Javascript must be enabled to continue!
TRADISI SEREN TAUN GURU BUMI DI SINDANG BARANG KABUPATEN BOGOR (Kajian Semiotik)
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk dan pelaksanaan tradisi Seren Taun Guru Bumi; serta (2) unsur semiotik yang terdapat dalam tradisi Seren Taun Guru Bumi. Untuk membahas persoalan tersebut, penelitian ini mengggunakan pendekatan semiotik, dengan metode deskriptif analitik. Sedangkan teknik penelitian yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Hasilnya: (1) Seren Taun Guru Bumi dilaksanakan setiap tahun sekali pada bula Muharam. Tradisi ini terdiri dari sembilan kagiatan yang harus dilaksanakan selama seminggu. Kegiatan tersebut adalah; sedekah ngadiukkeun, ngembang makam karuhun, tadisi sudat, tradisi munday atau marak, ngala cai kukulu, ngahijikeun cai kukulu, sedekah kuéh, nugel munding, dan helaran dongdang; serta (2) ikon yang terdapat dari tradisi tersebut adalah padi, bunga, air, ikan, kerbau, dan dongdang; indéks yang terdapat dalam tradisi ini tertuang dalam nama tradisinya yaitu sérén taun, sedekah ngadiukkeun, ngembang makam karuhun, ngala cai kukulu, ngahijikeun cai kukulu, sedekah kuéh, munday, nugel munding dan helaran dongdang; (c) simbol yang terdapat dalam tradisi ini di antaranya adalah padi simbol dari kemakmuran, air kukulu dan air tujuh rupa simbol dari kehirupan, bunga tujuh rupa simbol dari kehirupan dan harapan, kue tujuh rupa simbol dari silaturahmi, bakak ayam simbol dari kepasrahan, menyan simbol dari isi hati, parukuyan dan buyung simbol dari raga, dongdang simbol dari segala nikmat yang harus dijaga, berburu ikan simbol dari kesamaan identitas, kerbau simbol dari dunia langit, dan majikeun paré simbol dari menikahkan padi agar hasil benihnya bagus. AbstractThis study aims to describe: (1) the form and implementation of the Seren tradition of the Earth Teachers; and (2) semiotic elements contained in the Seren tradition of the Teachers of the Earth. To discuss this issue, this study uses a semiotic approach, with descriptive analytical methods. While the research technique used is a library study technique. The result: (1) Seren The Earth Teachers are held once a year in the Muharam bull. This tradition consists of nine activities that must be carried out during the week. These activities are; almsgiving, the burial of karuhun, the tadisi sudat, the tradition of munday or rampant, ngala cai kukulu, ngahijikeun cai kukulu, sedekah kuéh, nugel munding, and helaran dongdang; and (2) the icons contained in the tradition are rice, flowers, water, fish, buffalo and dongdang; the indes contained in this tradition are contained in the name of the tradition, namely sérén taun, sedekah ngadiukkeun, karamun burial tombs, ngala cai kukulu, ngahijikeun cai kukulu, kuek haha, munday, nugel munding and helaran dongdang; (c) the symbols contained in this tradition include rice symbol of prosperity, kukulu water and seven forms of inhaled water symbol, seven forms of symbol of inhale and hope, seven forms of symbols from hospitality, chicken bakak symbol of submission, menyan symbol of the contents of the heart, parukuyan and pitcher symbol of the body, the symbol of all the blessings that must be guarded, hunting the symbolic fish of the same identity, the symbol of the buffalo of the celestial world, and the symbolic symbol of marrying the rice so that the seed yield is good.
Title: TRADISI SEREN TAUN GURU BUMI DI SINDANG BARANG KABUPATEN BOGOR (Kajian Semiotik)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk dan pelaksanaan tradisi Seren Taun Guru Bumi; serta (2) unsur semiotik yang terdapat dalam tradisi Seren Taun Guru Bumi.
Untuk membahas persoalan tersebut, penelitian ini mengggunakan pendekatan semiotik, dengan metode deskriptif analitik.
Sedangkan teknik penelitian yang digunakan adalah teknik studi pustaka.
Hasilnya: (1) Seren Taun Guru Bumi dilaksanakan setiap tahun sekali pada bula Muharam.
Tradisi ini terdiri dari sembilan kagiatan yang harus dilaksanakan selama seminggu.
Kegiatan tersebut adalah; sedekah ngadiukkeun, ngembang makam karuhun, tadisi sudat, tradisi munday atau marak, ngala cai kukulu, ngahijikeun cai kukulu, sedekah kuéh, nugel munding, dan helaran dongdang; serta (2) ikon yang terdapat dari tradisi tersebut adalah padi, bunga, air, ikan, kerbau, dan dongdang; indéks yang terdapat dalam tradisi ini tertuang dalam nama tradisinya yaitu sérén taun, sedekah ngadiukkeun, ngembang makam karuhun, ngala cai kukulu, ngahijikeun cai kukulu, sedekah kuéh, munday, nugel munding dan helaran dongdang; (c) simbol yang terdapat dalam tradisi ini di antaranya adalah padi simbol dari kemakmuran, air kukulu dan air tujuh rupa simbol dari kehirupan, bunga tujuh rupa simbol dari kehirupan dan harapan, kue tujuh rupa simbol dari silaturahmi, bakak ayam simbol dari kepasrahan, menyan simbol dari isi hati, parukuyan dan buyung simbol dari raga, dongdang simbol dari segala nikmat yang harus dijaga, berburu ikan simbol dari kesamaan identitas, kerbau simbol dari dunia langit, dan majikeun paré simbol dari menikahkan padi agar hasil benihnya bagus.
AbstractThis study aims to describe: (1) the form and implementation of the Seren tradition of the Earth Teachers; and (2) semiotic elements contained in the Seren tradition of the Teachers of the Earth.
To discuss this issue, this study uses a semiotic approach, with descriptive analytical methods.
While the research technique used is a library study technique.
The result: (1) Seren The Earth Teachers are held once a year in the Muharam bull.
This tradition consists of nine activities that must be carried out during the week.
These activities are; almsgiving, the burial of karuhun, the tadisi sudat, the tradition of munday or rampant, ngala cai kukulu, ngahijikeun cai kukulu, sedekah kuéh, nugel munding, and helaran dongdang; and (2) the icons contained in the tradition are rice, flowers, water, fish, buffalo and dongdang; the indes contained in this tradition are contained in the name of the tradition, namely sérén taun, sedekah ngadiukkeun, karamun burial tombs, ngala cai kukulu, ngahijikeun cai kukulu, kuek haha, munday, nugel munding and helaran dongdang; (c) the symbols contained in this tradition include rice symbol of prosperity, kukulu water and seven forms of inhaled water symbol, seven forms of symbol of inhale and hope, seven forms of symbols from hospitality, chicken bakak symbol of submission, menyan symbol of the contents of the heart, parukuyan and pitcher symbol of the body, the symbol of all the blessings that must be guarded, hunting the symbolic fish of the same identity, the symbol of the buffalo of the celestial world, and the symbolic symbol of marrying the rice so that the seed yield is good.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Implementasi Public Relations Pariwisata
Implementasi Public Relations Pariwisata
Abstract. Public Relations of Belitung Regency Tourism Office as public relations to build tourism image of Belitung Regency, needs to take an action to build tourism image by prom...
NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI SEDEKAH BUMI (Studi Kasus di Dusun Melati Desa Olak-Olak Kubu Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya Tahun 2019)
NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI SEDEKAH BUMI (Studi Kasus di Dusun Melati Desa Olak-Olak Kubu Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya Tahun 2019)
Abstrak: Tradisi Sedekah Bumi merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan oleh Suku Jawa sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah SWT. Sebagai warisan...
PENGARUH PENATAUSAHAAN DAN PENERTIBAN BARANG MILIK DAERAH TERHADAP PENGAMANAN BARANG MILIK DAERAH
PENGARUH PENATAUSAHAAN DAN PENERTIBAN BARANG MILIK DAERAH TERHADAP PENGAMANAN BARANG MILIK DAERAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatausahaan dan penertiban barang milik daerah terhadap pengamanan barang milik daerah secara parsial dan simultan di Pemerinta...
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
<p>Umat Hindu selalu memegang teguh ajaran <em>Tri Hita Karana </em>yaitu tiga sumber</p><p>yang mendatangkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia deng...
Nilai Kerukunan Umat Beragama dalam Tradisi Merti Bumi Tunggularum Kabupaten Sleman
Nilai Kerukunan Umat Beragama dalam Tradisi Merti Bumi Tunggularum Kabupaten Sleman
Indonesia is known for its variety of tradition. The ritual of Merti Bumi Tunggularum is among the important traditions which has not been explored in studies. This study explores ...
Tradisi Koloan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi (Kajian Semiotik Kultural)
Tradisi Koloan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi (Kajian Semiotik Kultural)
Abstrak;
Tradhisi Koloan salah satu tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Osing Desa Kemiren sebagai cara untuk membuang suatu hal yang buruk yang ada dalam diri dan juga meminta k...
Pengelolaan Barang Alat Tulis Kantor Di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II Sartika Asih Bandung
Pengelolaan Barang Alat Tulis Kantor Di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II Sartika Asih Bandung
Alat Tulis Kantor (ATK) merupakan salah satu sarana penunjang yang mempunyai peranan vital dalam berfungsinya administrasi suatu perusahaan. Bagian Alat Tulis Kantor (ATK) merupaka...

