Javascript must be enabled to continue!
Pemetaan Kasus Stunting dengan GeoDa di Kabupaten Buleleng
View through CrossRef
Stunting merupakan masalah gizi pada anak pada usia dua sampai lima tahun. Kasus stunting di Kabupaten Buleleng dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk Memetakan persebaran kasus Stunting dengan aplikasi GeoDa di Kabupaten Buleleng, dan Menganalisis tingkat prevalensi Stunting yang terjadi di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kuantitatif untuk menghitung data persebaran dan prevalensi kasus stunting di Kabupaten Buleleng. Ditunjang juga oleh data Primer berupa hasil wawancara dengan tenaga kesehatan di puskesmas yang ada di setiap Kecamatan, data sekunder terdiri dari tinggi badan (TB/U), berat badan, jenis kelamin, status gizi, dan jumlah anak yang tergolong stunting dan tidak tergolong stunting. Data tersebut didapatkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dan dilaksanakan pengolahan data dengan menggunakan aplikasi Geostatistik GeoDa. Persebaran stunting diperoleh melalui analisis Nearest Neighbor Analysis (NNA) sedangkan prevalensi stunting diperoleh dengan menggunakan metode Bayesian. Data penunjang diperoleh melalui hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran stunting tertinggi di Kabupaten Buleleng terletak pada Kecamatan Banjar sebesar 211 orang dan persebaran stunting terendah berada di Kecamatan Gerokgak sebesar 38 orang. Hasil tingkat prevalensi di Kabupaten Buleleng tertinggi terletak pada Kecamatan Banjar dengan estimasi prevalensi 5,77% sedangkan tingkat prevalensi terendah berada di Kecamatan Gerokgak dengan jumlah estimasi 0,0069%.
Information Technology and Science (ITScience)
Title: Pemetaan Kasus Stunting dengan GeoDa di Kabupaten Buleleng
Description:
Stunting merupakan masalah gizi pada anak pada usia dua sampai lima tahun.
Kasus stunting di Kabupaten Buleleng dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang padat.
Penelitian ini bertujuan untuk Memetakan persebaran kasus Stunting dengan aplikasi GeoDa di Kabupaten Buleleng, dan Menganalisis tingkat prevalensi Stunting yang terjadi di Kabupaten Buleleng.
Penelitian ini menggunakan Pendekatan kuantitatif untuk menghitung data persebaran dan prevalensi kasus stunting di Kabupaten Buleleng.
Ditunjang juga oleh data Primer berupa hasil wawancara dengan tenaga kesehatan di puskesmas yang ada di setiap Kecamatan, data sekunder terdiri dari tinggi badan (TB/U), berat badan, jenis kelamin, status gizi, dan jumlah anak yang tergolong stunting dan tidak tergolong stunting.
Data tersebut didapatkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dan dilaksanakan pengolahan data dengan menggunakan aplikasi Geostatistik GeoDa.
Persebaran stunting diperoleh melalui analisis Nearest Neighbor Analysis (NNA) sedangkan prevalensi stunting diperoleh dengan menggunakan metode Bayesian.
Data penunjang diperoleh melalui hasil wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran stunting tertinggi di Kabupaten Buleleng terletak pada Kecamatan Banjar sebesar 211 orang dan persebaran stunting terendah berada di Kecamatan Gerokgak sebesar 38 orang.
Hasil tingkat prevalensi di Kabupaten Buleleng tertinggi terletak pada Kecamatan Banjar dengan estimasi prevalensi 5,77% sedangkan tingkat prevalensi terendah berada di Kecamatan Gerokgak dengan jumlah estimasi 0,0069%.
Related Results
CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
Batik is one of the textile products that began to develop in Buleleng Regency. The presence of batik in the Buleleng district is used as an alternative for souvenirs and souvenirs...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BULELENG
KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BULELENG
Penelitian ini dilakukan di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen ...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Background: Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by height below standard (faltering growth...
Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting
Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting
Stunting is a condition of a child's body that looks stunted or short if it is based on the body length index according to age. The incidence of stunting is very much found in todd...

