Javascript must be enabled to continue!
PEMODELAN PHASE CHANGE MATERIALS PADA DISTRIBUSI TERMAL SELUBUNG BANGUNAN HOTEL
View through CrossRef
Phase change materials (PCM) merupakan salah satu rekayasa selubung bangunan berupa bahan atau substan tambahan yang diaplikasikan pada selubung bangunan. Tujuan penggunaan PCM yaitu menyerap termal dari lingkungan atau melepaskan termal ke lingkungan sebelum didistribusikan kedalam bangunan. PCM sebagai penyimpanan energi termal bangunan akan menyerap dan melepaskan energi termal pada suhu yang telah ditentukan dan dijaga. Dua pemodelan ruangan dengan dan tanpa PCM dilakukan menggunakan COMSOL Multiphysics 5.0. Hasil persebaran panas ruangan dengan dan tanpa PCM akan dibandingkan. Ruangan yang disimulasikan merupakan ruangan hotel Cakra Kusuma berukuran 5 x 3,95 x 3 m. PCM dengan ketebalan 1 cm ditempatkan pada eksterior selubung bangunan yang mendapatkan sinar matahari langsung. Jenis PCM yang digunakan adalah paraffin murni dengan melting temperature sebesar 28℃ dan latent heat sebesar 244 kJ/kg. Hasilnya menunjukkan bahwa pemakaian paraffin dengan melting temperature 28℃, cocok diaplikasikan pada ruangan. Hal ini dikarenakan suhu tersebut termasuk dalam rentang suhu di Provinsi Yogyakarta. Pengaplikasian PCM dapat mengurangi suhu rata - rata ruangan sebesar 0,81℃. Suhu maksimum ruangan yang menggunakan PCM terletak di sekitar pintu, di mana tidak terdapat aktifitas penghuni. Sedangkan suhu minimum ruangan berPCM terletak di permukaan ruangan yang bersentuhan dengan PCM dan ditengah ruangan
Title: PEMODELAN PHASE CHANGE MATERIALS PADA DISTRIBUSI TERMAL SELUBUNG BANGUNAN HOTEL
Description:
Phase change materials (PCM) merupakan salah satu rekayasa selubung bangunan berupa bahan atau substan tambahan yang diaplikasikan pada selubung bangunan.
Tujuan penggunaan PCM yaitu menyerap termal dari lingkungan atau melepaskan termal ke lingkungan sebelum didistribusikan kedalam bangunan.
PCM sebagai penyimpanan energi termal bangunan akan menyerap dan melepaskan energi termal pada suhu yang telah ditentukan dan dijaga.
Dua pemodelan ruangan dengan dan tanpa PCM dilakukan menggunakan COMSOL Multiphysics 5.
Hasil persebaran panas ruangan dengan dan tanpa PCM akan dibandingkan.
Ruangan yang disimulasikan merupakan ruangan hotel Cakra Kusuma berukuran 5 x 3,95 x 3 m.
PCM dengan ketebalan 1 cm ditempatkan pada eksterior selubung bangunan yang mendapatkan sinar matahari langsung.
Jenis PCM yang digunakan adalah paraffin murni dengan melting temperature sebesar 28℃ dan latent heat sebesar 244 kJ/kg.
Hasilnya menunjukkan bahwa pemakaian paraffin dengan melting temperature 28℃, cocok diaplikasikan pada ruangan.
Hal ini dikarenakan suhu tersebut termasuk dalam rentang suhu di Provinsi Yogyakarta.
Pengaplikasian PCM dapat mengurangi suhu rata - rata ruangan sebesar 0,81℃.
Suhu maksimum ruangan yang menggunakan PCM terletak di sekitar pintu, di mana tidak terdapat aktifitas penghuni.
Sedangkan suhu minimum ruangan berPCM terletak di permukaan ruangan yang bersentuhan dengan PCM dan ditengah ruangan.
Related Results
PENERAPAN CHSE MENGHADAPI NEW ERA UNTUK MENINGKATKAN INCOME HOTEL JAMBULUWUK JOGYAKARTA
PENERAPAN CHSE MENGHADAPI NEW ERA UNTUK MENINGKATKAN INCOME HOTEL JAMBULUWUK JOGYAKARTA
Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan CHSE dalam menghadapi Adaptasi baru/New Era, Strategi Hotel dalam Meningkatkan income dan penerapan CHSE dalam menghadapi ...
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
Pada tahun 2013, Galeri Nasional Indonesia bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta menggagas pengembangan bangunan Galeri Nasional Indonesia bersamaan dengan rencana utama ...
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
REVIEW: EFEK TEKNOLOGI PENGOLAHAN TERMAL DAN NON-TERMAL TERHADAP ALPUKAT (Persea americana)
REVIEW: EFEK TEKNOLOGI PENGOLAHAN TERMAL DAN NON-TERMAL TERHADAP ALPUKAT (Persea americana)
Alpukat (Persea americana) memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan harga jual yang relatif tinggi, tetapi umur simpannya terbatas akibat aktivitas mikrobiologis dan enzimatis. ...
KARAKTERISTIK KONSUMSI ENERGI BANGUNAN PADA PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK DI KOTA MALANG
KARAKTERISTIK KONSUMSI ENERGI BANGUNAN PADA PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK DI KOTA MALANG
Rumah deret pada permukiman padat penduduk di area bantaran sungai di Kampung Warna-warni Jodipan dan Kampung Muria di Kota Malang memiliki densitas bangunan yang padat. Pengaruh k...
Analisis Struktur Bangunan Rumah Tinggal di Desa Jumoyo yang Berisiko Terhadap Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi
Analisis Struktur Bangunan Rumah Tinggal di Desa Jumoyo yang Berisiko Terhadap Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi
Desa Jumoyo merupakan daerah rawan bencana yang salah satunya disebabkan oleh banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin dari erupsi Gunung Merapi telah menyebabkan kerusakan banguna...
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
<span style="color: #444444; font-family: HelveticaNeue, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 11.9px; line-height: 21px;">Kawasan Tembalang diperuntukka...
ANALISIS KARAKTERISTIK PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA PERHOTELAN DI KOTA BAUBAUSTUDI KASUS HOTEL BERBINTANG
ANALISIS KARAKTERISTIK PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA PERHOTELAN DI KOTA BAUBAUSTUDI KASUS HOTEL BERBINTANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tenaga kerja pada hotel berbintang di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan metode ...

