Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karo during the Revolution, 1945-1949

View through CrossRef
The people joyfully welcomed the proclamation of independence that echoed through Tanah Karo. However, the independence was tested by the arrival of Dutch colonialists who sought to re-establish themselves. This study aims to explain the emergence of the nationalism movement in Tanah Karo and the development of the idea of nationalism during the revolutionary period that filled the movement. This research uses the historical method, which consists of heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The sources used are archival documents, interviews, contemporary newspapers, and other sources relevant to this study. The results showed that the emergence of the nationalism movement was brought by Karo intellectuals who were members of the PNI. They came from economically well-established families and studied in Medan. The youth from Karo played an essential role in building the spirit of nationalism as a driving force in the people's struggle against the Dutch colonialists who sought to regain power. The transmission of the idea of nationalism was brought to Tanah Karo through media in the form of writings, speeches, training, learning and other things that aroused the passion of the people's resistance. Meanwhile, in the dynamics of the movement carried out through the spread of ideas of nationalism, there was a conflict between the ranks of the struggle, which could then be reduced by strategizing the struggle because there was a fear that the enemy would use the atmosphere.Proklamasi kemerdekaan menggema hingga ke Tanah Karo disambut rakyat dengan gembira namun sebagai upaya mempertahankan kemerdekaan dengan kedatangan kolonial Belanda yang ingin berkuasa. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan kemunculan pergerakan dan berkembangnya gagasan nasionalisme di Tanah Karo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Sumber yang digunakan adalah sumber arsip, dokumen, wawancara, surat kabar sezaman, dan yang relevan dengan studi ini. Hasil penelitian yakni kemunculan pergerakan nasionalisme dibawa oleh kaum intelektual Karo. Mereka berasal dari keluarga yang mapan secara ekonomi dan menempuh pendidikan di Medan. Peran para pemuda Karo dalam membangun semangat nasionalisme sebagai motor penggerak perjuangan rakyat dalam menghempang kolonial Belanda yang ingin berkuasa kembali. Transmisi gagasan nasionalisme dibawa melalui media-media berupa tulisan, pidato, pelatihan, pembelajaran dan hal lainnya yang membangkitkan gairah perlawanan rakyat. Sementara itu dinamika pergerakan yang dilakukan melalui penyebaran ide-ide nasionalisme sempat menuai konflik antar barisan perjuangan yang kemudian dapat diredam dengan menyusun strategi perjuangan, hal ini karena terdapat rasa khawatir suasana tersebut dimanfaatkan oleh musuh.
Title: Karo during the Revolution, 1945-1949
Description:
The people joyfully welcomed the proclamation of independence that echoed through Tanah Karo.
However, the independence was tested by the arrival of Dutch colonialists who sought to re-establish themselves.
This study aims to explain the emergence of the nationalism movement in Tanah Karo and the development of the idea of nationalism during the revolutionary period that filled the movement.
This research uses the historical method, which consists of heuristics, source criticism, interpretation and historiography.
The sources used are archival documents, interviews, contemporary newspapers, and other sources relevant to this study.
The results showed that the emergence of the nationalism movement was brought by Karo intellectuals who were members of the PNI.
They came from economically well-established families and studied in Medan.
The youth from Karo played an essential role in building the spirit of nationalism as a driving force in the people's struggle against the Dutch colonialists who sought to regain power.
The transmission of the idea of nationalism was brought to Tanah Karo through media in the form of writings, speeches, training, learning and other things that aroused the passion of the people's resistance.
Meanwhile, in the dynamics of the movement carried out through the spread of ideas of nationalism, there was a conflict between the ranks of the struggle, which could then be reduced by strategizing the struggle because there was a fear that the enemy would use the atmosphere.
Proklamasi kemerdekaan menggema hingga ke Tanah Karo disambut rakyat dengan gembira namun sebagai upaya mempertahankan kemerdekaan dengan kedatangan kolonial Belanda yang ingin berkuasa.
Studi ini bertujuan untuk menjelaskan kemunculan pergerakan dan berkembangnya gagasan nasionalisme di Tanah Karo.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi.
Sumber yang digunakan adalah sumber arsip, dokumen, wawancara, surat kabar sezaman, dan yang relevan dengan studi ini.
Hasil penelitian yakni kemunculan pergerakan nasionalisme dibawa oleh kaum intelektual Karo.
Mereka berasal dari keluarga yang mapan secara ekonomi dan menempuh pendidikan di Medan.
Peran para pemuda Karo dalam membangun semangat nasionalisme sebagai motor penggerak perjuangan rakyat dalam menghempang kolonial Belanda yang ingin berkuasa kembali.
Transmisi gagasan nasionalisme dibawa melalui media-media berupa tulisan, pidato, pelatihan, pembelajaran dan hal lainnya yang membangkitkan gairah perlawanan rakyat.
Sementara itu dinamika pergerakan yang dilakukan melalui penyebaran ide-ide nasionalisme sempat menuai konflik antar barisan perjuangan yang kemudian dapat diredam dengan menyusun strategi perjuangan, hal ini karena terdapat rasa khawatir suasana tersebut dimanfaatkan oleh musuh.

Related Results

PERKEMBANGAN MUSEUM KARO LINGGA DI DESA LINGGA KABUPATEN KARO
PERKEMBANGAN MUSEUM KARO LINGGA DI DESA LINGGA KABUPATEN KARO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui      “Perkembangan Museum Karo Lingga di Desa Lingga Kabupaten Karo”. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui latar belakang s...
Analisis Komposisi Minyak Karo di Desa Naman Kecamatan Naman Teran
Analisis Komposisi Minyak Karo di Desa Naman Kecamatan Naman Teran
Karo oil is a traditional medicine that has been passed down from generation to generation and is still used today in traditional medicine. This study aims to determine the composi...
Tradisi Pemberian Mahar Pada Masyarakat Batak Karo Sumatera Utara Perspektif Hukum Islam
Tradisi Pemberian Mahar Pada Masyarakat Batak Karo Sumatera Utara Perspektif Hukum Islam
This is a field research which focuses to answer two problems: first, how is the tradition of giving dowry by the people of Batak Karodi, Jaranguda-Merdeka Batak Karo? Second, how ...
Performansi dan Partisipan Dalam Tradisi Nangkih Masyarakat Karo
Performansi dan Partisipan Dalam Tradisi Nangkih Masyarakat Karo
Nangkih dalam masyarakat Karo berarti kawin lari. Nangkih atau kawin lari ini adalah hal yang dilakukan oleh sepasang kekasih yang ingin menikah tetapi terhalang oleh restu keluarg...
Konstruksi Kalimat Aktif Dan Pasif Dalam Bahasa Karo
Konstruksi Kalimat Aktif Dan Pasif Dalam Bahasa Karo
The purpose of this work is to describe how active and passive sentence constructions are built in the Karo language, with a focus on syntactic construction patterns. This research...
Bentuk Kesatuan dalam Tindak Tutur Perkawinan Adat Karo - Sri Ulina Beru Ginting, Efendi Barus
Bentuk Kesatuan dalam Tindak Tutur Perkawinan Adat Karo - Sri Ulina Beru Ginting, Efendi Barus
Penelitian ini dilaksanakan untuk menjaga tatacara atau melestarikan budaya adat istiadat Suku Karo dalam pesta per-kawinan yang mana pada akhir-akhir ini dinilai sudah mulai terki...
Bentuk Kesatuan dalam Tindak Tutur Perkawinan Adat Karo - Sri Ulina Beru Ginting, Efendi Barus
Bentuk Kesatuan dalam Tindak Tutur Perkawinan Adat Karo - Sri Ulina Beru Ginting, Efendi Barus
Penelitian ini dilaksanakan untuk menjaga tatacara atau melestarikan budaya adat istiadat Suku Karo dalam pesta per-kawinan yang mana pada akhir-akhir ini dinilai sudah mulai terki...
PERGESERAN POLA RUANG PADA RUMAH ADAT KARO SIWALUH JABU
PERGESERAN POLA RUANG PADA RUMAH ADAT KARO SIWALUH JABU
Budaya lokal atau daerah semakin tergeser eksistensinya seiring berkembangnya zaman. Pergeseran budaya ini tidak hanya terjadi di daerah kota saja namun juga di desa. Fakta bahwa m...

Back to Top