Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Postur Kerja dengan Keluhan Nyeri Leher pada Pegawai Administrasi Universitas Islam Bandung Tahun 2024
View through CrossRef
Abstract. Poor working posture is one of the main risk factors for work-related musculoskeletal disorders (WMSDs), including neck pain, which significantly impacts workers' productivity and well-being. Neck pain among office workers often caused by prolonged static positions and improper ergonomic practices. This study aims to analyze the relationship between work posture and neck pain complaints among administrative staff at Islamic University of Bandung. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted on 64 administrative staff. Work posture was assessed using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method, while neck pain complaints were evaluated using the Neck Pain Disability Index (NDI) questionnaire. Statistical analysis was performed using Fisher-Freeman-Halton Exact Test to determine the relationship between the variables. The results showed that the most respondents (92.2%) were in the low-risk work posture category, while 6.3% fell into the medium-high risk category. The majority neck pain complaints were categorized as "no disability" category (59.4%), followed by mild neck pain (35.9%) and moderate neck pain (4.7%). Statistical analysis indicated a significant relationship between work posture and neck pain complaints (p = 0.049).
Abstrak. Postur kerja yang buruk merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan muskuloskeletal akibat kerja (GOTRAK), termasuk nyeri leher, yang berdampak signifikan terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Nyeri leher pada pekerja kantor sering kali disebabkan oleh posisi statis yang berkepanjangan dan praktik ergonomi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dengan keluhan nyeri leher pada pegawai administrasi Universitas Islam Bandung. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 64 pegawai administrasi. Postur kerja dinilai menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA), sedangkan keluhan nyeri leher dievaluasi menggunakan kuesioner Neck Pain Disability Index (NDI). Analisis statistik dilakukan menggunakan Fisher-Freeman-Halton Exact Test untuk menentukan hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (92,19%) berada dalam kategori postur kerja risiko rendah, sementara 6,25% berada dalam kategori risiko sedang, dan 1,56% dalam kategori risiko tinggi. Keluhan nyeri leher paling banyak berada dalam kategori "tidak ada disabilitas" (59,37%), diikuti nyeri ringan (35,94%), dan nyeri sedang (4,69%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan nyeri leher (p = 0,049).
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Postur Kerja dengan Keluhan Nyeri Leher pada Pegawai Administrasi Universitas Islam Bandung Tahun 2024
Description:
Abstract.
Poor working posture is one of the main risk factors for work-related musculoskeletal disorders (WMSDs), including neck pain, which significantly impacts workers' productivity and well-being.
Neck pain among office workers often caused by prolonged static positions and improper ergonomic practices.
This study aims to analyze the relationship between work posture and neck pain complaints among administrative staff at Islamic University of Bandung.
An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted on 64 administrative staff.
Work posture was assessed using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method, while neck pain complaints were evaluated using the Neck Pain Disability Index (NDI) questionnaire.
Statistical analysis was performed using Fisher-Freeman-Halton Exact Test to determine the relationship between the variables.
The results showed that the most respondents (92.
2%) were in the low-risk work posture category, while 6.
3% fell into the medium-high risk category.
The majority neck pain complaints were categorized as "no disability" category (59.
4%), followed by mild neck pain (35.
9%) and moderate neck pain (4.
7%).
Statistical analysis indicated a significant relationship between work posture and neck pain complaints (p = 0.
049).
Abstrak.
Postur kerja yang buruk merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan muskuloskeletal akibat kerja (GOTRAK), termasuk nyeri leher, yang berdampak signifikan terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Nyeri leher pada pekerja kantor sering kali disebabkan oleh posisi statis yang berkepanjangan dan praktik ergonomi yang kurang tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dengan keluhan nyeri leher pada pegawai administrasi Universitas Islam Bandung.
Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 64 pegawai administrasi.
Postur kerja dinilai menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA), sedangkan keluhan nyeri leher dievaluasi menggunakan kuesioner Neck Pain Disability Index (NDI).
Analisis statistik dilakukan menggunakan Fisher-Freeman-Halton Exact Test untuk menentukan hubungan antara variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (92,19%) berada dalam kategori postur kerja risiko rendah, sementara 6,25% berada dalam kategori risiko sedang, dan 1,56% dalam kategori risiko tinggi.
Keluhan nyeri leher paling banyak berada dalam kategori "tidak ada disabilitas" (59,37%), diikuti nyeri ringan (35,94%), dan nyeri sedang (4,69%).
Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan nyeri leher (p = 0,049).
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Gangguan Postur Kerja Dengan Metode Nordic Body Map Pada Pegawai Disdukcapil Kutai Kartanegara
Analisis Gangguan Postur Kerja Dengan Metode Nordic Body Map Pada Pegawai Disdukcapil Kutai Kartanegara
Abstrak: Pegawai kantoran sering mengalami gangguan postur karena aktivitas kerja yang membutuhkan duduk ataupun berdiri beberapa jam dalam sehari. Postur kerja yang buruk seperti ...
PELATIHAN NECK CAILLIET EXERCISE DALAM PENURUNAN NYERI LEHER AKIBAT MYOFASCIAL PAIN SYNDROME PADA KADER KESEHATAN DESA TOHUDAN
PELATIHAN NECK CAILLIET EXERCISE DALAM PENURUNAN NYERI LEHER AKIBAT MYOFASCIAL PAIN SYNDROME PADA KADER KESEHATAN DESA TOHUDAN
Latar belakang: Nyeri leher adalah rasa tidak nyeman atau tidak menyenangkan yang dirasakan oleh individu pada bagian leher belakang, yang menandakan bahwa otot, ligament, sendi me...
Hubungan antara Postur dan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pegawai Mekanik Bengkel Motor di Denpasar
Hubungan antara Postur dan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pegawai Mekanik Bengkel Motor di Denpasar
Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Beberapa faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja di antaranya adalah aktivitas kerja fisik, stasi...
PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG)
PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui dan menganalisa pengaruh kompetensi terhadap kepuasan kerja, pengaruh komitmen terhadap kepuasan kerja, pengaruh kompetensi terha...
Pengaruh Kompres Jahe Terhadap Keluhan Nyeri Sendi
Pengaruh Kompres Jahe Terhadap Keluhan Nyeri Sendi
Nyeri sendi merupakan salah satu keluhan kesehatan yang cukup banyak dijumpai di lingkungan masyarakat. Keluhan ini sering kali dijumpai pada individu dengan rentang usia 50 sampai...
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN NYERI
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN NYERI
Abstrak
Pendahuluan.Nyeri adalah rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh individu yang sifatnya sangat subyektif, yang dapat mempengaruhi pikiran dan mengubah kehidupan. Juml...
Hubungan antara Status Gizi dan Kondisi Lingkungan Kerja dengan Produktivitas Pegawai (Studi pada Kantor Ketenagalistrikan di Semarang)
Hubungan antara Status Gizi dan Kondisi Lingkungan Kerja dengan Produktivitas Pegawai (Studi pada Kantor Ketenagalistrikan di Semarang)
Latar belakang: Tingkat produktivitas kerja sangat penting dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pegawai kantor ketenagalistrikan. Produktivitas kerja dapat dipengaruhi oleh b...

