Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karawitan Composition “Bhuana Santhi” | Komposisi Karawitan “Bhuana Santhi”

View through CrossRef
Bhuana Santhi adalah sebuah garapan tabuh telu lelambatan kreasi yang terinspirasi dari kegiatan masyarakat melakukan gotong royong, tepatnya di Desa Adat Lepang, Kabupaten Klungkung. Garapan ini masih berpedoman pada pola garap tradisi dan sedikit inovasi di beberapa bagian. Seperti di bagian sebelum masuk ke pola kendang batu-batu dimainkan kebyar yang menurut penata sebuah inovasi. Garapan ini menggambarkan sebuah rasa kebersamaan antara sesama pada saat melakukan kegiatan gotong royong yang kaitannya dengan acara piodalan yaitu di Pura Dalem Sila Pegat, Desa Adat Lepang, Kabupaten Klungkung. Sebelum upacara berlangsung biasanya lima atau enam hari sebelumnya, masyarakat Desa Adat Lepang melaksanakan kegiatan gotong royong baik dari krama lanang (laki-laki) dan krama istri (perempuan). Metode penciptaan yang digunakan dalam garapan Bhuana Santhi adalah Panca Sthiti Ngawi Sani oleh I Wayan Dibia yang meliputi tahap ngawirasa (Inspirasi), tahap ngawacak (eksplorasi), tahap ngarencana (konsepsi), tahap ngawangun (eksekusi), dan tahap ngebah (produksi), sehingga memudahkan penata dalam mewujudkan garapan Bhuana Santhi. Garapan Bhuana Santhi menggunakan media ungkap Gamelan Gong Kebyar. Struktur dari garapan Bhuana Santhi terdiri dari tiga bagian yaitu pengawit, pengawak dan pengecet serta durasi dari keseluruhan garapan Bhuana Santhi yaitu 12 menit.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Karawitan Composition “Bhuana Santhi” | Komposisi Karawitan “Bhuana Santhi”
Description:
Bhuana Santhi adalah sebuah garapan tabuh telu lelambatan kreasi yang terinspirasi dari kegiatan masyarakat melakukan gotong royong, tepatnya di Desa Adat Lepang, Kabupaten Klungkung.
Garapan ini masih berpedoman pada pola garap tradisi dan sedikit inovasi di beberapa bagian.
Seperti di bagian sebelum masuk ke pola kendang batu-batu dimainkan kebyar yang menurut penata sebuah inovasi.
Garapan ini menggambarkan sebuah rasa kebersamaan antara sesama pada saat melakukan kegiatan gotong royong yang kaitannya dengan acara piodalan yaitu di Pura Dalem Sila Pegat, Desa Adat Lepang, Kabupaten Klungkung.
Sebelum upacara berlangsung biasanya lima atau enam hari sebelumnya, masyarakat Desa Adat Lepang melaksanakan kegiatan gotong royong baik dari krama lanang (laki-laki) dan krama istri (perempuan).
Metode penciptaan yang digunakan dalam garapan Bhuana Santhi adalah Panca Sthiti Ngawi Sani oleh I Wayan Dibia yang meliputi tahap ngawirasa (Inspirasi), tahap ngawacak (eksplorasi), tahap ngarencana (konsepsi), tahap ngawangun (eksekusi), dan tahap ngebah (produksi), sehingga memudahkan penata dalam mewujudkan garapan Bhuana Santhi.
Garapan Bhuana Santhi menggunakan media ungkap Gamelan Gong Kebyar.
Struktur dari garapan Bhuana Santhi terdiri dari tiga bagian yaitu pengawit, pengawak dan pengecet serta durasi dari keseluruhan garapan Bhuana Santhi yaitu 12 menit.

Related Results

AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
<div class="Section0"><p><em>Javanese karawitan music is a part of Javanese community cultural. Globalization, and time and technology development lead to cultura...
Eksistensi Karawitan Putri Di Kota Budaya (Studi Kasus Karawitan Sekar Praja Putri, Pemerintah Kota Surakarta)
Eksistensi Karawitan Putri Di Kota Budaya (Studi Kasus Karawitan Sekar Praja Putri, Pemerintah Kota Surakarta)
ABSTRAKKarawitan adalah bagian dari hidup oleh masyarakat Solo. Kondisi psykologis masyarakat Solo juga mempengaruhi berkembangnya karawitan di kota budaya. Salah satunya fenomena ...
Konsep Harmoni Bhuana Agung - Bhuana Alit Pada Penyacah Parwa/Kanda Dan Signifikansinya Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Bali.
Konsep Harmoni Bhuana Agung - Bhuana Alit Pada Penyacah Parwa/Kanda Dan Signifikansinya Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Bali.
Penyacah Parwa/Kanda adalah adegan prolog dalam pertunjukan wayang kulit Bali, di mana dalang secara verbal menyampaikan narasi yang melibatkan personifikasi alam semesta, kerendah...
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
This article aims to describe the musical accompaniment in the Menak Sukarno Golek Golek performance by Ki Sukarno. Musicology analysis is done using karawitan to reveal the struct...
Integrasi Seni Karawitan ke dalam Kurikulum Pendidikan Seni
Integrasi Seni Karawitan ke dalam Kurikulum Pendidikan Seni
Traditional arts education, such as Karawitan, plays an important role in building cultural identity and social skills among students amidst the forces of globalization. Karawitan,...
KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA
KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan hubungan makna-makna gramatikal leksem anggota tubuh yang ada di dalam Novel-Novel karya Andrea Hirata, antara lai...
Music Composition “Ngulat-Gedig” | Komposisi Karawitan “Ngulet-Gedig”
Music Composition “Ngulat-Gedig” | Komposisi Karawitan “Ngulet-Gedig”
Ngulat-Gedig merupakan karya seni karawitan baru yang bermakna jalinan nada saling-silang dan saling melengkapi untuk mendapatkan disain yang kuat dan indah. Komposisi karawitan ba...
KEHIDUPAN KARAWITAN KELOMPOK MARGO LARAS DI DESA MARGOMULYO KECAMATANTAYU KABUPATEN PATI
KEHIDUPAN KARAWITAN KELOMPOK MARGO LARAS DI DESA MARGOMULYO KECAMATANTAYU KABUPATEN PATI
Kelompok karawitan Margo Laras merupakan kelompok karawitan yang terkenal di Kabupaten Pati dan sekitarnya. Profesionalitas kelompok karawitan Margo Laras Pati terbangun oleh banya...

Back to Top