Javascript must be enabled to continue!
Analisis Hubungan Kerawanan Longsor Lahan dengan Penggunaan Lahan di Sub-Das Kali Arus Kabupaten Banyumas
View through CrossRef
Penggunaan lahan di Sub-DAS (Daerah Aliran Sungai) Kali Arus sangatlah beragam yaitu untuk lahan pertanian dan non pertanian.. menganalisis hubungan kelas kerawanan longsorlahan dengan penggunaaan lahan di Sub-DAS Kali Arus Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data primer berupa penggunaan lahan diperoleh dari survai dan Google Earth dan data sekunder berupa kerawanan longsorlahan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu mengambil seluruh jenis penggunaan lahan di wilayah penelitian yang terdiri atas perkebunan, permukiman, sawah, sawah tadah hujan, rumput, dan tegalan. Pengolahan data dilakukan menggunakan Software ArcMap yaitu dengan memberikan warna yang berbeda pada setiap jenis pengunaan lahan dan arsiran pada setiap kelas kerawanan longsorlahan sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Analisis data dilakukan dengan cara membuat overlay untuk mengetahui hubungan kerawanan longsorlahan dan penggunaan lahan di Sub-DAS (Daerah Aliran Sungai) Kali Arus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan lahan pada kelas kerawanan longsorlahan sedang dan tinggi berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu curah hujan, karakteristik jenis tanah dan topografi wilayah yang berbeda-beda. Adapun bentuk penggunaa lahan yang termasuk pada kelas kerawanan longsorlahan sedang adalah perkebunan/kebun, permukiman, sawah, sawah tadah hujan, tegalan/ladang, dan rumput yang meliputi wilayah Desa Petahunan dan Desa Semedo Kecamatan Pekuncen. Bentuk penggunaa lahan yang termasuk pada kelas kerawanan longsorlahan tinggi adalah perkebunan, sawah, permukiman, dan tegalan yang meliputi wilayah Desa Karangkemiri Kecamatan Pekuncen, Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar, dan Desa Gancang Kecamatan Gumelar.Kata Kunci: Penggunaan lahan, Daerah Aliran Sungai Kali Arus, Kerawanan, Longsorlahan
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Title: Analisis Hubungan Kerawanan Longsor Lahan dengan Penggunaan Lahan di Sub-Das Kali Arus Kabupaten Banyumas
Description:
Penggunaan lahan di Sub-DAS (Daerah Aliran Sungai) Kali Arus sangatlah beragam yaitu untuk lahan pertanian dan non pertanian.
menganalisis hubungan kelas kerawanan longsorlahan dengan penggunaaan lahan di Sub-DAS Kali Arus Kabupaten Banyumas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei.
Data penelitian ini meliputi data primer dan sekunder.
Data primer berupa penggunaan lahan diperoleh dari survai dan Google Earth dan data sekunder berupa kerawanan longsorlahan.
Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu mengambil seluruh jenis penggunaan lahan di wilayah penelitian yang terdiri atas perkebunan, permukiman, sawah, sawah tadah hujan, rumput, dan tegalan.
Pengolahan data dilakukan menggunakan Software ArcMap yaitu dengan memberikan warna yang berbeda pada setiap jenis pengunaan lahan dan arsiran pada setiap kelas kerawanan longsorlahan sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.
Analisis data dilakukan dengan cara membuat overlay untuk mengetahui hubungan kerawanan longsorlahan dan penggunaan lahan di Sub-DAS (Daerah Aliran Sungai) Kali Arus.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan lahan pada kelas kerawanan longsorlahan sedang dan tinggi berbeda-beda.
Hal ini dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu curah hujan, karakteristik jenis tanah dan topografi wilayah yang berbeda-beda.
Adapun bentuk penggunaa lahan yang termasuk pada kelas kerawanan longsorlahan sedang adalah perkebunan/kebun, permukiman, sawah, sawah tadah hujan, tegalan/ladang, dan rumput yang meliputi wilayah Desa Petahunan dan Desa Semedo Kecamatan Pekuncen.
Bentuk penggunaa lahan yang termasuk pada kelas kerawanan longsorlahan tinggi adalah perkebunan, sawah, permukiman, dan tegalan yang meliputi wilayah Desa Karangkemiri Kecamatan Pekuncen, Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar, dan Desa Gancang Kecamatan Gumelar.
Kata Kunci: Penggunaan lahan, Daerah Aliran Sungai Kali Arus, Kerawanan, Longsorlahan.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN TANAH LONGSOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA KECAMATAN KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN TANAH LONGSOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA KECAMATAN KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG
Kejuruan Muda adalah salah satu Kecamatan di Kabupeten Aceh Tamiang dengan luas wilayah 124,48 km2 dan luas pemukiman desa 1.083,40 Ha. Daerah ini sering terjadi kelongsoran pada s...
ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN LONGSOR LAHAN DI KAWASAN PERTAMBANGAN TANAH URUG
ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN LONGSOR LAHAN DI KAWASAN PERTAMBANGAN TANAH URUG
Kegiatan pertambangan tanah urug pada topografi yang berbukit memiliki potensi terjadi longsor lahan. Suatu kejadian longsor lahan pada kegiatan pertambangan dapat menimbulkan keru...
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Bencana tanah longsor telah melanda ruas jalan Ende-Maumere Kilometer 17, Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu malam, ta...
Optimalisasi Model Artificial Neural Network Menggunakan Certainty Factor (C-ANN) Untuk Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Skala Semi-Detil di DAS Bendo, Kabupaten Banyuwangi
Optimalisasi Model Artificial Neural Network Menggunakan Certainty Factor (C-ANN) Untuk Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Skala Semi-Detil di DAS Bendo, Kabupaten Banyuwangi
Kerawanan longsor di DAS Bendo termasuk dalam kerawanan kelas sedang hingga tinggi. Sampai dengan saat ini, pemetaan rawan longsor di DAS Bendo baru dilakukan pada skala pemetaan ...
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
Analisis Kerawanan Longsor dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Padang Pariaman
Analisis Kerawanan Longsor dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Padang Pariaman
Abstrak Bencana longsor dapat mengancam daerah permukiman, lahan pertanian, infrastruktur dan hutan seperti yang sering dijumpai di daerah perbukitan. Kondisi topografi di Kabupate...
Analisis Tingkat Risiko Banjir dan Tanah Longsor di Jalur Kereta Api Makassar-Parepare
Analisis Tingkat Risiko Banjir dan Tanah Longsor di Jalur Kereta Api Makassar-Parepare
Transportasi umum merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat di kota-kota dan kabupaten besar di Sulawesi Selatan, seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan K...

