Javascript must be enabled to continue!
Penyuluhan Tentang Stunting Pada Ibu Yang Memiliki Balita Usia 12-59 Bulan
View through CrossRef
Prevalensi balita pendek mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5%, tahun 2017 yaitu 29,6% dan menjadi 30,8% pada tahun 2018. Data tersebut menunjukkan peningkatan kurang lebih 1,6% pertahun. Pengetahuan merupakan aspek domain yang penting untuk membentuk tindakan seseorang. Semakin luas seseorang memiliki pengetahuan maka semakin positif pula perilaku yang dilakukannya. Oleh sebab itu, upaya perbaikan stunting bisa dicoba dengan kenaikan pengetahuan sehingga bisa memperbaiki sikap pemberian makan pada anak. Metode: Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Bale Banjar Wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Selatan dilakukan pada tanggal 26 September 2022. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan. Penyuluhan diberikan kepada ibu-ibu yang memiliki balita 12-59 bulan. Sebelum memulai penyuluhan, peserta di berikan kuesioner dengan 5 item pertanyaan untuk mengukur pengetahuan peserta tentang stunting pada balita. Dalam proses penyuluhan tersebut, sebagian ibu tidak mengetahui apa itu stunting dan tidak mengetahui pemeriksaan apa saja dalam stunting tersebut. Sehingga penyelesaian masalah yang diberikan adalah mengajak ibu balita untuk mengikuti dan mendengarkan penjelasan tentang apa itu stunting. Hasil : efektivitas pemberian penyuluhan kepada ibu yang memiliki balita 12-59 bulan memberikan pengaruh yang positif. Sehingga hal ini dapat menjadi keberlanjutan untuk menyampaikan informasi-informasi kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita dalam melakukan pencegahan stunting. Kegiatan penyuluhan mengenai stunting ini hendaknya dilanjutkan kedepannya dengan sasaran seluruh ibu yang memiliki balita atau ibu hamil yang ada di Indonesia atau khususnya di Bali sehingga informasi tentang stunting atau pemantauan tubuh kembang anaknya dapat dipantau secara berkala untuk pencegahan stunting
Title: Penyuluhan Tentang Stunting Pada Ibu Yang Memiliki Balita Usia 12-59 Bulan
Description:
Prevalensi balita pendek mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5%, tahun 2017 yaitu 29,6% dan menjadi 30,8% pada tahun 2018.
Data tersebut menunjukkan peningkatan kurang lebih 1,6% pertahun.
Pengetahuan merupakan aspek domain yang penting untuk membentuk tindakan seseorang.
Semakin luas seseorang memiliki pengetahuan maka semakin positif pula perilaku yang dilakukannya.
Oleh sebab itu, upaya perbaikan stunting bisa dicoba dengan kenaikan pengetahuan sehingga bisa memperbaiki sikap pemberian makan pada anak.
Metode: Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Bale Banjar Wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Selatan dilakukan pada tanggal 26 September 2022.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan.
Penyuluhan diberikan kepada ibu-ibu yang memiliki balita 12-59 bulan.
Sebelum memulai penyuluhan, peserta di berikan kuesioner dengan 5 item pertanyaan untuk mengukur pengetahuan peserta tentang stunting pada balita.
Dalam proses penyuluhan tersebut, sebagian ibu tidak mengetahui apa itu stunting dan tidak mengetahui pemeriksaan apa saja dalam stunting tersebut.
Sehingga penyelesaian masalah yang diberikan adalah mengajak ibu balita untuk mengikuti dan mendengarkan penjelasan tentang apa itu stunting.
Hasil : efektivitas pemberian penyuluhan kepada ibu yang memiliki balita 12-59 bulan memberikan pengaruh yang positif.
Sehingga hal ini dapat menjadi keberlanjutan untuk menyampaikan informasi-informasi kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita dalam melakukan pencegahan stunting.
Kegiatan penyuluhan mengenai stunting ini hendaknya dilanjutkan kedepannya dengan sasaran seluruh ibu yang memiliki balita atau ibu hamil yang ada di Indonesia atau khususnya di Bali sehingga informasi tentang stunting atau pemantauan tubuh kembang anaknya dapat dipantau secara berkala untuk pencegahan stunting.
Related Results
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
ABSTRACT According to data from the toddler cohort at 4 Posyandu, Tunjung Teja District for the period January 2024 to June 2024, it was recorded that of the 172 toddlers aged 6-59...
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Latar Belakang: Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita, belum men...
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
ABSTRACT WHO in 2020 stated that the prevalence of stunting under five worldwide was 22 percent or as many as 149.2 million. The prevalence of stunting in Indonesia (24.4%) is bett...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status pen...
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI TUMBANG BALITA DAN EDUKASI KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI TUMBANG BALITA DAN EDUKASI KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
Stunting adalah balita yang memiliki status gizi kurang baik yang diukur panjang atau tinggi badan menurut umur jika dibandingkan pada standar buku WHO (World Health Organization),...
Penyuluhan Tentang Cegah Stunting Menuju Kelurahan Sehat
Penyuluhan Tentang Cegah Stunting Menuju Kelurahan Sehat
Latar belakang: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada ...
PEMANFAATAN BISKUIT PMT LOKAL DALAM UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK DI WILAYAH LAHAN KERING KEPULAUAN ROTE NDAO
PEMANFAATAN BISKUIT PMT LOKAL DALAM UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK DI WILAYAH LAHAN KERING KEPULAUAN ROTE NDAO
Masa balita merupakan periode penting dalam proses pembentukan dan perkembangan manusia yang ditandai dengan tumbuh kembang yang sangat pesat. Periode ini merupakan periode yang kr...

