Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSUD ALIMUDDIN UMAR
View through CrossRef
Pelayanan kefarmasian yang optimal merupakan indikator penting dalam kualitas layanan rumah sakit. Salah satu tolok ukur pelayanan farmasi adalah waktu tunggu resep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu tunggu pelayanan resep obat jadi dan racikan bagi pasien BPJS dan umum di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat tahun 2025, serta menilai kesesuaiannya dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 129 Tahun 2008. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan kuantitatif dan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap 200 resep, terdiri dari 100 resep pasien BPJS dan 100 resep pasien umum. Hasil menunjukkan bahwa 98% resep telah memenuhi standar waktu tunggu, dengan rata-rata waktu tunggu obat jadi 7,62 menit (BPJS) dan 6,36 menit (umum), serta obat racikan 22,66 menit (BPJS) dan 17,22 menit (umum). Hanya sebagian kecil resep racikan pasien BPJS yang melebihi batas standar. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu antara lain jumlah sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, jenis resep, kelengkapan data resep, dan ketersediaan stok obat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan farmasi di RSUD Alimuddin Umar telah berjalan sesuai standar, namun tetap perlu evaluasi berkelanjutan untuk peningkatan mutu layanan.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSUD ALIMUDDIN UMAR
Description:
Pelayanan kefarmasian yang optimal merupakan indikator penting dalam kualitas layanan rumah sakit.
Salah satu tolok ukur pelayanan farmasi adalah waktu tunggu resep.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu tunggu pelayanan resep obat jadi dan racikan bagi pasien BPJS dan umum di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat tahun 2025, serta menilai kesesuaiannya dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 129 Tahun 2008.
Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan kuantitatif dan analisis deskriptif.
Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap 200 resep, terdiri dari 100 resep pasien BPJS dan 100 resep pasien umum.
Hasil menunjukkan bahwa 98% resep telah memenuhi standar waktu tunggu, dengan rata-rata waktu tunggu obat jadi 7,62 menit (BPJS) dan 6,36 menit (umum), serta obat racikan 22,66 menit (BPJS) dan 17,22 menit (umum).
Hanya sebagian kecil resep racikan pasien BPJS yang melebihi batas standar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu antara lain jumlah sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, jenis resep, kelengkapan data resep, dan ketersediaan stok obat.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan farmasi di RSUD Alimuddin Umar telah berjalan sesuai standar, namun tetap perlu evaluasi berkelanjutan untuk peningkatan mutu layanan.
Related Results
ANALISIS KUALITATIF WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP PADA PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
ANALISIS KUALITATIF WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP PADA PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
Instalasi Farmasi di Rumah Sakit merupakan salah satu pelayanan utama karena lebih dari 90% pelayanan kesehatan di rumah sakit menggunakan perbekalan farmasi sehingga pelayanan far...
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP BPJS RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSU X UBUNG
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP BPJS RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSU X UBUNG
Waktu tunggu pelayanan obat jadi adalah tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat jadi dengan standar minimal yang ditetapkan kementerian kesehatan ...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Latar Belakang: Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul adalah salah satu rumah sakit tipe C di Doloksanggul. Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul diketahui bahwa dari 10 responden ya...
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang sampai saat ini menjadi pilihan utama yang digunakan pada pasien rawat jalan dan rawat inap yang mengalami infeksi bakteri di rum...
Analisis Hubungan Waktu Tunggu dan Kepuasan Pasien di Tempat Pendaftaran Rawat Jalan RSUD dr. R. Soetijono Blora
Analisis Hubungan Waktu Tunggu dan Kepuasan Pasien di Tempat Pendaftaran Rawat Jalan RSUD dr. R. Soetijono Blora
Pendahuluan: Waktu tunggu merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan dari pasien di beberapa fasilitas kesehatan. Waktu tunggu yang panjang secara konsisten dapat menyebabka...
Evaluasi Manajemen Pelayanan Kefarmasian, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 72 Tahun 2016 di Hospital Nacional Guido Valadares Dili Timor Leste
Evaluasi Manajemen Pelayanan Kefarmasian, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 72 Tahun 2016 di Hospital Nacional Guido Valadares Dili Timor Leste
Pendahuluan: Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) Dili adalah institusi pelayanan kesehatan milik Pemerintah Timor Leste yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan se...

