Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN KELAS MENENGAH, CIVIL SOCIETY, DAN DEMOKRASI: KAJIAN PERBANDINGAN GLOBAL DAN IMPLIKASINYA BAGI INDONESIA
View through CrossRef
Artikel ini membahas hubungan antara pembangunan ekonomi, kelas menengah, dan civil society dalam mendorong demokratisasi, dengan fokus pada Indonesia serta perbandingan dengan negara maju dan berkembang. Berdasarkan kerangka modernisasi dan pemikiran Seymour Martin Lipset, demokrasi cenderung stabil di masyarakat yang memiliki tingkat kemakmuran, pendidikan, industrialisasi, dan urbanisasi yang tinggi. Di negara maju, kelas menengah berkembang melalui mekanisme pasar yang kompetitif, sehingga mereka relatif independen secara ekonomi dan aktif mendorong reformasi politik. Sebaliknya, di Indonesia, kelas menengah banyak terbentuk melalui patronase negara, sehingga perannya dalam proses demokratisasi terbatas dan cenderung mempertahankan status quo. Kajian ini juga menyoroti civil society sebagai alternatif jalur demokratisasi ketika kelas menengah tidak berfungsi secara optimal. Pengalaman dari Eropa Timur, Prancis, Jerman, dan Amerika Latin menunjukkan bahwa civil society dapat memperkuat ruang publik, partisipasi politik, dan pengawasan terhadap kekuasaan negara maupun pasar. Dalam konteks Indonesia, keberhasilan civil society bergantung pada kemampuannya membangun jaringan lintas kelas, menjaga independensi dari negara, dan mempertahankan kebebasan sipil. Temuan ini menegaskan bahwa demokratisasi yang berkelanjutan memerlukan sinergi antara basis ekonomi yang kuat, kelas menengah yang independen, dan civil society yang dinamis.
Kata kunci: Kelas Menengah, Patronase Politik, Civil Society
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Title: HUBUNGAN KELAS MENENGAH, CIVIL SOCIETY, DAN DEMOKRASI: KAJIAN PERBANDINGAN GLOBAL DAN IMPLIKASINYA BAGI INDONESIA
Description:
Artikel ini membahas hubungan antara pembangunan ekonomi, kelas menengah, dan civil society dalam mendorong demokratisasi, dengan fokus pada Indonesia serta perbandingan dengan negara maju dan berkembang.
Berdasarkan kerangka modernisasi dan pemikiran Seymour Martin Lipset, demokrasi cenderung stabil di masyarakat yang memiliki tingkat kemakmuran, pendidikan, industrialisasi, dan urbanisasi yang tinggi.
Di negara maju, kelas menengah berkembang melalui mekanisme pasar yang kompetitif, sehingga mereka relatif independen secara ekonomi dan aktif mendorong reformasi politik.
Sebaliknya, di Indonesia, kelas menengah banyak terbentuk melalui patronase negara, sehingga perannya dalam proses demokratisasi terbatas dan cenderung mempertahankan status quo.
Kajian ini juga menyoroti civil society sebagai alternatif jalur demokratisasi ketika kelas menengah tidak berfungsi secara optimal.
Pengalaman dari Eropa Timur, Prancis, Jerman, dan Amerika Latin menunjukkan bahwa civil society dapat memperkuat ruang publik, partisipasi politik, dan pengawasan terhadap kekuasaan negara maupun pasar.
Dalam konteks Indonesia, keberhasilan civil society bergantung pada kemampuannya membangun jaringan lintas kelas, menjaga independensi dari negara, dan mempertahankan kebebasan sipil.
Temuan ini menegaskan bahwa demokratisasi yang berkelanjutan memerlukan sinergi antara basis ekonomi yang kuat, kelas menengah yang independen, dan civil society yang dinamis.
Kata kunci: Kelas Menengah, Patronase Politik, Civil Society.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SISTEM DEMOKRASI PANCASILA DAN RELEVANSINYA TERHADAP KAMPANYE PILPRES 2019 DI INDONESIA
SISTEM DEMOKRASI PANCASILA DAN RELEVANSINYA TERHADAP KAMPANYE PILPRES 2019 DI INDONESIA
AbstrakDemokrasi merupakan salah satu tatanan hidup bersama (Dewantara. 2017:23). Tatanan hidup bersama yang berbentuk demokrasi, telah diterapkan di berbagai negara termasuk di In...
hubungan antara deepening demokrasi dan musrembang desa
hubungan antara deepening demokrasi dan musrembang desa
ABSTRAKTujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perjalanan sejarah demokrasi di Indonesia telah membuktikan bahwa tidak selamanya demokrasi dilaksanakan sesuai dengan konst...
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gambaran hasil pre-test siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (2) mendeskrips...
Analisis Kebutuhan Kelas Menengah terhadap Desain Tas Berbasis Kain Tenun Gedog
Analisis Kebutuhan Kelas Menengah terhadap Desain Tas Berbasis Kain Tenun Gedog
Abstract— Indonesian society is diverse with various segments. One of the segments relevant to the design of fashion products is the division of the social class structure along wi...
Budaya Demokrasi Sebagai Bentuk Upaya Peningkatan Kehidupan Berbangsa
Budaya Demokrasi Sebagai Bentuk Upaya Peningkatan Kehidupan Berbangsa
Demokrasi merupakan isu yang sudah lama ramai diperbincangkan. Ide demokrasi ini muncul dalam bahasa Yunani sekitar dua ribu lima ratus tahun yang lalu. Sekarang pelaksanaan demok...

