Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Program DASHAT dalam Pencegahan Stunting pada Balita
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi program DASHAT dalam pencegahan stunting di Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) sendiri merupakan program yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang memiliki harapan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemberian gizi dan perilaku sehat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian melibatkan 4 pelaksana program DASHAT dan 5 peserta yang merupakan ibu yang memiliki balita mendekati stunting. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas dan reabilitas instrumen dikonfirmasi melalui tringulasi data. Analisis data mengikuti tiga tahap kegiatan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengimplementasiannya program DASHAT dilakukan dengan tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan Keberlanjutan. Ditemukan juga faktor penghambat dari implementasi program ini dimana sumber daya finansial dan fasilitas pelaksanaan yang kurang mendukung. Untuk hasil pelaksanaan sendiri ditemukan bahwa terdapat perubahan pada pengetahuan ibu/peserta dalam pemenuhan gizi harian pada anak. Peneliti menyimpulkan bahwa program DASHAT ini telah berjalan dengan baik, karena dilaksanakan sesuai pedoman serta mendapatkan hasil peningkatan pengetahuan pada peserta, namun memerlukan perbaikan dari segi sumber daya finansial dan fasilitas untuk dampat yang lebih optimal.Implementation of the DASHAT Program in Preventing Stunting in Toddlers AbstractThis study aims to analyze the implementation of the DASHAT program in preventing stunting in Duri Kosambi Village, Cengkareng, West Jakarta. The DASHAT (Healthy Kitchens Overcome Stunting) program itself is a program launched by the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) which hopes to increase public understanding of the importance of providing nutrition and healthy behavior. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects involved 4 DASHAT program implementers and 5 participants who were mothers of toddlers approaching stunting. Data collection techniques include interviews, observation and documentation. The validity and reliability of the instrument were confirmed through data triangulation. Data analysis follows three stages of activities, namely, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the implementation of the DASHAT program was carried out in three stages, namely the preparation stage, implementation stage and sustainability. It was also found that the inhibiting factors in implementing this program were financial resources and implementation facilities that were less supportive. The results of the implementation itself found that there were changes in the knowledge of mothers/participants in fulfilling daily nutrition for children. Researchers concluded that the DASHAT program had run well, because it was implemented according to guidelines and resulted in increased knowledge among participants, but required improvements in terms of financial resources and facilities for more optimal impact.
Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat - LITPAM
Title: Implementasi Program DASHAT dalam Pencegahan Stunting pada Balita
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi program DASHAT dalam pencegahan stunting di Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) sendiri merupakan program yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang memiliki harapan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemberian gizi dan perilaku sehat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Subjek penelitian melibatkan 4 pelaksana program DASHAT dan 5 peserta yang merupakan ibu yang memiliki balita mendekati stunting.
Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi.
Validitas dan reabilitas instrumen dikonfirmasi melalui tringulasi data.
Analisis data mengikuti tiga tahap kegiatan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengimplementasiannya program DASHAT dilakukan dengan tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan Keberlanjutan.
Ditemukan juga faktor penghambat dari implementasi program ini dimana sumber daya finansial dan fasilitas pelaksanaan yang kurang mendukung.
Untuk hasil pelaksanaan sendiri ditemukan bahwa terdapat perubahan pada pengetahuan ibu/peserta dalam pemenuhan gizi harian pada anak.
Peneliti menyimpulkan bahwa program DASHAT ini telah berjalan dengan baik, karena dilaksanakan sesuai pedoman serta mendapatkan hasil peningkatan pengetahuan pada peserta, namun memerlukan perbaikan dari segi sumber daya finansial dan fasilitas untuk dampat yang lebih optimal.
Implementation of the DASHAT Program in Preventing Stunting in Toddlers AbstractThis study aims to analyze the implementation of the DASHAT program in preventing stunting in Duri Kosambi Village, Cengkareng, West Jakarta.
The DASHAT (Healthy Kitchens Overcome Stunting) program itself is a program launched by the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) which hopes to increase public understanding of the importance of providing nutrition and healthy behavior.
This research uses a qualitative method with a descriptive approach.
The research subjects involved 4 DASHAT program implementers and 5 participants who were mothers of toddlers approaching stunting.
Data collection techniques include interviews, observation and documentation.
The validity and reliability of the instrument were confirmed through data triangulation.
Data analysis follows three stages of activities, namely, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
The research results show that the implementation of the DASHAT program was carried out in three stages, namely the preparation stage, implementation stage and sustainability.
It was also found that the inhibiting factors in implementing this program were financial resources and implementation facilities that were less supportive.
The results of the implementation itself found that there were changes in the knowledge of mothers/participants in fulfilling daily nutrition for children.
Researchers concluded that the DASHAT program had run well, because it was implemented according to guidelines and resulted in increased knowledge among participants, but required improvements in terms of financial resources and facilities for more optimal impact.
Related Results
PEMBENTUKAN TIM DASHAT (DAPUR SEHAT ATASI STUNTING) DAN INTERVENSI GIZI CEGAH STUNTING
PEMBENTUKAN TIM DASHAT (DAPUR SEHAT ATASI STUNTING) DAN INTERVENSI GIZI CEGAH STUNTING
Abstrak: Stunting adalah salah satu kondisi akibat kekurangan gizi yang menghambat pertumbuhan linier pada balita. Penyebab umum stunting adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang s...
Pembelajaran Dari Cilegon: Implementasi DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) dalam Percepatan Penurunan Stunting
Pembelajaran Dari Cilegon: Implementasi DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) dalam Percepatan Penurunan Stunting
AbstrakProgram Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kota Cilegon merupakan inisiatif strategis pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan angka stunting di kalangan anak balita d...
Pencegahan Kasus Stunting melalui Program Dapur Sehat Stunting (DASHAT) di Desa Tambi
Pencegahan Kasus Stunting melalui Program Dapur Sehat Stunting (DASHAT) di Desa Tambi
Tujuan kegiatan adalah untuk mengetahui pengaruh dan dampak yang ditimbulkan dari adanya Dapur Sehat Stunting (DASHAT) sebagai upaya penekanan angka stunting di desa Tambi.Permasal...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
ABSTRACTÂ According to data from the toddler cohort at 4 Posyandu, Tunjung Teja District for the period January 2024 to June 2024, it was recorded that of the 172 toddlers aged 6-59...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
Hubungan Pendapatan dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita
Hubungan Pendapatan dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita
ABSTRACTÂ Stunting is the nutritional status of toddlers based on the height index for age. The maximum stunting standard according to World Health Organization (WHO) is 20% or one-...

