Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH KONSELING DIET ENERGI TINGGI PROTEIN TINGGI (ETPT) TERHADAP ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA BENGKULU

View through CrossRef
ABSTRAK Tuberkulosis paru (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang termasuk masalah kesehatan masyarakat global termasuk di Indonesia. Penderita TBC di Indonesia merupakan negara dengan penderita tuberkulosis terbanyak setelah India dan China. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konseling terapi diet Energi Tinggi Protein Tinggi (ETPT) terhadap asupan energi dan asupan protein pada penderita tuberkulosis paru di Kota Bengkulu Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 64 penderita TBC di 7 Puskesmas yang menyebar di Kota Bengkulu. Pengumpulan data asupan penderita tuberkulosis paru  menggunakan Formulir Food recall 2x24 jam. Konseling gizi pada kelompok intervensi dilakukan 3 kali selama 1 minggu menggunakan media booklet sedangkan kelompok kontrol diberikan leaflet. Analisis data menggunakan uji t-test dependen dan uji t-tes independent. Hasil penelitian menemukan penderita TBC sebagian besar laki-laki. Konseling gizi efektif meningkatkan rata-rata asupan energi dan protein. Pada kelompok intervensi  terjadi peningkatan rata-rata asupan energi dari 1277 kkal menjadi 1634 kkal (28%), sedangkan pada kelompok kontrol dari 1210 kkal menjadi 1552 kkal (27%). Pada kelompok intervensi, rata-rata asupan protein juga meningkat dari 52,38 gr menjadi 71,01 gr (35,5%), sedangkat pada kelompok kontrol dari 47,05 gr menjadi 62,05 gr (30,6%). Promosi kesehatan melalui konseling gizi efektif meningkatkan asupan energi dan protein. Diharapkan agar petugas gizi meningkatkan pelayanan gizi dengan melakukan promosi gizi melalui berbagai metode untuk meningkatkan asupan energi dan asupan protein pada penderita tuberkulosis paru.
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Title: PENGARUH KONSELING DIET ENERGI TINGGI PROTEIN TINGGI (ETPT) TERHADAP ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA BENGKULU
Description:
ABSTRAK Tuberkulosis paru (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang termasuk masalah kesehatan masyarakat global termasuk di Indonesia.
Penderita TBC di Indonesia merupakan negara dengan penderita tuberkulosis terbanyak setelah India dan China.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konseling terapi diet Energi Tinggi Protein Tinggi (ETPT) terhadap asupan energi dan asupan protein pada penderita tuberkulosis paru di Kota Bengkulu Tahun 2019.
Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment.
Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling.
Jumlah sampel sebanyak 64 penderita TBC di 7 Puskesmas yang menyebar di Kota Bengkulu.
Pengumpulan data asupan penderita tuberkulosis paru  menggunakan Formulir Food recall 2x24 jam.
Konseling gizi pada kelompok intervensi dilakukan 3 kali selama 1 minggu menggunakan media booklet sedangkan kelompok kontrol diberikan leaflet.
Analisis data menggunakan uji t-test dependen dan uji t-tes independent.
Hasil penelitian menemukan penderita TBC sebagian besar laki-laki.
Konseling gizi efektif meningkatkan rata-rata asupan energi dan protein.
Pada kelompok intervensi  terjadi peningkatan rata-rata asupan energi dari 1277 kkal menjadi 1634 kkal (28%), sedangkan pada kelompok kontrol dari 1210 kkal menjadi 1552 kkal (27%).
Pada kelompok intervensi, rata-rata asupan protein juga meningkat dari 52,38 gr menjadi 71,01 gr (35,5%), sedangkat pada kelompok kontrol dari 47,05 gr menjadi 62,05 gr (30,6%).
Promosi kesehatan melalui konseling gizi efektif meningkatkan asupan energi dan protein.
Diharapkan agar petugas gizi meningkatkan pelayanan gizi dengan melakukan promosi gizi melalui berbagai metode untuk meningkatkan asupan energi dan asupan protein pada penderita tuberkulosis paru.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peme...
GAMBARAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SEMANDING
GAMBARAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SEMANDING
ABSTRAK          Tuberkulosis Paru telah menjadi masalah kesehatan yang utama di dunia dan angka keberhasilan pengobatan merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat...
PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
Tuberkulosis Paru (TB) paru merupakan penyakit kronis dengan agent Mycobacterium tuberculosis yang terus mengalami peningkatan kasus karena penularannya dari droplet penderita mela...
PEMBERDAYAAN KELUARGA BERBASIS TUGAS KESEHATAN KELUARGA PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO
PEMBERDAYAAN KELUARGA BERBASIS TUGAS KESEHATAN KELUARGA PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO
Tuberkulosis Paru (TB Paru) masih merupakan masalah kesehatan dunia. Masih Tuberkulosis Paru (TB Paru) masih merupakan masalah kesehatan dunia. Mortalitas dan morbilitasnya terus m...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...

Back to Top