Javascript must be enabled to continue!
DIALOG LINTAS IMAN: UPAYA FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) DALAM MEMBANGUN KEHIDUPAN TOLERANSI UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN LUMAJANG
View through CrossRef
Realitas multi-agama merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindari oleh masyarakat Indonesia, salah satunya pada Kabupaten Lumajang. Jika tidak dirawat dengan baik, kondisi tersebut akan memunculkan potensi yang mengarah pada konflik agama. FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) menjadi sebuah jembatan antara agama dan negara dalam menyatukan masyarakat Indonesia yang majemuk sebagai upaya menciptakan ruang-ruang beragama. Dialog lintas iman menjadi ajang pertemuan bagi masyarakat dan tokoh agama, melalui sesi diskusi bersama untuk membuka wawasan masyarakat terkait perbedaan. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Kemudian untuk teknik pengumpulan data, penulis melakukan observasi, wawancara dan studi literatur baik secara online maupun offline. Analisis teori yang dilakukan dalam studi kasus ini menggunakan konsep “Dialog Lintas Iman” oleh Hans Kung dan Konsep “Civil Islam” dari Robert Hefner. Hasil dari penelitian ini, pengadaan aktivitas dialog lintas iman merupakan metode yang efektif, terbukti dengan banyaknya respon positif dari masyarakat. Hanya saja pelaksanaannya perlu diperluas terutama pada wilayah yang terlihat homogen, dikarenakan banyak ormas (organisasi masyarakat) yang berkembang dengan sekat eksklusivitas yang masih terasa. Sehingga penelitian ini menjadi evaluasi bagi aktivitas dialog lintas iman terkait seberapa besar masyarakat Kabupaten Lumajang bisa menerima perbedaan dan melibatkan perbedaan tersebut dalam kegiatan sehari-hari.Kata Kunci: FKUB, Dialog Lintas Iman, Masyarakat Kabupaten Lumajang
Title: DIALOG LINTAS IMAN: UPAYA FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) DALAM MEMBANGUN KEHIDUPAN TOLERANSI UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN LUMAJANG
Description:
Realitas multi-agama merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindari oleh masyarakat Indonesia, salah satunya pada Kabupaten Lumajang.
Jika tidak dirawat dengan baik, kondisi tersebut akan memunculkan potensi yang mengarah pada konflik agama.
FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) menjadi sebuah jembatan antara agama dan negara dalam menyatukan masyarakat Indonesia yang majemuk sebagai upaya menciptakan ruang-ruang beragama.
Dialog lintas iman menjadi ajang pertemuan bagi masyarakat dan tokoh agama, melalui sesi diskusi bersama untuk membuka wawasan masyarakat terkait perbedaan.
Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi.
Kemudian untuk teknik pengumpulan data, penulis melakukan observasi, wawancara dan studi literatur baik secara online maupun offline.
Analisis teori yang dilakukan dalam studi kasus ini menggunakan konsep “Dialog Lintas Iman” oleh Hans Kung dan Konsep “Civil Islam” dari Robert Hefner.
Hasil dari penelitian ini, pengadaan aktivitas dialog lintas iman merupakan metode yang efektif, terbukti dengan banyaknya respon positif dari masyarakat.
Hanya saja pelaksanaannya perlu diperluas terutama pada wilayah yang terlihat homogen, dikarenakan banyak ormas (organisasi masyarakat) yang berkembang dengan sekat eksklusivitas yang masih terasa.
Sehingga penelitian ini menjadi evaluasi bagi aktivitas dialog lintas iman terkait seberapa besar masyarakat Kabupaten Lumajang bisa menerima perbedaan dan melibatkan perbedaan tersebut dalam kegiatan sehari-hari.
Kata Kunci: FKUB, Dialog Lintas Iman, Masyarakat Kabupaten Lumajang.
Related Results
Toleransi Sebagai Dasar Ta’dib Dalam Upaya Menumbuhkan Kerukunan Umat Manusia
Toleransi Sebagai Dasar Ta’dib Dalam Upaya Menumbuhkan Kerukunan Umat Manusia
Abstrak
Adab adalah sebuah metode atau cara yang mana didalam konsepnya membimbing beberapa unsur-unsur dalam diri manusia, seperti pengetahuan, amal, pengajaran dan pengasuh...
DEALEKTIKA PEMIKIRAN DALAM DIALOG ANTAR UMAT BERAGAMA: Studi Kasus Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) DI. Yogyakarta
DEALEKTIKA PEMIKIRAN DALAM DIALOG ANTAR UMAT BERAGAMA: Studi Kasus Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) DI. Yogyakarta
Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) merupakan forum komunikasi antar umat beriman yang digagas oleh para agamawan lintas agama yang bertujuan untuk membangun perdamaian dan pers...
TOLERANSI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DALAM KEMAJEMUKAN DAN PLURALITAS
TOLERANSI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DALAM KEMAJEMUKAN DAN PLURALITAS
Penelitian ini dilakukan berdasarkan kenyataan bahwa kerukunan umat beragama saat ini perlu dipertahankan dengan baik oleh semua pihak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganali...
POLA PEMBINAAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA DI INDONESIA DALAM PERSFEKTIF AGAMA BUDDHISME
POLA PEMBINAAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA DI INDONESIA DALAM PERSFEKTIF AGAMA BUDDHISME
AbstrackKehidupan beragama di Indonesia saat ini mengalami banyak pertikaian dan serselisihan sehingga tidak adanya ketenangan, kedamaian, dan keruknan antar umat beragama. Untuk i...
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama
Dalam era globalisasi dan multicultural yang semakin berkembang, pemahaman dan praktik toleransi beragama menjadi aspek penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis. Pendidika...
PERANAN MEDITASI EMPAT APPAMANNA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
PERANAN MEDITASI EMPAT APPAMANNA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
Pada hakekatnya setiap manusia mempunyai sifat fanatik namun pada setiap individu satu dengan yang lain tidak sama dalam tingkat fanatiknya. Begitu juga sebagai umat Buddha yang me...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Banyak isu dan aksi yang mencerminkan perilaku terorisme, ekstremisme, radikalisme, intoleransi, paham takfiri (senang khawatir), dan klaim kebenaran sepihak, dan sebagainya. Hal i...

