Javascript must be enabled to continue!
Makna Diri Wanita Muslim Menerusi Pandangan Said Nursi
View through CrossRef
This study aims to analyse the self-concept of Muslim women from the perspective of Badiuzzaman Said Nursi. This study uses a qualitative approach through document analysis. The main sample of the study is the Risalah Pedoman Para Wanita by Badiuzzaman Said Nursi. The results of this study showcase four important characteristics outlined by Said Nursi in giving the concept of women, namely: (1) Having syafaqah (2) The most effective teacher (3) Being afraid of the views of Ajnabi men, and (4) Source of good akhlak. The impact of this study is generally for Muslim women and researchers involved with the Muslim women’s community.
ABSTRAK
Kefahaman seseorang tentang diri adalah amat terkait dengan pandangan alam yang dipercayainya. Faham diri ini hanya akan terbentuk dengan baik jika dilihat menerusi cara pandang yang diikat kemas dengan epistemologi yang benar. Peri pentingnya kefahaman ini kerana ia akan mempengaruhi persepsi insan dalam segenap hal yang berkait dengan dirinya. Dalam konteks seorang wanita Muslim, persepsi mereka tentang diri mereka dan persepsi persekitaran tentang mereka memainkan peranan besar dalam pembentukan tingkahlaku diri lalu memberi impak kepada persekitaran yang terhampir dengan mereka. Memahami peranan wanita dan ketajaman perasaan yang dimilikinya maka hal ini amat penting untuk dilihat dengan teliti. Selaku Muslim yang mempunyai tujuan akhir iaitu kebahagian dunia dan akhirat maka mengkonsepsikan diri dengan benar amat penting. Walau bagaimanapun, pengaruh sekularisme dan dualisme yang wujud dalam arus pendidikan amat menggugat hal ini dan menimbulkan konsep diri wanita yang pelbagai yang hakikatnya mungkin jauh daripada konsep asal yang digariskan oleh Islam. Oleh yang demikian, konsep diri wanita Muslim ini harus diteliti dan dinilai semula. Justeru, kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep diri wanita Muslim dari perspektif Badiuzzaman Said Nursi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif menerusi analisis dokumen. Sampel kajian yang utama adalah Risalah Pedoman Para Wanita karangan Badiuzzaman Said Nursi. Hasil kajian ini menunjukkan terdapat empat ciri penting yang digariskan oleh Said Nursi dalam memberikan konsep terhadap wanita iaitu: (1) Memiliki syafaqah (2) Muallim yang paling berkesan (3) takut dengan pandangan lelaki ajnabi dan (4) Sumber akhlak yang baik. Impak kajian ini secara umumnya untuk wanita Muslim dan pengkaji yang terlibat dengan komuniti wanita Muslim.
Universiti Sains Islam Malaysia
Title: Makna Diri Wanita Muslim Menerusi Pandangan Said Nursi
Description:
This study aims to analyse the self-concept of Muslim women from the perspective of Badiuzzaman Said Nursi.
This study uses a qualitative approach through document analysis.
The main sample of the study is the Risalah Pedoman Para Wanita by Badiuzzaman Said Nursi.
The results of this study showcase four important characteristics outlined by Said Nursi in giving the concept of women, namely: (1) Having syafaqah (2) The most effective teacher (3) Being afraid of the views of Ajnabi men, and (4) Source of good akhlak.
The impact of this study is generally for Muslim women and researchers involved with the Muslim women’s community.
ABSTRAK
Kefahaman seseorang tentang diri adalah amat terkait dengan pandangan alam yang dipercayainya.
Faham diri ini hanya akan terbentuk dengan baik jika dilihat menerusi cara pandang yang diikat kemas dengan epistemologi yang benar.
Peri pentingnya kefahaman ini kerana ia akan mempengaruhi persepsi insan dalam segenap hal yang berkait dengan dirinya.
Dalam konteks seorang wanita Muslim, persepsi mereka tentang diri mereka dan persepsi persekitaran tentang mereka memainkan peranan besar dalam pembentukan tingkahlaku diri lalu memberi impak kepada persekitaran yang terhampir dengan mereka.
Memahami peranan wanita dan ketajaman perasaan yang dimilikinya maka hal ini amat penting untuk dilihat dengan teliti.
Selaku Muslim yang mempunyai tujuan akhir iaitu kebahagian dunia dan akhirat maka mengkonsepsikan diri dengan benar amat penting.
Walau bagaimanapun, pengaruh sekularisme dan dualisme yang wujud dalam arus pendidikan amat menggugat hal ini dan menimbulkan konsep diri wanita yang pelbagai yang hakikatnya mungkin jauh daripada konsep asal yang digariskan oleh Islam.
Oleh yang demikian, konsep diri wanita Muslim ini harus diteliti dan dinilai semula.
Justeru, kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep diri wanita Muslim dari perspektif Badiuzzaman Said Nursi.
Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif menerusi analisis dokumen.
Sampel kajian yang utama adalah Risalah Pedoman Para Wanita karangan Badiuzzaman Said Nursi.
Hasil kajian ini menunjukkan terdapat empat ciri penting yang digariskan oleh Said Nursi dalam memberikan konsep terhadap wanita iaitu: (1) Memiliki syafaqah (2) Muallim yang paling berkesan (3) takut dengan pandangan lelaki ajnabi dan (4) Sumber akhlak yang baik.
Impak kajian ini secara umumnya untuk wanita Muslim dan pengkaji yang terlibat dengan komuniti wanita Muslim.
Related Results
Dakwah Lintas Iman Sebagai Upaya Harmonisasi Agama: Studi Dakwah Lintas Iman Perpektif Sain An-Nursi
Dakwah Lintas Iman Sebagai Upaya Harmonisasi Agama: Studi Dakwah Lintas Iman Perpektif Sain An-Nursi
Penelitian ini adalah penelitian yang berbasis library reseach, penelitian ini bertema tentang “ Dakwah lintas sebagai upaya harmonisasi Agama : Studi Dakwah Lintas Iman perpektif ...
Representasi Kepercayaan Diri pada Wanita
Representasi Kepercayaan Diri pada Wanita
Abstract - This study is based on the background of many women who are faced with situations and conditions that make them feel worried and anxious about something. This can be tri...
Pendekatan Sa'id Nursi Terhadap Penghuni Penjara Denizli di Turkiye Berpandunkan al-Quran dan Sunnah
Pendekatan Sa'id Nursi Terhadap Penghuni Penjara Denizli di Turkiye Berpandunkan al-Quran dan Sunnah
Sa'id Nursi is renowned globally for his contributions to the Muslim community, particularly in Turkiye, where he is esteemed by many. This qualitative study seeks to examine Sa'id...
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Rata-rata setiap wanita mempunyai target usia menikah. Namun tidak semuanya sesuai dengan target usia pernikahan yang diinginkan. Antara lain mereka lebih mengutamakan karir diband...
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA
Konsep kecantikan bagi wanita Indonesia mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal ini terlihat dari gambaran-gambaran wanita ideal yang muncul di media, baik itu media massa berbe...
Elemen Kinesik, Kronemik, Paralinguistik dan Artifaktual dalam Dakwah: Kajian Komunikasi Bukan Lisan Badiuzzaman Said Nursi
Elemen Kinesik, Kronemik, Paralinguistik dan Artifaktual dalam Dakwah: Kajian Komunikasi Bukan Lisan Badiuzzaman Said Nursi
Komunikasi dakwah yang efektif meliputi komunikasi lisan dan bukan lisan. Seseorang komunikator Islam perlu mengambil kira faktor komunikasi bukan lisan ketika menyampaikan pesan d...
KERUNTUHAN AKHLAK UMAT ISLAM DAN PENYELESAIAN MENURUT SAID NURSI DALAM RISALAH AL-NUR
KERUNTUHAN AKHLAK UMAT ISLAM DAN PENYELESAIAN MENURUT SAID NURSI DALAM RISALAH AL-NUR
Nabi Muhammad SAW diutuskan adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Akhlak adalah cerminan sesebuah negara. Bangsa yang berjaya ialah bangsa yang menjunjung nilai-nilai murni dan ...
Interpretation of Tauḥīd Verses from Said Nursi's Perspective: An Esoteric Approach and Its Influence on Islamic Thought
Interpretation of Tauḥīd Verses from Said Nursi's Perspective: An Esoteric Approach and Its Influence on Islamic Thought
In the modern context, it is important for Muslims to have a concept of monotheism that does not just remain academic but also helps in strengthening one's faith. Nursi introduces ...

