Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KUALITAS NATA DE NIRA ( Arenga pinnata) MELALUI LAMANYA FERMENTASI

View through CrossRef
Pohon aren atau enau (arenga pinnata) adalah pohon yang banyak dijumpai di daerah tropis dan merupakan salah satu sumber daya alam. Pohon aren atau enau (Arenga pinnata Merr) adalah pohon yang banyak dijumpai di daerah tropis dan merupakan salah satu sumber daya alam yang berkesinambungan karena tersebar luas. Pada umumnya semua bagian dari pohon aren dapat dimanfaatkan oleh manusia, pohon aren ini sebagian besar dapat digunakan sebagai bahan bangunan, keranjang, kerajinan tangan, atap rumah dan hasil lainnya seperti nira, gula merah, cuka aren, campuran pengembang roti, kolang kaling, sapu ijuk, tali ijuk, bahan anyaman, dan akar aren digunakan sebagai untuk obat herbal. (Sumarni, 2003). Pada penelitian ini yang akan diteliti adalah nira aren dapat digunakan sebagai bahan dasar produk bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Salah satunya adalah dibuat produk minuman nata, yaitu nata de nira. Dengan demikian, para petani nira aren tidak hanya memproduksi gula merah, tetapi juga memproduksi produk sampingan berupa nata de nira, sehinggapendapatan para petani nira aren semakin sejahtera. Penelitian ini menggunakan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kualitas nata de nira. Kualitas nata de nira yang dilihat adalah rendemen, ketebalan, dan sifat organoleptiknya yaitu warna, rasa, aroma, dan tekstur. Variasi waktu fermentasi adalah A (10 hari), B (11 hari), C (12 hari), D (13 hari), dan E (14 hari). Dengan bahan tambahan yaitu gula pasir, ZAfood grade, asam asetat dan starter bakteri Azetobacter xylinum sebanyak 25%, dihasilkan nata de niradengan rata-rata ketebalan dan rendemen terbaik pada fermentasi hari ke 14 dengan hasil berturut-turut yaitu 1,11 cm dan 58,94%. Sedangkan warna dan rasa yang lebih disukai panelis adalah pada perlakuan B(11 hari). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kualitas rendemen, ketebalan, warna dan rasa. Sedangkan untuk tekstur dan aroma tidak terdapat pengaruh.Kata Kunci : Nata de nira, A. xylinum, ketebalan, rendemen, sifat organoleptik
Title: KUALITAS NATA DE NIRA ( Arenga pinnata) MELALUI LAMANYA FERMENTASI
Description:
Pohon aren atau enau (arenga pinnata) adalah pohon yang banyak dijumpai di daerah tropis dan merupakan salah satu sumber daya alam.
Pohon aren atau enau (Arenga pinnata Merr) adalah pohon yang banyak dijumpai di daerah tropis dan merupakan salah satu sumber daya alam yang berkesinambungan karena tersebar luas.
Pada umumnya semua bagian dari pohon aren dapat dimanfaatkan oleh manusia, pohon aren ini sebagian besar dapat digunakan sebagai bahan bangunan, keranjang, kerajinan tangan, atap rumah dan hasil lainnya seperti nira, gula merah, cuka aren, campuran pengembang roti, kolang kaling, sapu ijuk, tali ijuk, bahan anyaman, dan akar aren digunakan sebagai untuk obat herbal.
(Sumarni, 2003).
Pada penelitian ini yang akan diteliti adalah nira aren dapat digunakan sebagai bahan dasar produk bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.
Salah satunya adalah dibuat produk minuman nata, yaitu nata de nira.
Dengan demikian, para petani nira aren tidak hanya memproduksi gula merah, tetapi juga memproduksi produk sampingan berupa nata de nira, sehinggapendapatan para petani nira aren semakin sejahtera.
Penelitian ini menggunakan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kualitas nata de nira.
Kualitas nata de nira yang dilihat adalah rendemen, ketebalan, dan sifat organoleptiknya yaitu warna, rasa, aroma, dan tekstur.
Variasi waktu fermentasi adalah A (10 hari), B (11 hari), C (12 hari), D (13 hari), dan E (14 hari).
Dengan bahan tambahan yaitu gula pasir, ZAfood grade, asam asetat dan starter bakteri Azetobacter xylinum sebanyak 25%, dihasilkan nata de niradengan rata-rata ketebalan dan rendemen terbaik pada fermentasi hari ke 14 dengan hasil berturut-turut yaitu 1,11 cm dan 58,94%.
Sedangkan warna dan rasa yang lebih disukai panelis adalah pada perlakuan B(11 hari).
Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kualitas rendemen, ketebalan, warna dan rasa.
Sedangkan untuk tekstur dan aroma tidak terdapat pengaruh.
Kata Kunci : Nata de nira, A.
xylinum, ketebalan, rendemen, sifat organoleptik.

Related Results

PERTUMBUHAN BIBIT AREN (Arenga pinnata Merr) PADA MEDIA TANAH ULTISOL DIPERSEMAIAN
PERTUMBUHAN BIBIT AREN (Arenga pinnata Merr) PADA MEDIA TANAH ULTISOL DIPERSEMAIAN
Arenga pinnata Merr is a multipurpose trees species  that has long been known to produce industrial materials. Based on the utilization of Arenga pinnata Merr is not only limited t...
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Enau (Arenga pinnata Merr.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Enau (Arenga pinnata Merr.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
ABSTRAK Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan global terutama dinegara berkembang karena dapat menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi dalam kurun waktu ...
Pengembangan Healthy Nata De’melon Untuk Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
Pengembangan Healthy Nata De’melon Untuk Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
ABSTRACT Hypertension is defined as having a systolic blood pressure of 140 mmHg or higer and a diastolic pressure of 90 mmHg or higher. Treatment of hypertension includes both pha...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Aktivitas Antibakteri Nira Aren (Arenga pinnata Merr) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis
Aktivitas Antibakteri Nira Aren (Arenga pinnata Merr) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis
Jerawat adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh produksi minyak berlebih kemudian meradang sehingga memicu penyumbatan pada pori-pori. Salah satu bakteri penyebab jerawat adalah...

Back to Top