Javascript must be enabled to continue!
Pola Perubahan Penggunaan Lahan Sub Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikujang
View through CrossRef
Abstrak. Sub Sub DAS Cikujang merupakan salah satu bagian dari Sub DAS Cimanuk hulu yang dapat menyumbang sedimen ke waduk Jatigede yang berasal dari erosi sebagai akibat perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kondisi fisik lahan. Hasil kajian memperlihatkan pola perubahan penggunaan lahan di Sub Sub DAS Cikujang periode 1994-2009, terjadi perubahan penggunaan lahan dari kawasan lindung menjadi kawasan budidaya seluas 742,20 ha. Kawasan lindung pada tahun 1994 seluas 3.213,03 ha menurun menjadi 2.470,83 ha pada tahun 2009 dan kawasan budidaya pada tahun 1994 seluas 9.532,41 ha meningkat menjadi 10.274,61 ha pada tahun 2009 dengan laju perubahan 185,55 ha/tahun. Laju penurunan luasan hutan primer mencapai 54,45 ha/tahun, dan pada tahun 2009 tidak terdapat lagi lahan dengan fungsi sebagai hutan primer. Laju penurunan luasan hutan sekunder mencapai 135,90 ha/tahun dari 2.995,25 ha pada tahun 1994 menjadi 2.451,65 ha pada tahun 2009. Pola perubahan penggunaan lahan di Sub Sub DAS Cikujang sebagian besar dipengaruhi dengan pola perubahan hutan primer dan hutan sekunder pada kawasan lindung. Sedangkan pola perubahan penggunaan lahan pada kawasan budidaya dipengaruhi pola perubahan lahan kebun campuran, tegalan/ladang, perkebunan, dan sawah Land-Use Change Pattern in Cikujang Catchment Area Abstract. Cikujang catchment area is one part of the subzone Cimanuk that can contribute sediment upstream reservoirs to Jatigede derived from erosion as a result of changes in land use that is not in accordance with the physical condition of the land. Based on analysis result of land-use change pattern in Cikujang catchment area in 1994 – 2009 period, land-use had changed 742,20ha from protected areas to cultivated areas, where protected area had decreased from 3.213,03ha in 1994 to 2.470,83ha in 2009 and cultivated area had increased from 10.274,61 ha in 1994 to10.274,61 ha in 2009 with changing rate ha/year. The rate of decreasing primary forest area was 54.45ha/year, as a result there was no land function as primary forest in 2009. The rate of decreasing secondary forest area was 135,90ha/year ranging from 2.995,25ha in 1994 to 2.451,65ha in 2009. Land-use change pattern in Cikujang catchment area dominantly was influenced by changing pattern of protected forest and secondary forest in protected area, but in cultivated area land-use change pattern was influenced by changing pattern of farm, grassland, and rice field.
Title: Pola Perubahan Penggunaan Lahan Sub Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikujang
Description:
Abstrak.
Sub Sub DAS Cikujang merupakan salah satu bagian dari Sub DAS Cimanuk hulu yang dapat menyumbang sedimen ke waduk Jatigede yang berasal dari erosi sebagai akibat perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kondisi fisik lahan.
Hasil kajian memperlihatkan pola perubahan penggunaan lahan di Sub Sub DAS Cikujang periode 1994-2009, terjadi perubahan penggunaan lahan dari kawasan lindung menjadi kawasan budidaya seluas 742,20 ha.
Kawasan lindung pada tahun 1994 seluas 3.
213,03 ha menurun menjadi 2.
470,83 ha pada tahun 2009 dan kawasan budidaya pada tahun 1994 seluas 9.
532,41 ha meningkat menjadi 10.
274,61 ha pada tahun 2009 dengan laju perubahan 185,55 ha/tahun.
Laju penurunan luasan hutan primer mencapai 54,45 ha/tahun, dan pada tahun 2009 tidak terdapat lagi lahan dengan fungsi sebagai hutan primer.
Laju penurunan luasan hutan sekunder mencapai 135,90 ha/tahun dari 2.
995,25 ha pada tahun 1994 menjadi 2.
451,65 ha pada tahun 2009.
Pola perubahan penggunaan lahan di Sub Sub DAS Cikujang sebagian besar dipengaruhi dengan pola perubahan hutan primer dan hutan sekunder pada kawasan lindung.
Sedangkan pola perubahan penggunaan lahan pada kawasan budidaya dipengaruhi pola perubahan lahan kebun campuran, tegalan/ladang, perkebunan, dan sawah Land-Use Change Pattern in Cikujang Catchment Area Abstract.
Cikujang catchment area is one part of the subzone Cimanuk that can contribute sediment upstream reservoirs to Jatigede derived from erosion as a result of changes in land use that is not in accordance with the physical condition of the land.
Based on analysis result of land-use change pattern in Cikujang catchment area in 1994 – 2009 period, land-use had changed 742,20ha from protected areas to cultivated areas, where protected area had decreased from 3.
213,03ha in 1994 to 2.
470,83ha in 2009 and cultivated area had increased from 10.
274,61 ha in 1994 to10.
274,61 ha in 2009 with changing rate ha/year.
The rate of decreasing primary forest area was 54.
45ha/year, as a result there was no land function as primary forest in 2009.
The rate of decreasing secondary forest area was 135,90ha/year ranging from 2.
995,25ha in 1994 to 2.
451,65ha in 2009.
Land-use change pattern in Cikujang catchment area dominantly was influenced by changing pattern of protected forest and secondary forest in protected area, but in cultivated area land-use change pattern was influenced by changing pattern of farm, grassland, and rice field.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ABSTRAK Wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang secara pembangunan ekonomi paling tertinggal dibandingkan wilayah kabupaten Bogor lainnya. Untuk mengurangi kete...
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Pami Di Kabupaten Manokwari
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Pami Di Kabupaten Manokwari
Penutupan lahan merupakan faktor penting, terutama tutupan lahan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Monitoring terhadap pola perubahan penggunaan lahan di sekitar DAS penting u...
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
<p>Bencana kekeringan merupakan bencana yang terjadi ketika ketersediaan air tanah tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih penduduk. Selama beberapa bulan terakhir di tahu...
Status Kualitas Air Das Cisanggarung, Jawa Barat
Status Kualitas Air Das Cisanggarung, Jawa Barat
Kualitas air merupakan salah satu komponen lingkungan yang sangat penting dan sebagai indikator sehatnya suatu daerah aliran sungai. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan masing-masing perubahan penggunaan lahan Kecamatan Sirimau dilihat dari citra satelit tahun 2006-2016, mengetahui agihan perubahan ...
Kesesuaian Perubahan Penggunaan Lahan Dengan Rencana Tata Ruang Di Kawasan Peri-Urban
Kesesuaian Perubahan Penggunaan Lahan Dengan Rencana Tata Ruang Di Kawasan Peri-Urban
ABSTRACTThe suburban area is an area that has experienced many changes in land use, especially changes in agricultural land use to non-agricultural. With increasing activity, the d...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...

