rata-rata ikan yang masuk cover net adalah 10.
241 kg dengan variasi total tangkapan per stasiun 5.
640–14.
340 kg.
Hasil tangkapan dalam cover net menunjukkan bahwa ikan-ikan yang lolos tergolong ikan muda dan berukuran kecil.
Selektivitas arad untuk ikan kuniran (Upenus sulphureus), petek (Leiognathus splenden dan L.
decorus) masingmasing terjadi pada ukuran panjang 89,17 mm dan (67,43 dan 67,47 mm).
The increase of basic live need of fishers in Pekalongan causes them to develop a gear like mini bottom seine (arad).
This gear might disturb survival of fish resource in the future because of a large number of juvenile and trash fish caught.
Therefore, the experiment on gear reducer for juvenile and by catch as well using JTEDs (Juvenile and Trash Excluder Devices) set in mini bottom seine operated by fisher’s fishing vessel with dimension size of 8.
80 m in length, 2.
80 m in body wide and 1.
10 in depth, respectively was carried out on end of July 2006 in east coast water of Pekalongan.
The treatment was JTEDs having 17.
5 mm in grid equipped by cover net on the top side to hold small fish (juvenile) caught.
The juvenile catch in the cod end averaged 5774 kg with variation from all stations of 5,640 – 14,340 kg.
Total catch in cover net showed that un-seined fish was juvenile having small size.
Selectivity of mini bottom seine (arad) for kuniran (Upenus sulphureus), petek (Leiognathus splenden and L.
decorus) was observed for their total length of 89.
17 mm, 67.
43 and 67.
47, respectively.
Related Results
SELEKTIVITAS JARING ARAD (MINI BOTTOM TRAWL) YANG DILENGKAPI JTEDs TERHADAP IKAN BELOSO (Saurida sp.)
SELEKTIVITAS JARING ARAD (MINI BOTTOM TRAWL) YANG DILENGKAPI JTEDs TERHADAP IKAN BELOSO (Saurida sp.)
Hasil tangkapan sampingan dan tertangkapnya ikan target di bawah ukuran sebagai akibat dari penggunaan alat tangkap non selektif telah menjadi permasalahan dunia pada akhir dekade ...
Dinamika Alat Tangkap Nelayan di Jepara dalam Dimensi Budaya
Dinamika Alat Tangkap Nelayan di Jepara dalam Dimensi Budaya
Mata pencaharian merupakan salah satu unsur budaya yang menarik untuk dikaji. Mengingat, dengan mempelajari ragam mata pencaharian, manusia akan diajak juga mempelajari perjalanan ...
ANALISIS TINGKAT KERAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BOUKE AMI DI PELABUH AN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA (PPSNZJ)
ANALISIS TINGKAT KERAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BOUKE AMI DI PELABUH AN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA (PPSNZJ)
Keramah lingkungan suatu alat tangkap merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan yang sesuai den...
Muarareja Fishermen Perceptions on The Prohibition of Arad and Environmentally Friendly Fishing Tool Assistance Programs
Muarareja Fishermen Perceptions on The Prohibition of Arad and Environmentally Friendly Fishing Tool Assistance Programs
Arad has been prohibited because of its damages to the environment. However, fishers in Muarareja continue to operate the gear even though environmentally friendly fishing gear (tr...
PENENTUAN FISHING GROUND DAN ALAT TANGKAP UNGGULAN IKAN PELAGIS DI KOTA BENGKULU
PENENTUAN FISHING GROUND DAN ALAT TANGKAP UNGGULAN IKAN PELAGIS DI KOTA BENGKULU
Nelayan Kota Bengkulu dalam pencarian fishing ground (daerah penangkapan ikan) ikan pelagis masih secara konvensional. Ikan pelagis ditangkap oleh beberapa jenis alat tangkap. Untu...
PROFIL ALAT TANGKAP PURSE SEINE YANG DIOPERASIKAN DI PERAIRAN PANGANDARAN
PROFIL ALAT TANGKAP PURSE SEINE YANG DIOPERASIKAN DI PERAIRAN PANGANDARAN
Alat tangkap purse seine merupakan salah satu alat tangkap aktif yang banyak digunakan oleh nelayan di perairan Pangandaran. Jenis ikan yang menjadi target utama alat tangkap ini y...
HASIL TANGKAPAN DAN LAJU TANGKAP TUGUK (TRAP NET) DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BARITO PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
HASIL TANGKAPAN DAN LAJU TANGKAP TUGUK (TRAP NET) DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BARITO PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Alat tangkap tuguk ialah salah satu jenis alat tangkap yang ditujukan untuk menangkap udang. Permasalahan pada perikanan tuguk adalah rendahnya selektivitas alat tangkap ini terh...
Kelayakan Usaha Penangkapan dengan Menggunakan Purse Seine pada KM. Putri Savira-A
Kelayakan Usaha Penangkapan dengan Menggunakan Purse Seine pada KM. Putri Savira-A
Salah satu wujud pengolahahn dan pemanfaatan sektor perikanan di Kabupaten Biak Numfor adalah dengan menggembangkan usaha dibanding perikanan tangkap sebagai contoh usaha penangk...

