Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Gambaran Kualitas Fisik Air Minum Dan Kejadian Diare Pada Keluarga Dengan Anak Stunting Di Wilayah Pesisir Pekanbaru

View through CrossRef
Buruknya kualitas fisik air minum umumnya dipengaruhi oleh kurangnya pengelolaan air bersih, pembuangan limbah rumah tangga yang tidak tepat, serta kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai, sehingga menyebabkan kontaminasi bakteri escherichia coli dan berisiko diare. Diare berulang menjadi faktor risiko penting terjadinya stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas fisik air minum dan kejadian diare pada keluarga dengan anak stunting di wilayah pesisir Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan langsung. Responden dipilih dengan metode total sampling yang berjumlah 74 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan pekerjaan ibu terbanyak IRT, 40 responden (54.1%), berpendidikan terakhir SMP, 31 responden (41.9%), usia anak terbanyak berada di rentang 25-36 bulan, 26 anak (35.1%), lebih dari separuh anak berjenis kelamin perempuan, 39 anak (52.7%), status gizi anak lebih banyak gizi kurang, 41 anak (55.4%), sebagian besar kualitas fisik air minum keluarga memenuhi syarat ditandai dengan tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sebesar (63.5%), lebih dari separuh anak pernah mengalami diare dalam 3 bulan terakhir sebanyak 38 anak (51.4%) dengan frekuensi 4-6 kali per hari, 23 anak (31.1%). Kualitas fisik air minum pada keluarga dengan anak stunting sebagian besar memenuhi syarat (tidak berwarna, berbau, dan berasa), namun lebih dari separuh anak masih mengalami diare, sehingga faktor lain seperti sanitasi lingkungan tetap perlu diperhatikan untuk mencegah diare dan stunting.
Title: Gambaran Kualitas Fisik Air Minum Dan Kejadian Diare Pada Keluarga Dengan Anak Stunting Di Wilayah Pesisir Pekanbaru
Description:
Buruknya kualitas fisik air minum umumnya dipengaruhi oleh kurangnya pengelolaan air bersih, pembuangan limbah rumah tangga yang tidak tepat, serta kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai, sehingga menyebabkan kontaminasi bakteri escherichia coli dan berisiko diare.
Diare berulang menjadi faktor risiko penting terjadinya stunting pada anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas fisik air minum dan kejadian diare pada keluarga dengan anak stunting di wilayah pesisir Kota Pekanbaru.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan langsung.
Responden dipilih dengan metode total sampling yang berjumlah 74 responden.
Hasil penelitian ini menunjukkan pekerjaan ibu terbanyak IRT, 40 responden (54.
1%), berpendidikan terakhir SMP, 31 responden (41.
9%), usia anak terbanyak berada di rentang 25-36 bulan, 26 anak (35.
1%), lebih dari separuh anak berjenis kelamin perempuan, 39 anak (52.
7%), status gizi anak lebih banyak gizi kurang, 41 anak (55.
4%), sebagian besar kualitas fisik air minum keluarga memenuhi syarat ditandai dengan tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sebesar (63.
5%), lebih dari separuh anak pernah mengalami diare dalam 3 bulan terakhir sebanyak 38 anak (51.
4%) dengan frekuensi 4-6 kali per hari, 23 anak (31.
1%).
Kualitas fisik air minum pada keluarga dengan anak stunting sebagian besar memenuhi syarat (tidak berwarna, berbau, dan berasa), namun lebih dari separuh anak masih mengalami diare, sehingga faktor lain seperti sanitasi lingkungan tetap perlu diperhatikan untuk mencegah diare dan stunting.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
PENGEMBANGAN DATASET WILAYAH PESISIR BERBASIS CITRA FOTO UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) DI KECAMATAN BULELENG
PENGEMBANGAN DATASET WILAYAH PESISIR BERBASIS CITRA FOTO UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) DI KECAMATAN BULELENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan dataset wilayah pesisir pada citra UAV (Unmanned Aerial Vehicle) . Sesuai UU UU No.27 tahun 2007 tentang pengelola...
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Abstract: Dental caries, as well as stunting in children, is still a worldwide problem including in Indonesia. Malnutrition can cause stunting and abnormal growth and development o...
PENTINGYA PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA ANAK di KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG
PENTINGYA PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA ANAK di KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah pedesaan dan terpencil di Kabupaten Kupang. Provinsi Nusa Tenggara T...

Back to Top